Close

MK Kukuhkan Nagari Pasie Laweh sebagai Nagari Konstitusi

TERIMA KUNJUNGAN MK— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan Kabag Humas dan Hubungan Dalam Negeri MK, Fajar Laksono bersama rombongan di kediamannya, Kamis (29/7).

PADANG, METRO–Mahkamah Konstitusi (MK) berencana akan me­ngu­kuhkan Nagari Pasie Laweh Kabupaten Agam sebagai Nagari Konstitusi. Pengukuhan ini  bagian dari upaya MK membangun role model dalam pene­gakan konstitusi. Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah me­nyambut baik adanya Nag­ari Konstitusi di Nagari Pasie Laweh. Karena m­a­sya­rakat nagari itu dinilai memiliki semangat dan komitmen untuk sadar ber­konstitusi.

“Mereka juga me­me­nu­hi kriteria sebagai desa konstitusi, di anta­ranya memiliki nilai religius, nilai gotong royong, demokrasi, serta kesadaran hukum,’ ungkap Mahyeldi saat me­nerima kunjungan Kabag Humas dan Hubungan Da­lam Negeri MK, Fajar Lak­sono bersama rombongan di kediamannya, Kamis (29/7).

“Nilai dan norma kons­titusi, harus hidup dan tum­buh di tengah masyarakat. Konstitusi sebagai hukum dasar tertinggi negara (the supreme law of the land) haruslah diketahui, dimak­nai, dan dilaksanakan oleh seluruh elemen bangsa. Tanpa mengetahui, terma­suk di nagari-nagari yang ada di Sumbar,” kata Mah­yeldi.

Mahyeldi berharap de­ngan adanya Nagari Kon­stitusi masyarakat akan memiliki kesadaran akan hak-hak konstitusional se­bagai warga negara. Bisa menjadi fundamen untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara hukum yang demokratis dan ne­gara demokrasi berda­sarkan hukum.

“Insya Allah, dengan adanya pengukuhan Na­gari Konstitusi, berko­mit­men untuk melakukan ber­bagai upaya. Sekaligus memfasilitasi kegiatan yang mengarah penguatan konstitusi dan sadar hu­kum,” ucapnya.

Untuk itu, diperlukan kerja sama semua pihak, terutama MK dengan pe­merintah dan warga Na­gari Pasir Laweh, untuk dapat mewujudkan hara­pan dan tujuan kegiatan tersebut.

Kabag Humas dan Hu­b­ungan Dalam Negeri MK Fajar Laksono mengata­kan, pengukuhan nagari tersebut akan dihadiri oleh Ketua MK Anwar Usman dan ditandai de­ngan pe­nan­datanganan prasasti.

Fajar Laksono menilai nagari tersebut punya ka­rakter khas. Karena memi­liki posisi dan peran stra­tegis dalam menentukan wajah konstitusionalisme Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Juga, desa itu dinilai memiliki kekuatan dan semangat menopang keber­lang­su­ngan Bangsa Indonesia.

“Kita berharap nagari yang akan dikukuhkan nan­ti memiliki keunggulan, potensi, kekuatan, dan modal sosiokultural. Hal itu penting untuk diarahkan menjadi nagari dengan segenap warganya memi­liki kesadaran berkon­sti­tusi,” ujarnya.

Dikukuhkannya Nagari Pasie Laweh sebagai Na­gari Konstitusi karena ada­nya semangat dan komit­men dari warga nagarinya, untuk sadar berkonstitusi. Di samping itu  Nagari Pasie Laweh memenuhi kriteria sebagai desa kon­stitusi. Di antaranya m­e­miliki nilai religius, nilai gotong royong, demokrasi serta kesadaran hukum. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top