Menu

Merasa Diperlakukan Semena-mena oleh UNP, Davip Maldian Lapor ke Komnas HAM Sumbar

  Dibaca : 519 kali
Merasa Diperlakukan Semena-mena oleh UNP, Davip Maldian Lapor ke Komnas HAM Sumbar
MELAPOR KE KOMNAS HAM— Pertemuan antara pembina YPKMI bersama tim pengacara dengan Ketua Komnas HAM Sumbar, Sultani Arifin.

RASUNA SAID, METRO
Kisruh antara Universitas Negeri Padang (UNP) dengan Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia (YPKMI) yang menaungi STIH-STISIP Padang terus berlanjut. Kamis (18/2), pembina YPKMI, Davip Maldian kembali mendatangi Komnas HAM Sumbar untuk melaporkan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan UNP pada YPKMI.

Kedatangan Davip Maldian bersama pengacaranya, Eko Kurniawan diterima langsung Ketua Komnas HAM Sumbar, Sultani Arifin S.Sos, MH. Dalam pertemuan itu, Davip mengungkapkan kekecewaanya atas perlakuan pihak UNP, yang dinilai sewenang-wenang terhadap YPKMI.

Menurutnya, sesuai surat dari JKN, bahwa UNP harusnya menyelesaikan dulu urusan dengan YPKMI terkait hak pakai bangunan beserta tanah negara yang selama ini ditempati dan dirawat oleh YPKMI. Namun pada kenyataanya, UNP memaksakan kehendak dan membawa kepolisian untuk mengosongkan bangunan dan mengangkut barang-barang milik STIH-STISIP. Kemudian gedung dirobohkan.

“Arogan sekali mereka. Mereka merampas. Bahkan, saya tak luput dari intimidasi mereka. Mereka angkat barang-barang kami, lalu bangunan dirobohkan tanpa dasar yang jelas,” ungkap Davip kepada ketua Komnas HAM.

Dalam pertemuan itu, Davip juga menyampaikan adanya dugaan pemalsuan surat-surat oleh pihak UNP untuk melancarkan niat mereka merebut bangunan dan tanah yang ada di Jalan AR Hakim Nomor 6 Padang itu. Ia berharap Komnas HAM Sumbar bisa memproses pengaduan tersebut sehingga masalah ini bisa segera diselesaikan.

“Kita mohon perwakilan Komnas HAM Sumbar agar meneruskan pendaduan kita. Kita menunggu rekomendasi dari Komnas HAM terhadap masalah ini,” tandas Pengacara Eko Kurniawan.

Ketua Komnas HAM Sumbar, Sultani Arifin mengatakan pihaknya sedang memproses dan mengolah pengaduan tersebut dan mengkonfrontasikannya kepada pihak-pihak terkait seperti kepolisian serta lembaga lainnya yang terlibat seperti JKN. Komnas HAM juga akan mencek.lagi kebenaran surat-surat yang disampaikan ke Komnas HAM. “Pengaduannya sedang kita proses dan dibahas dulu,” katanya.

Terkait soal pemalsuan dan perampasan, Sultani mengarahkan agar pihak YPKMI untuk melapor ke polisi. Karena bukan kewenangan Komnas HAM untuk mengusutnya.

Sebelumnya Rektor UNP, Ganefri mengatakan bahwa semua prosedur sudah dilalui UNP. Pihaknya juga sudah beberapa kali mengundang pihak YPKMI untuk membahas masalah itu. “Kita main profesional saja. Sesuai dengan aturan berlaku,” tandas Ganefri. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional