Close

Menuju Warisan Dunia, Kawasan Pabrik Indarung I Semen Padang Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi

CAGAR BUDAYA PROVINSI— Pemprov Sumbar menetapkan kawasan Cagar Budaya Indarung I menjadi Cagar Budaya Peringkat Provinsi, yang di dalamnya terdapat situs bersejarah, yaitu Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo.

INDARUNG, METRO–Komitmen PT Semen Padang ber­sama Tim Ahli  Cagar Budaya (TACB) Provinsi Sumbar untuk mewujudkan Kawasan Pabrik Indarung I sebagai Warisan Dunia dari Unesco terus di­usaha­kan. Baru-baru ini, Pemprov Sumbar telah menetapkan Kawasan Cagar Budaya Indarung I menjadi Cagar Budaya Peringkat Provinsi, yang di dalamnya terdapat situs bersejarah, yaitu Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo.

Penetapan pabrik semen yang telah berusia 112 tahun itu dilakukan, setelah sebelumnya Pemko Pa­dang melalui Walikota Pa­dang, Hendri Septa, me­ne­tapkan Kawasan Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Kota.

Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Pa­dang, Iskandar Z. Lubis mengatakan, penetapan Kawasan Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi itu berdasarkan Keputusan Gubernur Sumbar No 430815-2022 tertanggal 10 November 2022.

“Alhamdulillah, untuk Cagar Budaya Peringkat Kota dan Peringkat Provinsi sudah kami dapat, dan selanjutnya dilakukan pengusulan Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Nasional yang ditargetkan bisa terwujud secepatnya,” kata Iskandar, kemarin.

Untuk Cagar Budaya Nasional ini, kata Iskandar melanjutkan, Pemprov Sum­bar bersama PT Semen Padang dan TACB Provinsi Sumbar akan me­ngu­sulkan penetapan status kawasan Pabrik Indarung I menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional. Usulan tersebut akan disampaikan ke Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Setelah diusulkan ke kementerian, kami pun akan menunggu bagaimana tindak lanjutnya, seperti dokumen yang perlu dilengkapi, kami siap untuk melengkapinya,” ujar Iskandar.

Iskandar menyampaikan bahwa salah satu yang melatarbelakangi Semen Padang mengajukan Kawasan Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Nasional adalah sebagai peng­ingat dan juga kebanggaan masyarakat Minang dan Sumbar, bahwa peradaban beton di Indonesia itu dimulai dari Pabrik Indarung I.

“Untuk itu, kami butuhkan dukungan semua pihak. Karena, setelah adanya penetapan sebagai hanya Cagar Budaya Nasional, maka prosesnya akan lanjut ke warisan dunia dari Unesco.  Target kami, Kawasan Pabrik Indarung I sebagai Warisan Dunia bisa terwujud tahun 2024,” kata Iskandar.

Sebelumnya, Ketua TACB Provinsi Sumbar, Dr. Sri Setiawati, M.A, yang juga merupakan An­tro­pologi dari Uni­versitas Andalas (Unand), ­menyebut Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo memiliki potensi yang luar biasa untuk dijadikan sebagai Cagar Budaya dan warisan dunia dari Unesco.

Selain usianya sudah lebih dari satu abad, kedua bangunan tua di kawasan PT Semen Padang ini punya nilai sejarah yang lua biasa, termasuk teknologinya juga luar biasa pada masanya. Bahkan, semen yang diproduksi Pabrik Indarung I tidak hanya digunakan di Indonesia, tapi juga oleh negara-negara lain.

“Makanya target kami itu jadi warisan dunia, tidak hanya jadi bangunan Cagar Budaya,” kata Sri Setiawati saat memimpin kunjungan TACB Sumbar dan TACB Kota Padang ke Pa­brik Indarung I dalam rangka verifikasi dokumen Pa­brik Indarung I dan PLTA Ra­sak Bungo yang dilakukan pada 24-26 September 2022. (ren/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top