Close

Migrasi Siaran Televisi Analog ke Digital Belum Optimal, Ketua IJTI Sumbar Ajak Mahasiswa Terlibat Sosialisasi

FOTO BERSAMA— Ketua IJTI Sumbar Defri Mulyadi foto bersama dengan para peserta diskusi Jurnalistik Televisi dan Cerdas di Era Digital bersama mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Sumbar.

PADANG, METRO–Kalangan insan pendidikan di perguruan tinggi ha­rus ikut andil dalam menyukseskan program Analog Swiet Of (ASO) ,atau yang lebih dikenal dengan migrasi sia­ran televisi analog ke digital.  Pascapenetapkan ASO oleh pemerintah pusat serentak pa­da 2 November 2022 lalu, ternyata masih belum berlaku menyeluruh di seluruh pe­losok negeri. Kondisi ini tentunya akan berdampak pada kurang suksesnya pe­nerapan ASO secara me­nye­luruh.

Masih rendahnya sosia­lisasi perihal ASO hingga ke tengah masyarakat, tentunya menjadi persoalan yang mesti diatasi.  Kalangan perguruan tinggi, khususnya mahasiswa yang banyak berasal dari sejumlah pelosok dae­rah, potensi besar yang mesti dimanfaatkan untuk memberikan informasi ke­ma­sya­rakatan.

Mahasiswa harus ikut an­dil dalam menggampa­nyekan dan mensosialisasikan peralihan siaran analog ke digital kepada masyara­kat.  “Karena sebagai kaum intelektual, informasi ASO yang mereka sampaikan ke ma­sya­rakat akan lebih se­derhana dipahami,” terang Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Barat (Sumbar) Defri Mulyadi, da­lam forum diskusi Jurnalistik Televisi dan Cerdas di Era Digital bersama mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Sumbar.

Mahasiswa menurut Defri, tentunya menjadi ujung tombak yang ikut berperan dalam mengampanyekan migrasi siaran televisi analog ke siaran digital.  Selain kaum intelektual, kebera­daan me­reka di daerah masing-ma­sing tentunya mendapat kepercayaan dari ma­sya­rakat di kampung mereka.

Untuk itu, dalam menyukseskan program ASO tersebut lanjut Defri, pemerintah maupun lembaga terkait bisa memanfaatkan potensi besar yang dimiliki mahasiswa.  “Dengan melibatkan mahasiswa dalam penyebar luasan informasi penyelenggaraan ASO, tentunya akan lebih diterima masyarakat. Apalagi dalam mendapatkan tayangan digital, masyara­kat juga diberikan pengetahuan singkat perihal penggunaan perangkat Set Top Box atau STB,” ujar pria yang biasa dipanggil Imung ini.

Ia juga menambahkan, pemerintah daerah maupun lembaga penyiaran peme­gang ijin canal digital atau pemenang multipleksing TV digital harus mempercepat pembagian STB gratis kepada masyarakat yang disediakan pemerintah. “Berda­sarkan Pasal 85 PP Postelsiar, set top box digital gratis ha­nya diberikan kepada rumah tangga miskin yang masih menggu­nakan televisi analog” tu­tupnya. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top