Di Balik Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi, Pokdarwis Potensial untuk Peningkatan Ekonomi di Kota Pariaman

DIALOG—Wali Kota Pariaman H Genius Umar, Wawako Mardison Mahyuddin dialog dengan Menteri Sandiaga Uno di lokasi wisata Kota Pariaman.

Laporan : Efanurza — Kota Pariaman

Desa wisata Apar Kota Pariaman, daerah pertama yang dikunjungi Menteri Pari­wisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno dalam pe­nilaian 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia ( ADWI) tahun 2021. Kunjungan San­diaga Uno ke Kota Pariaman ini adalah untuk kali ketiga disambut langsung Wakil Gu­bernur Sumbar, Audy Joinaldy, beserta Walikota Pariaman, Genius Umar dan Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mah­yuddin. “Mas Menteri sudah tiga kali ke Kota Pariaman, pertama ketika ikut Triathlon 2019 di Pantai Kata, kedua di Desa Wisata Tungkal Selatan dan ketiga di Desa Wisata Apar ini, dan saya sendiri juga menemui Mas Sandi sudah 3 kali di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI di Jakarta,” ungkap Walikota Pariaman Genius Umar, kemarin.

Katanya, perhatian Menteri Sandiaga Uno sangat khusus ke Kota Pariaman, mulai dari bantuan Pentas Seni Pantai Kata, Pelatihan yang dibiayai oleh Kemenparekraf dan ban­tuan sarana dan pra sarana untuk pedagang di daerah destinasi wisata. Dalam ke­sempatan tersebut, Genius juga memaparkan potensi-potensi wisata dan ekonomi yang ada di Desa Apar Kota Pariaman, mulai dari Pokdarwisnya yang sangat aktif, dan juga punya potensi lainnya. “Desa Apar mempunyai potensi yang sa­ngat menjual, mulai dari hutan mangrove dengan tracking dan menara pandangnya, kawasan konservasi penyu, pantai yang sejuk, serta yang paling kreatif adalah Sekolah Tinggi Ilmu Beruk ( STIB), “ jelasnya.

Kedatangan orang nomor satu di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI ini merupakan untuk melihat lang­sung Desa Wisata Apar Kota Pariaman yang masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, dan kunjungan ini merupakan yang pertama di Indonesia untuk Visitasi ADWI 2021. “Desa Wisata Apar Kota Pariaman ini, adalah Kota Pertama yang kami kunjungi untuk 50 Besar Desa Wisata yang masuk sebagai nominasi ADWI 2021 dari 70.000 Desa yang ada di Indonesia,” tukasnya.

Kota Pariaman mempunyai semua kebutuhan untuk orang datang berkunjung, baik pari­wisata dan keindahan alamnya, kuliner, maupun adat dan bu­dayanya. “Pantai di Kota Paria­man ini sangat indah, apalagi suasananya sangat sejuk de­ngan adanya pohon cemara laut yang membuat pantai menjadi nyaman, ditambah dengann segala potensi yang dimilikinya, mulai dari mangrove, penyu, atraksi beruk, elo pukek dan hal lainya,” tukasnya. “Kami ber­sama dengan tim penilai ADWI 2021 dari Kemenparekraf, khusus datang ke Kota Pa­riaman ini dalam kunjungan dan penilaian yang pertama di Sumbar, dimana Sumbar men­jadi yang terbanyak mengi­rimkan desa wisata dalam 50 besar ADWI 2021 yaitu 4 (empat) desa, kita sangat mengapresiasi hal ini,” ujarnya.

Empat desa wisata tersebut yaitu Desa Wisata Sungai Batang di Agam, Desa Wisata Kampung Minang, Sumpu, Kabupaten Tanah Datar. Ke­mudian, Desa Wisata Seribu Gonjong di Limapuluh Kota dan Desa Wisata Apar di Kota Pariaman ini.

Selain mengapresiasi de­sa-desa wisata tersebut, ke­datangannya ke Sumbar s­e­kaligus untuk meng­koor­dina­sikan kebangkitan pariwisata guna menggerakkan pere­konomian.  “Dengan kita mene­rapkan protokol kesehatan yang ketat, kita telah memulai di sektor pariwisata yang mulai bergerak, dan harapan kita, desa wisata akan menjadi salah satu simbol kembangkitan pere­konomian tersebut,” ujarnya. Kemudian kunjngan Mentri Pariwata dan Ekonomi ke tempat wisata konservasi Apar Pariaman Mangrove Park yang dikem­bangkan oleh BUMDES Apar Mandiri, Desa Apar Keca­matan Pariaman Utara Kota Paria­man. Wisata tersebut  mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno. Hal itu dika­takan pria yang akrab disapa Mas Menteri itu saat berjalan mengitari tracking area Mangrove Park, didam­pingi Ketua BUMDES Apar Fadel Mu­hamad, Wako Pariaman Genius Umar, Wagub Sumbar Audy Joinaldi, dan Wawako Mar­dison Mahyuddin.

Seperti diketahui, kun­jungan Mas Menteri ini ke Kota Pariaman adalah guna melihat dan menilai langsung tentang apa saja yang dibuat oleh Desa Apar sebagai Desa Wisata di Kota Pariaman, ditambah lagi Desa Apar berhasil masuk 50 BesarAnugerah Desa Wisata Indonesia (  ADWI) tahun 2021. “Konservasi mangrove ini sangat bagus dan bernilai manfaat bagi keseimbangan alam, apalagi BUMDES Desa Apar mampu menjadikan ini sebagai “pitih masuak/uang masuk” untuk desa dan bernilai ekonomi bagi masyarakat de­sa,” ujar Sandiaga Uno.

Apalagi katanya, , ia juga melihat beberapa hasil minu­man dan bahan makanan mam­­pu juga diolah dari sari buah mangrove ini, dan tinggal lagi pengemasan dan pro­mosinya ke kancah nasional, dan tentunya kebersihan lokasi harus tetap dijaga. “ Nanti kita bantu juga promokan di Ja­karta,” ujarnya.

Ia juga memuji kiprah dan semangat Fadel Muhamad selaku Ketua BUMDES Apar Mandiri, walaupun muda, na­mun punya semangat mem­bangun yang tinggi dan mampu bersaing nasioanal, seperti halnya Iqhbal yang sering menandainya dalam setiap unggahannya di media sosial, dan rupanya orang Desa Apar pula. “Benar yang dikatakan Pak Walinya, Orang Pariaman itu bermental juara dan ber­mental menang,” ungkap Sandi sambil tersenyum.

Wali Kota Pariaman Genius Umar pun menyambut baik dan ucapan terimakasih kepada Sandiaga Uno atas kunjungan dan kesempatan yang dibe­rikan kepada Desa Apar Kota Pariaman masuk nominasi ADWI 2021. “Kita juga akan pacu semangat dan motivasi desa lainnya di Kota Pariaman ini Mas Menteri untuk ikut dan lebih mempromosikan potensi desa yang dimiliki menjadi nilai wisata yang berdampak eko­nomi kepada masyarakat,” ujar Genius Umar. Genius Umar  ke Mas Menteri lagi guna men­suport kegiatan kepariwisataan yang ada di Kota Pariaman dengan dukungan Pemerintah Pusat, baik itu dukungan ke­uangan maupun dukungan sektor lainnya.

Kunjungi Desa Wisata Apar Kota Pariaman, ini Kegiatan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, San­diaga Salahuddin Uno selama berada di Kota yang terkenal dengan budaya Tabuik nya ini. Berbagai kegiatan dilakukan oleh Sandi Uno sapaan akrab Mas Menparekraf ini, mulai dari menaiki bendi, menanam mangrove dan kegiatan lainya “Ketika baru sampai di kawasan parkir hutan mangrove ini, saya langsung disambut dengan kereta kencana, kalau disini namanya bendi (andong), dan saya menaikinya sampai pintu gerbang Apar Pariaman Mangrove Park, asyik dan unik sekali,” ujarnya.

Setelah menaiki bendi, ia disambut langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy, Walikota Pa­riaman, Genius Umar dan Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin, Anggota DPRD (Ketua Fraksi Gerindra) Kota Pariaman, Harpendi Agus Bul­yandi (Andi Cover), Ketua TP PKK, Ny. Lucyanel Genius, Ketua GOW, Ny. Indriati Mar­dison, Ketua DWP, Ny. Yosneli Balad, dan Forkopimda, Kepala OPD dan masyarakat yang hadir, dan melihat pertunjukan Silek (Silat).

Setelah sambutan Walikota dan pemaparan dari Ketua Pokdarwis Apar Mandiri, Fa­dhel Muhammad, Menparekraf juga disuguhi aktifitas yang tak biasa ia temui di daerah-daerah lainya di indonesia, yaitu atraksi baruak maambiak karambia (beruk memetik kelapa). “Isti­mewanya Desa Wisata Apar ini, salah satunya dengan adanya STIB (Sekolah Tinggi Ilmu Beruk), dan saya berkesem­patan melihat pertunjukan bagaimana beruk yang telah diajarkan oleh pelatihnya ini memetik kelapa diatas pohon, dan ini sangat menjual sekali bagi wisatawan,” tuturnya.

Setelah melihat Atraksi Be­ruk, saya juga melihat tukik (anak penyu) yang telah disiap­kan, dimana tukik ini dibesarkan di kawasan penangkaran penyu yang bersebelahan dengan kawasan  Apar Pa­riaman Mangrove Park, dan dilanjutkan dengan melihat proses penjemuran ikan asin oleh nelayan dan warga sekitar. “Ada juga atraksi Maelo Pukek (menarik jala), dimana saya bersama Pak Wagub, Walikota, Kadis Pariwisata Kota Paria­man, dan Ketua Pokdarwis Apar Mandiri ikut menarik jala yang telah ditebar oleh nelayan disini untuk menangkap ikan, dan Alhamdulillah kita dapat ikan dan udang saat jala selesai kita Tarik ketepi,” tuturnya.

Selepas Maelo Pukek, ia juga meninjau UMKM yang berada dilokasi ini, dan juga saling bertukar pikiran bersama dengan para pelaku UMKM yang ada. Setelah itu saya menanam mangrove di ka­wasan hutan mangrove Desa Apar ini. “Terakhir saya juga meninjau tarcking yang ada di Apar Pariaman Mangrove Park ini sampai di menara pan­dangnya, dan ditutup dengan penandatanganan Desa Wisata Apar serta menikmati kelapa muda yang segar dibawah pohon cemara laut yang ada di pantai apar ini,” tandasnya mengakhiri.(***)

Exit mobile version