Menu

Misi Agam Jemput Masa Keemasan Danau Maninjau, Kolaborasi dengan Lintas Kementerian dalam Program Pemulihan

  Dibaca : 67 kali
Misi Agam Jemput Masa Keemasan Danau Maninjau, Kolaborasi dengan Lintas Kementerian dalam Program Pemulihan
Bupati Agam Andri Warman menyerahkan proposal penyelamatan Danau Maninjau kepada Menteri Kelautan dan Perikanan KKP RI Wahyu Sakti Trenggono.

Pemkab Agam terus bergerak menjemput ke­po­puleran Danau Manin­jau kembali. Pemulihan air danau yang tercemar se­hing­ga penataan Ke­ram­ba Jaring Apung (KJA) menjadi target sebagai misi awak dalam penye­lamatan air danau yang yan g elok tersebut. Program pemulihan tersebut akan disinergikan bersama lintas lembaga.

Angin segar kebijakan penyelamatan itu ditandai dengan tercantumnya Da­nau Maninjau jadi salah satu dari 15 danau di tanah air prioritas nasional pada RPJM 2020-2024. Seti­dak­nya tiga kementerian sek­tor-sektor kunci terkait telah turun meninjau da­nau kebanggaan rang Agam itu dalam beberapa bulan terakhir.

Terbaru, Menteri Ke­lautan dan Perikanan (KKP) RI, Wahyu Sakti Trenggono menyambangi dan melihat secara dekat kondisi danau legendaris itu pada Kamis (3/6). Men­teri turun didampingi para Direktur Jenderal, Ang­gota DPD RI Emma Yoha­na, Anggota DPR RI Her­manto, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldi, Bu­pati Agam, Andri War­man beserta pejabat lainnya.

”Kedatangan saya ke sini untuk mendapatkan data-data yang akan diba­has dalam rapat dengan Menteri Koordinator Bi­dang Kemaritiman dan Investasi (Menko Maves) RI, Luhut Binsar Pan­djai­tan,  17 Juni 2021 menda­tang,” kata Wahyu.

Menurutnya, langkah percepatan pemulihan dan pengelolaan berkelan­ju­tan danau Maninjau yakni de­ngan membebaskan­nya dari aktivitas KJA. Me­lihat kondisi danau yang cukup memprihatinkan, Wahyu menawarkan para nela­yan KJA untuk budi­daya ikan air tawar di da­ra­tan de­ngan sistem kolam.

”Ini untuk pengalihan mata pencaharian masya­rakat yang menggantung­kan sumber penghasilan dari danau ke darat. Budi­daya ikan air tawar di darat juga sangat bagus untuk menunjang pere­konomian,” tutur Wahyu.

Namun begitu, pe­me­rin­tah daerah terlebih dahulu harus mencarikan lahan untuk relokasi usaha mereka sebelum dialih­kan. Pihaknya akan menu­runkan tim untuk mengkaji kondisi lokasi dalam pe­ngembangan budidaya kolam ikan itu nantinya.

”Jadi ini hanya pindah lokasi, usaha kan masih bidang perikanan. Jika nelayan dialihkan ke bi­dang pertanian, berda­gang dan lainnya maka mereka akan lambat bera­daptasi. Intinya perlu ko­mitmen dan kerjasama untuk memulihkan danau ini,” jelas Wahyu.

Sementara Bupati Agam, Andri Warman me­nye­butkan, akan menyi­kapi solusi yang dita­war­kan itu demi penyela­ma­tan danau Maninjau. Ma­su­kan itu katanya, akan se­gera dibahas lebih lanjut.

Pihaknya bertekad un­tuk menjemput kembali masa kepopuleran danau Maninjau. Tiga dekade lalu kata bupati, sekitar tahun 80-an pesona danau Ma­ninjau mampu membuat wisatawan domestik hing­ga turis mancanegara be­tah berlama-lama. Bahkan menjadi ikon wisata Suma­tera Barat.

Seiring berjalan waktu, magnet danau Maninjau perlahan kehilangan taji. Pencemaran yang dialami air danau menandai awal pudarnya keindahan wi­sata alam di Kampung Kelahiran Buya Hamka itu. “Sejak tahun 90-an, tingkat kunjungan wisatawan me­nurun drastis dan berlang­sung hingga sekarang. Ku­a­litas air danau terus me­nurun karena pence­maran yang banyak dise­babkan aktivitas keramba jaring apung dengan sisa-sisa pa­kan ikannya,” papar Andri.

Saat ini akunya, Pem­kab Agam tengah mela­kukan pendataan jumlah KJA, beserta pemilik dan alamatnya. Pendataan ini juga menjadi salah satu langkah penyelamatan da­­nau tersebut. Pada 17 Juni nanti, data ini dibahas dalam rapat khusus de­ngan Kemenko Marves.  “Kita menargetkan Danau Maninjau bersih pada 2022,” tegas Andri. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional