Menu

Meski Pandemi Covid-19, Optimis Target Investasi Rp 4,5 Triliun Tercapai

  Dibaca : 324 kali
Meski Pandemi Covid-19, Optimis Target Investasi Rp 4,5 Triliun Tercapai
GUBERNUR Irwan Prayitno bersama Kepala DPM PTSP Provinsi Sumbar, Maswar Dedi, AP, M.Si

Pemprov Sumbar optimis target investasi sebesar Rp 4,5 triliun bisa tercapai di masa pandemi Covid-19. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Sumbar, Maswar Dedi mengakui, meski sulit memenuhi target investasi tersebut, dirinya optimis bisa tercapai.

“Kami coba menawarkan investasi yang sesuai dengan situasi saat ini. Misalnya di bidang kesehatan, kami tawarkan investasi, pengembangan industri kesehatan, seperti alat kesehatan berupa alat pelindung diri (APD) dan lainnya,” ungkap Maswar Dedi.

Selain itu, juga investasi di bidang jasa kesehatan seperti, pembangunan rumah sakit dan lainnya. Dengan kondisi saat ini, menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa hanya mengandalkan sektor-sektor lama saja untuk mendulang investasi. Tetapi harus lebih kreatif mencari sektor baru yang bakal lebih produktif.

Ia menyebutkan beberapa sektor yang ditawarkan di Sumbar selain di bidang kesehatan, industri dan pengembangan jasa kesehatan, juga ada peluang E.Commerce, peluang usaha jasa ekspedisi, dan usaha di bidang teknologi informasi.

Namun, untuk prioritas, Pemprov Sumbar mengedepankan sektor kesehatan, karena sesuai dengan kebutuhan saat ini dan kebutuhan tenaga kerjanya juga ada di Provinsi Sumbar. Tentu juga mempertahankan investasi di bidang-bidang yang selama ini jadi unggulan di Sumbar. Seperti, perhotelan yang sedang terpuruk, juga didorong dengan relaksasi.

“Sehingga pemulihan di sektor ini bisa berjalan dengan cepat,” ujarnya.

Adapun Pemprov Sumbar mencacat realisasi investasi tahun lalu, baik dari Penanaman modal asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 5,38 triliun dari target sebesar Rp 4,3 triliun. Investasi tersebut didominasi oleh sektor tanaman pangan dan perkebunan yang mencapai Rp 761 miliar.

Sebagian besar investasi ini dalam bentuk replanting perkebunan kelapa sawit. Kemudian sektor perhotelan dan restoran sebesar Rp 570 miliar di beberapa wilayah. Yakni, di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Kota Padang dan Bukittinggi.

Sektor energi terbarukan yaitu, panas bumi dan Pembangkitan Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Investasi ini merupakan penambahan investasi PT Supreme Energi di Kabupaten Solok Selatan dan investasi PLTMH di Kabupaten Pesisir Selatan, Pasaman, Pasaman Barat. Total investasi di sektor tersebut mencapai Rp 507 miliar.

Dari sektor listrik, gas dan air sebesar Rp 290 miliar, sektor konstruksi (Rp239 miliar), perdagangan dan reparasi (Rp 92 miliar), pertambangan (Rp 81 miliar) dan industri makanan (Rp 51 miliar). (idul fitri)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional