Menu

Minyak Atsiri, Peluang Usaha Ekonomi yang Cukup Menjanjikan

  Dibaca : 114 kali
Minyak Atsiri, Peluang Usaha Ekonomi yang Cukup Menjanjikan
BIMTEK WIRAUSAHA— Wakil Walikota Solok Rainer menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Wirausaha IKM Turunan Minyak Atsiri yang terdampak Covid-19, kemarin. Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar Asben Hendri, Ketua GOW Kota Solok Ny. Elfia Reinier.

SOLOK, METRO
Minyak atsiri saat ini sedang menjadi primadona baru dan mampu menembus pasar dan sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat petani. Tanaman serai wangi sebagai bahan baku minyak atsiri pun banyak diminati masyarakat dan petani khususnya di Kota Solok.

Masyarakat petani di Kota Solok, memang sudah cukup lama mengembangkan tanaman serai wangi. Apalagi dalam pemanfaatan lahan yang kurang produktif yang cukup luas di Kota Solok, tanaman serai wangi menjadi alternatif bagi masyarakat petan.

Bahkan diakui Wakil Wali Kota Solok Reinier, permintaan minyak atsiri di pasar cukup besar. Minyak atsiri pun diyakini menjadi salah satu bahan baku yang dapat digunakan untuk sterilisasi mengantisipasi pandemi Covid-19. “Produk turunan minyak atsiri bisa dijadikan disinfektan, serta hand sanitizer, parfum dan kosmetik,” sebut Reinier.

Kedepan, lanjutnya perlu keseriusan untuk mengembangkan minyak atsiri ini. Diharapkan para petani minyak atsiri tidak ada yang terkena imbas dari pandemi Covid-19.

Wakil Wali Kota Solok Reinier, juga menghadiri Bimbingan Teknis Produk Bagi Wirausaha IKM Turunan Minyak Atsiri Yang Terdampak Covid-19, bertempat di Padang. Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar Asben Hendri, Ketua GOW Kota Solok Ny.Elfia Reinier.

Terhadap kegiatan itu Reinier, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar yang sudah mengagendakan kegiatan bimtek ini. Dengan adanya turunan-turunan minyak atsiri ini dapat mengurai lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian para petani. ”Kegiatan ini merupakan upaya membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian dan megurangi angka kemiskinan,” ujar Reinier.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar Asben Hendri mengatakan, meskipun ada recofusing anggaran, namun kegiatan ini tetap kita pertahankan.

Sebelumnya, Emilham Harshad melaporkan, peserta bimtek ini terdiri dari 16 orang dari IKM penghasil minyak atsiri, dengan rincian dari Kota Padang 8 IKM, Kota Solok 2 IKM, Kabupaten Solok 2 IKM, Kota Sawahlunto 2 IKM, Kabupalen Sijunjung 1 IKM, serta Kabupaten Kepulauan Mentawai 1 IKM. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional