Menu

Meresahkan, Puluhan Anak Punk Diamankan sedang Tidur Pulas 

  Dibaca : 392 kali
Meresahkan, Puluhan Anak Punk Diamankan sedang Tidur Pulas 
ARAHAN— Tim penegak perda yang dipimpin Kasat Pol PP Devitra saat memberikan arahan kepada puluhan orang anak punk.

PAYAKUMBUH, METRO
Meresahkan masyarakat di pasar dan pengguna jalan di Payakumbuh, Tim penegak Peraturan Daerah (Perda) Kota Payakumbuh, kembali mengamankan 20 orang anak punk, saat tertidur pulas di pasar Payakumbuh, kios exs terminal, sekitar pukul 08.00 Wib, Rabu (24/6).

Anak punk yang terdiri dari 17 orang laki-laki dan 3 orang perempuan ini, sering mengamen dipersimpangan jalan di lampu merah di pusat Kota Payakumbuh, Jalan Sudirman.
Kemudian, saat malam puluhan anak punk ini menginap di kios ex terminal Pasar Payakumbuh, sehingga meresahkan masyarakat baik pedagang maupun pengunjung.

Kasat Pol PP Kota Payakumbuh, Devitra, menyebut bahwa anak punk yang sering mengamen di perempatan jalan saat lampu merah di jalan Sudirman, Pusat Kota Payakumbuh, sudah meresahkan pengguna jalan. Kemudian, ketika malam puluhan anak punk itu, sebut Devitra menginap di kios ex terminal, Pasar Payakumbuh, ini juga meresahkan.

“Karena telah meresahkan masyarakat pengguna jalan dan masyarakat di pasar Payakumbuh, maka kita lakukan razia penertiban. Jadi kita amankan sebanyak 20 orang anak punk, dimana 17 dianranya laki-laki dan 3 orang perempuan,” sebut Kasat Pol PP Devitra, yang tidak kenal lelah dalam memerangi maksiat di Kota Payakumbuh ini.

Disampaikan Devitra, dari 20 anak punk yang diamankan berasal Dari beebagai propinsi di Indonesia. Ada yang dari Palembang, Sumatera Selatan sebanyak 8 orang, Jawa Barat 2 orang, Lampung 2 orang, Jambi 2 orang, Ujung Batu 1 orang, Pasaman 1 orang, Bukittinggi 1 orang, Limapuluh Kota 2 orang dan Payakumbuh 1 orang.

“Mereka sering mengamen di jalan (lampu merah). Dan setelah kita amankan kemudian kita data, jadi mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dan mereka ini masih berusia di Bawah 20 tahun ada 11 orang dan di atas 20 tahun ada 9 orang,” sebut Kasat Pol PP usai melakukan razia bersama Polres Payakumbuh dan petugas trantib Pasar Payakumbuh.

Dia menyebut, selain melakukan pendataan kepada puluhan anak punk yang terjaring razia pagi buta itu, juga dilakukan pembinaan. Selain itu, seluruh anak punk juga harus membuat surat perjanjian dihadapan petugas penagak perda.

“Tindakan yang kita ambil disamping melakukan pendataan, kita juga melakukan pembinaan, kemudian membuat perjanjian sebelum dipulangkan, sehingga kedepan tidak kedapatan lagi melakukan kegiatan serupa di Kota Payakumbuh,” sebut Kasat Pol PP.

Selain Kasat Pol PP Devitra, pembinaan juga diberikan Kabag Ops Polres Payakumbuh, Kasat Sabara, Kasat Binmas, Sekretaris Pol Pp, Kadis UMKM Perdagangan, Kabid Dinas Sosial, Kabid Tibum dan Kasi Penyidik Pol PP di lapangan kantor Pol PP di Bukik Sibaluik.

“Harapan kita dengan adanya pembinaan itu, mereka tidak kembali lagi kejalan. Sehingga masyarakat baik pengguna jalan maupun pedagang di pasar beserta pengunjung merasa Aman dan nyaman,” sebut Kasat Pol PP. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional