Close

Minimalisir Permasalahan Sampah, Asril Komit Perjuangkan Pengembangan Maggot di Kota Bukittinggi

Anggota DPRD Bukittinggi dari fraksi Nasdem Asril.

BUKITTINGGI, METRO–Sejak dua tahun lalu, anggota DPRD Bukittinggi dari fraksi Nasdem Asril SE, terus perjuangkan pe­ngembangan maggot di Kota Bukittinggi. Selain pengembangan di Campago Ipuah, upaya ini akan dikembangkan di Kelurahan Koto Selayan.

Anggota DPRD Bukittinggi, Asril menjelaskan, maggot menjadi salah satu solusi untuk meminimalisir masalah pembua­ngan sampah di Kota Bukittinggi ke TPA Payakumbuh. Selain itu, maggot memiliki banyak manfaat.

Maggot dapat memakan sampah organik. Maggot juga dapat menghasilkan pupuk kompos dan bio bakteri, yang baik untuk tanaman. Bahkan mag­got pun bisa menjadi makanan ternak, seperti ayam, itik, lele dan ternak lainnya. Jadi maggot ini memiliki manfaat yang banyak dan tentunya bernilai ekonomis,” jelas Asril.

Menurut rencana, Asril sendiri akan memperjuangkan pengembangan mag­got di setiap kelurahan di Bukittinggi. Setelah di Campago Ipuah, kita akan bantu kelompok pengolahan sampah organik Barokah Maggit Ubah Nasib di Kelurahan Koto Selayan. Insya Allah tahun 2023 akan diupayakan menganggarkan dana pokir ratusan juta rupiah, untuk pe­ngembangan maggot di Koto Selayan ini, termasuk nantinya di kelurahan lain,” ungkap Asril.

Asril mengaku, pe­ngembangan maggot ini, memang butuh perjuangan. Karena belum banyak yang memahami manfaat dari maggot ini. Ini tentunya butuh proses. “Bukan hal yang mudah dan cepat untuk melihat hasilnya. Namun setelah upaya ini membuahkan hasil secara masif, baru akan banyak yang memahami manfaat maggot ini,” ujar Asril.

Budi daya magot, merupakan peluang usaha ma­syarakat, yang berdampak positif pada ekonomi ma­syarakat. Asril sendiri, akan berupaya maksimal untuk meningkatkan eko­nomi masyarakat, salah satunya melalui buid daya maggot ini.

Ketua Kelompok Barokah Maggot Ubah Nasib, Denial Chan, menyampaikan, kelompok ini merupakan kelompok yang ber­konsenstrasi untuk pengolahan sampah organik. Sebelumnya, juga diupayakan usaha ternak lele, itik dan lainnya.

“Setelah dijalankan, belum ada nilai ekonomis yang bisa dilahirkan dari usaha itu. Namun, ada celah ekonomi, dari pengelolaan maggot. Dengan budidaya maggot, ma­sa­lah sampah dapat di atasi, pakan ternak juga terpenuhi dan pupuk untuk tanaman juga tersedia. Semua dengan maggot dan tentu ini akan meningkatkan ekonomi. Kami berharap, perhatian Bapak Asril dan arahan dari Dinas Lingkungan Hidup serta kelurahan, dapat direalisasikan,” ujar Asril. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top