Menu

Minimalisir Risiko Bencana, Sumbar Butuh 211 Shelter

  Dibaca : 1617 kali
Minimalisir Risiko Bencana, Sumbar Butuh 211 Shelter
Mahyeldi-Audy saat debat Pilgub Sumbar.
Shelter atau bangunan tempat evakuasi sementara -- web

Bangunan shelter di kawasan Tabing, Kototangah, Padang.

PADANG, METRO–Pemerintah Sumbar dan pusat telah membangun beberapa shelter di zona-zona merah yang terkena dampak tsunami yaitu di tepi pantai. Hal ini diharapkan bisa memberikan rasa aman untuk mencegah masyarakat eksodus atau pindah ke tempat lain.

Dinas Prasarana Jalan dan Tata Pemukiman (Disprasjaltarkim) Sumbar akan bangun empat shelter tahun 2015 ini. Dimana lokasi empat shelter tersebut satu di kawasan Ulak Karang, Padang dan tiga lainnya akan dibangun di Pesisir Selatan.

Sementara pada 2015 akan dibangun empat shelter baru dengan sumber dana dari APBD dan APBN. Dari dana APBD direncanakan untuk pembangunan tiga shelter dan dari APBN satu shelter. ”Diperkirakan total dana untuk tiga shelter tersebut menghabiskan Rp9 miliar dana APBD. Sementara untuk shelter dari dana APBN dengan total biaya Rp20 miliar,” ujarnya.

Kapasitas daya tampung shelter, tiga shelter dari APBD masing-masingnya menampung 200 orang. Sementara untuk shelter dari dana APBN senilai Rp20 miliar dengan kapasitas 1.000 orang. Sejauh ini sudah dibangun 35 shelter yang tempatkan di zona merah rawan tsunami.

Plh Kepala BPBD SUmbar Zulfiatno mengatakan, berdasarkan rekapitulasi kebutuhan shelter usulan kabupaten/kota, dibutuhkan 211 shelter dengan daya tamping 436.000 jiwa. Seperti Kota Padang sebanyak 38 unit, Kota Pariaman 22 unit, Padang Pariaman sebanyak 55 unit. Selain itu, Agam sebanyak 8 unit, Pesisir Selatan 56 unit, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai sebanyak 24 unit.

“Saat ini juga sudah banyak gedung-gedung yang dijadikan shelter. Gedung di Perguruan Tinggi (PT) seperti UNP, Bung Hatta yang berada di zona merah. Masjid-masjid di Sumbar dan gedung pemerintahan umumnya juga sudah dilengkapi shelter,” terangnya.

Ke depan, sebagai daerah yang rawan gempa, Pemprov Sumbar akan terus membangun tempat evakuasi vertikal atau shelter yang akan dibangun di kampus dan sekolah, masjid, gedung pemerintahan, dan gedung fasilitas umum.
”Kita sudah memberikan standarisasi bangunan yang dilengkapi langsung dengan shelter,” ujarnya.

Dengan pembangunan kembali gedung pemerintah tersebut, akan mampu meningkatkan pelayanan pemerintah terhadap masyarakat. ”Jadi kita juga harus membangun kembali gedung guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,” ujarnya. (da)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional