Close

Mobil Brio Ringsek Dihantam KA Minangkabau Ekspres di Kecamatan Koto Tangah, Pasutri dan 3 Anak Dilarikan ke Puskesmas

OLAH TKP— Polisi melakukan olah TKP kecelakaan mobil Brio yang ditabrak KA Minangkabau Ekspres.

PADANG, METRO–Satu unit mobil Honda Brio ditabrak kereta api Minangkabau Ekspres di Jalan Adinegoro, depan Simpang Lalang, Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (16/10) sekitar pukul 11.30 WIB.

Akibat kejadian tersebut, mobil bewarna kuning dengan nomor polisi BA 1732 IG berisi satu keluarga terdiri dari pasangan suami istri bersama tiga orang anak rusak parah usai dihantam kereta api yang datang dari arah Pa­dang menuju Pariaman.

Meskipun sempat terpental sejauh lebih kurang 10 meter ke arah taman jalan, beruntung dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun seluruh penumpang yang ada dalam mobil ha­rus mendapatkan perawatan medis dan dibawa ke Puskesmas Lubuk Buaya. Sementara itu, akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian materil lebih kurang Rp 15 juta.

Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir melalui Kanit SPKT Ipda Dwi Jatmiko yang datang ke lokasi kejadian mengatakan, kejadian berawal mobil Brio BA 1732 IG warna kuning yang datang dari Padang.

“Sampai di TKP, mobil tersebut belok kiri menuju kantor Developer PT Juara Jaya Properti, namun sampai di rel kereta api mobil tersebut berhenti karena diduga mengalami mati mesin yang kemudian datang kereta api dari arah Padang menuju Pariaman dan langsung menabrak mobil tersebut,” katanya.

Akibatnya lanjut Dwi Jatmiko, mengakibatkan mobil terpental ke taman jalan lebih kurang 10 meter dan korban dibawa ke Pu­kesmas Lubuk Buaya. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian lebih kurang Rp 15 juta.

“Korban yaitu RF (35) sebagai pengemudi mobil warga Kelurahan Flamboyan, Kecamatan Padang Barat, RSN (29) merupakan istri RF, serta RA (6), RHS (4),  dan RYR (1) yang merupakan anak dari RF dan RSN,”imbuhnya.

Terpisah, kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Erlangga Budi Laksono mengatakan, temperan Kereta Api Minangkabau Ekspres (KA B26) arah dari Stasiun Pulau Aie menuju Bandara Internasional Minangkabau dengan mobil di petak jalan KM terjadi sekitar pukul 11.58 WIB.

Kecelakaan itu terangnya, terjadi di titik 17+5/6 antara Stasiun Tabing dan Stasiun Duku. Tepatnya di perlintasan tidak resmi di Jalan Adinegoro, Kecamatan Koto Tangah, Kota Pa­dang. Kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa.

“Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan lalu lintas ini. Namun pada sarana kereta api didapati kerusakan cowhanger atau bemper pecah dan slang depan patah,” katanya.

Erlangga menambahkan, info yang didapat pihaknya dari lapangan, berdasarkan keterangan saksi-saksi di tempat kejadian, bahwa mobil sedan Brio warna kuning dengan nomor polisi BA 1732 IG berjalan dari arah jalan raya menuju ke pemukiman war­ga dengan melintasi jalur kereta api.

Kemudian ia menjelaskan, bahwa pergerakan mobil berdampingan dengan jalur kereta api dan lajunya searah dengan berjalannya kereta.

“Saat akan belok kiri ke PT Juara Jaya Properti dan akan melintasi rel diduga pengemudi tidak memperhatikan lajunya kereta api. Pada saat yang bersamaan, datang KA Minangkabau Ekspres B26 dari arah Stasiun Tabing menuju Stasiun Duku dan terjadilah temperan terse­but,”tu­tur­nya.

“Di dalam mobil didapati pengemudi, istri, dan tiga orang anak yang mengalami shock. Kami selalu mengimbau agar ma­sya­rakat pengguna jalan raya selalu berhati-hati saat akan melewati perlintasan sebidang,” katanya.

Ia juga mengimbau ba­gi pengendara yang melintas untuk mengurangi kecepatan, berhenti sejenak, dan pastikan tidak ada kereta yang melintas.

Perjalanan kereta api didahulukan sesuai dengan UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian pasal 124. Serta,UU 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 114. Kemudian, PM Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang Antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top