Menu

Miliki 3 Kartu Kuning, Pedagang Rempah Berharap bisa Miliki Kedainya Kembali

  Dibaca : 536 kali
Miliki 3 Kartu Kuning, Pedagang Rempah Berharap bisa Miliki Kedainya Kembali
Arifin Miliki Tiga Kartu Kuning Di Pasar Raya Berharap Haknya Kembali

PASAR RAYA, METRO
Arifin (64), pedagang eks Pasar Inpres I menuntut haknya, karena memiliki tiga kartu kuning, namun tidak mendapatkan haknya sebagai pedagang. Pria yang biasa berjualan rempah-rempah itu menuturkan, sementara orang yang tak punya kedai sebelumnya, bisa mendapatkan hingga beberapa kios sekaligus.

Ia menceritakan, dirinya sudah berjualan sejak 1983 yang diawali mengontrak di Inpres II Pasar Raya. “Namun, seiiring waktu berlalu, dan saya ada rezeki, saya membeli kedai pertama di Inpres I. Tepatnya di blok K, I. Akan tetapi akibat gempa besar 2009, kedai saya ditimpa musibah kebakaran dan saya mendapat kabar barang dagangan semua hangus terbakar,” ungkap Arifin, kepada POSMETRO, Sabtu (6/2).

Pascagempa 2009, Arifin mengaku, ada penampungan sementara yang dibuat pemerintah. Namun dirinya tak kebagian tempat berjualan.

“Karena tak kebagian tempat penampungan sementara, untuk bertahan hidup terpaksa saya cari kedai untuk berjualan kembali usai gempa di Pasar Bandar Buat dengan cara mengontrak,” tuturnya.

Kemudian, setelah Pasar Raya dibangun, Arifin pun berharap untuk mendapatkan haknya kembali. “Karena, ketika ada pendataan ulang, pedagang yang memiliki kartu kuning ditawarkan untuk berjualan. Namun pihak yang terkait waktu itu mengatakan kepada saya, untuk mendapatkan kedai di Pasa Raya harus memakai uang dengan nominal besar. Sementara keuangan saya tidak mencukupi ketika itu. Setelah itu, tidak ada kabar berita nasib kedai yang harusnya saya miliki atas dasar tiga kartu kuning itu,” imbuhnya.

Dia berharap untuk kembali mendapatkan haknya untuk berjualan di Pasar Raya Padang. Karena dia memiliki kartu kuning yang seharusnya memiliki kedai di Pasar Raya tersebut.

Disebutkan Arifin, beberapa waktu lalu ada pihak-pihak pedagang yang tidak memiliki kartu kuning menawar kartu kuning yang saya miliki untuk dibeli dengan harga puluhan juta, namun dirinya tidak mau menjualnya.

“Saya berharap kepada Pemko Padang khusunya Dinas Perdagangan Kota Padang untuk dapat memberikan solusi atas hak saya. Apalagi saat ini saya tidak mampu lagi mengontrak kedai, ditambah pandemi Covid-19 yang semakin membuat keuangan terpuruk, pembeli susah jadi berjaulan hanya dapat untuk bayar sewa kedai saja,” bebernya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andree Algamar mengatakan, pihaknya berharap agar yang bersangkutan membuat surat tertulis kepada Dinas Perdagangan dan menceritakan kronologis kejadiannya selama ini. Sebab waktunya sudah berlangsung lama. “Silakan buat surat kepada kami. Tuliskan kronologis serta bukti-buktinya,” kata Andree.

Andree mengungkapkan, pihaknya nanti akan berupaya mencarikan solusi agar yang bersangkutan bisa mendapatkan haknya kembali. “Kami akan kaji dulu. Nanti kita carikan solusinya,” tandas Andree. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional