Close

Menunggak PBB Bertahun-tahun, 2 Hotel dan Restoran Disegel di Kota Padang

PENYEGELAN — Tim gabungan Bapenda Kota Padang melakukan penyegelan terhadap wajib pajak (WP) yang menunggak PBB selama bertahun-tahun, Rabu (17/11).

A YANI, METRO–Badan Pendapatan Daerah (Bependa) Kota Padang terus berupaya melakukan penagihan terhadap objek pajak bumi dan bangunan di Kota Padang. Bahkan, Bependa melakukan penyegelan terhadap beberapa wajib pajak yang bandel dan menunggak PBB selama bertahun-tahun.

Seperti yang dilakukan pada restoran di kawasan jalan A Yani. Restoran dengan merek Nagoya itu dipasangi spanduk pemberitahuan bahwa yang bersangkutan membayar  PBB dan diwajibkan untuk menyetorkannya ke Bapenda Kota Padang. Data dari Bapenda, Nagoya menunggak selama 6 tahun dengan tagihan belasan juta rupiah.

Perlakuan yang sama juga dilakukan pada Hotel  Benyamin di jalan Pasar Baru yang telah menunggak PBB selama 13 tahun. Begitu juga dengan Monty Hotel jalan Raden Saleh yang juga menunggak  PBB selama  4 tahun.

Kepala Bapenda Kota Padang, Al Amin mengatakan, tim terpaksa melakukan penyegelan untuk  memberikan efek jera kepada wajib pajak yang bandel dan telah menunggak  selama bertahun-tahun.

“Mudah-mudahan dengan adanya peringatan ini, hatinya terbuka untuk membayar,” terang Al Amin.

 Saat ini, kata dia, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PBB adalah sebesar Rp78 miliar dan telah terealisasi sebesar Rp61 miliar atau 78, 42 persen.

Realisasi sebanyak Rp61 miliar tersebut adalah capaian tertinggi sepanjang sejarah perolehan PBB yang berhasil dihimpun Bapenda Kota Padang. Dengan kesadaran masyarakat yang mulai tinggi diharapkan, hingga akhir tahin, target sebesar Rp78 miliar bisa tercapai 100 persen.

“Kita akan usahakan sampai akhir tahun terealisasi 100 persen,” sebut Al Amin.

Selain PBB, realisasi pajak daerah lainnya juga sudah mencapai angka di atas 80 persen. Seperti pajak hotel terealisasi sebanyak 82 persen, pajak restoran sebesar 81 persen. Sementara total target semua pajak daerah keseluruhan adalah sebanyak Rp640 miliar.

Ia mengimbau semua wajib pajak khususnya PBB yang  berjumlah 200 ribu itu semaksimal mungkin membayar pajak supaya tidak ada penyegelan. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top