Menu

Miko Kamal: Mahyeldi-Audy Sangat Menghormati Ombudsman

  Dibaca : 169 kali
Miko Kamal: Mahyeldi-Audy Sangat Menghormati Ombudsman
NOMOR URUT 4— Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldy mendapatkan nomor urut 4 untuk Pilkada Sumbar.

PADANG, METRO—Juru Bicara Mahyeldi-Audy, Miko Kamal menyebutkan, ombudsman adalah lembaga resmi negara. Itu tertulis jelas di dalam Pasal 1 angka 1 UU No. 37/2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia. Sejak kehadirannya, Ombudsman sangat berperan mendorong perbaikan kualitas pelayanan publik di Indonesia. Meskipun belum maksimal, fakta itu tidak boleh dinegasikan.

“Sebagai lembaga negara, Ombudsman layak dihormati, termasuk oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang sedang bertarung di Pilkada 2020 ini,” kata Miko.

Hari ini, Selasa (27/10) Ombudsman Indonesia Perwakilan Sumatera Barat mengundang para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Diundang untuk mengikuti webinar dengan tema ‘Menguji Visi Layanan Publik Cagub Sumbar’.

Tujuan, salah satunya, Ombudsman mengundang para pasangan calon adalah untuk mengetahui gagasan mereka tentang pelayanan publik jika mereka kelak terpilih. Undangan yang sangat penting. Sebab, pelayanan publik adalah isu penting dalam pemerintahan yang tidak atau belum juga berjalan ideal sampai saat ini. Meskipun Indonesia sudah merdeka 75 tahun.

“Sayang sekali, tidak semua pasangan calon yang menghadiri undangan Ombudsman. Yang hadir langsung adalah pasangan calon nomor 4 dan calon wakil gubernur paslon nomor 3. Mahyeldi dan Audy hadir dalam kegiatan itu. Audy hadir sejak dari awal sampai sesi ke 3. Pada sesi ke 4, Audy digantikan Mahyeldi. Bergantian mereka,” katanya.

Genius Umar hadir langsung dari awal sampai sesi ke 3. Pasangannya, Fachrizal, tidak hadir. Tidak tahu kenapa.

Nasrul Abit dan Indra Catri tidak ikut kegiatan. Beliau berdua mengirim seorang utusan. Sekretaris tim pemenangan Hidayat yang hadir. Hidayat hadir di pertengahan acara. Ketika sesi ke 3 sedang berjalan. Jadi jugalah.

Pasangan nomor 1, Mulyadi dan Ali Mukhni, tidak mencogok. Tidak hadir sama sekali. Kata moderator, tidak ada kabar dari kedua orang maupun tim pemenangan mereka.

“Bagi pasangan Mahyeldi – Audy, acara ini sangat penting. Saking pentingnya, mereka berdua harus mengatur ulang jadwal kampanye mereka sedang rempong di lapangan. Audy ditugaskan hadir pada awal kegiatan. Sejak pukul 9.00,” Konsekuensinya, acara Audy yang sudah tersusun pada jam itu harus menyesuaikan,” katanya.

Tidak hanya Audy, Buya Mahyeldi juga harus menyusun ulang kegiatannya. Dari pagi sampai sekira pukul 11.30 menghadiri kegiatan lain, setelah itu Buya menggantikan Audy di ruang meeting virtual. Bahkan, saking pentingnya kegiatan ini, saya yang merupakan bagian dari tim pemenangan rela standby di depan laptop sekitar 3 jam. “Berjaga-jaga. Jika Buya atau Audy kehilangan sinyal, saya akan mengambil alih peran mereka berdua. Begitu benar kami menghormati undangan lembaga negara Ombudsman,” katanya.

Miko Kamal mengaku tidak punya kapasitas untuk menghukum pasangan calon yang tidak hadir, yang hanya mengirim tim pemenangan saja atau yang hadir seorang saja sebagai calon pemimpin Sumbar yang tidak menghormati Ombudsman. Publik dan Ombudsman sajalah yang menilai.

“Yang jelas, bagi kami Ombudsman adalah lembaga penting. Pelayanan publik sangat penting. Sebab, bagi Mahyeldi – Audy, memimpin itu adalah melayani,” katanya. (rel)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional