Menu

Menuju Top 45 Nasional Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik, Bupati Dhar­mas­raya Sutan Riska Dukung Inovasi GL-Pro Sasabesa

  Dibaca : 144 kali
Menuju Top 45 Nasional Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik, Bupati Dhar­mas­raya Sutan Riska Dukung Inovasi GL-Pro Sasabesa
Bupati Sutan Riska bersama Wabup DP Dt Labuan dan Kadinsos, Wali Nagari serta Anggota DPRD Dharmasraya foto bersama usai vaksinasi lansia di NagaribTaratak Tinggi.

Berbagai upaya terus dilakukan Bupati Sutan Riska untuk mendukung sejumlah progam pemberdayaan bagi masyarakat, salah satunya bagi lansia. Inovasi yang akan diusung adalah GL-Pro Sasa­besa, yaitu Gerakan Lansia Produktif Saiyo Sakato Beringin Sakti, yang berada di Jorong Beringin Sakti, Nagari Taratak Tinggi, Ke­ca­ma­tan Timpeh. GL-Pro Sasabesa ini berada di ba­wah binaan Di­nas Sosial P3APPKB Kabu­paten Dhar­mas­raya.

Diketahui, GL-Pro Sa­sa­be­sa memang ak­tif berke­giatan. Mu­lai dari seko­lah lan­sia, wirid lan­sia, senam lan­sia, membuat ke­te­ram­pilan me­ng­anyam, mem­buat piring dari lidi, membuat sarang lampu, mem­buat jamu herbal, peri­ka­nan, perke­bu­nan, dan masih banyak kegiatan lainnya.

Hal itu di­sam­­paikan Bu­pati Dhar­mas­raya, Sutan Ris­ka Tuanku Ke­ra­jaan saat m­e­laun­­­ching Seko­lah Lanjut Usia di Nagari Taratak Tinggi, sebagai wadah belajar dan berkreasi ba­gi para Lansia di wilayah itu.  “Saya patut ber­bangga dengan para Lansia yang ada di Na­gari Taratak Ting­gi ini, yang men­jadi teladan dan pioner tum­buhnya Gera­kan Lansia Pro­duktif Saiyo Sa­kato Beringin Sak­ti. Semuanya punya kreati­vitas yang patut d­i­acung­kan jem­pol,” puji bupati usai melaun­ching Sekolah Lansia di Nagari Tara­tak Tinggi baru baru ini.

Dinas Kum­perdag  agar da­pat memfasilitasi pemasaran hasil produk lansia ini. Sehingga hara­pan dari lansia untuk dapat hi­dup sejahtera dan berke­cuku­pan, dapat tercapai.  “GL-Pro Sasa­besa yang diusung untuk mengi­kuti Inovasi Pelayanan Publik tingkat Nasional ini dapat masuk Top 45 se Indonesia, dan menda­pat reward berupa Dana Isentif Daerah,” ujar Sutan Riska.

Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi, Budi Walu­yo menjelaskan bahwa ber­da­sarkan profil kenagarian Taratak Tinggi tahun 2018 dari 550 lansia sebanyak 248 lansia atau sekitar 45% berada dibawah garis kemiskinan.  Dan berda­sarkan data Puskesmas Be­ringin Sakti  jumlah kunjungan lansia yang sakit tahun 2018 sekitar 240 orang de­ngan rata-rata kun­jungan per bu­lan 20 orang. “Jika tidak ada program dan kegiatan yang bersentuhan lang­­sung dengan lan­sia maka dengan ba­nyak­nya jumlah lansia akan menja­dikan be­ban berat bagi keluar­ga, ma­syarakat mau­pun pemerintah, ” ung­­kap­nya

Untuk itu, sam­bung­nya inovasi ini berawal dari ke­tertarikan se­orang penggiat lan­sia un­tuk memo­tivasi dan menge­du­kasi para lan­sia yang ada disekitar tempat ting­­gal­nya. Ke­mu­­dian dila­ku­kanlah koor­dinasi dengan Na­gari, selanjutnya Nagari melakukan koordinasi dengan Di­nas SOS­P3AP­PKB dan UPTD Puskes­mas Beringin Sakti.

Selanjutnya Dinas SOS­P3APPKB kemu­dian mener­bitkan inovasi pember­dayaan masyarakat dalam tero­bosan untuk menjadikan “Lanjut Usia Mandiri, Tangguh, Sehat dan Berdaya Guna” yakni de­ngan memberdayakan lansia secara maksimal dan terorganisir melalui Inovasi Gerakan Lansia Produktif Saiyo Sakato Beringin Sakti disingkat GL-Pro Sasa­besa.

“Tujuan inovasi ini adalah menyatukan berbagai ide dan gagasan baik dari masyarakat maupun stakeholder agar para lansia yang selama ini dianggap pasrah dan tinggal menunggu ajal dengan mengembalikan perubahan pada paradigma bahwa  lansia masih berdaya guna, produktif, dan  masih bisa dikembangkan berbagai po­tensi yang dimiliki, ” ujarnya.

Adapun kegiatan inovasi ini, lanjutnya meliputi pelatihan keterampilan bersama para lansia seperti keterampilan anyaman, membuat taplak meja dari limbah plastik, mem­buat tempat air minum, membuat jamu herbal kemasan, jamu gendong, kegiatan perikanan seperti lele dan nila, kegiatan peternakan bebek, ayam kam­pung dan berkebun.

Kegiatan lain yang juga dilaksanakan pada inovasi ini diantaranya adalah kegiatan keagamaan seperti pelatihan sholat khusyuk dan pengajian bulanan, kegiatan olahraga seperti senam bersama dan jalan santai, kegiatan rekreasi bersama, kegiatan posyandu lansia serta kegiatan kesenian seperti menari dan bermain alat musik tradisional

Selama masa pandemi Co­vid-19 kegiatan GL-PRO SASA­BESA tetap dilaksanakan se­ba­gai­mana biasanya dengan tetap mematuhi Protokol Kese­ha­tan, diantaranya meng­gu­nakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti Masker atau Fa­ce Shield, mene­rap­kan Social Dis­tan­cing de­ngan men­jaga ja­rak, me­nye­­diakan Tem­pat Cuci Ta­ngan dan Hand­sa­nitizer, dan me­la­kukan Stre­rili­sasi secara rutin, seperti pe­nyem­­pro­tan Di­sin­fektan serta me­lak­sana­kan Vaksi­nasi Co­vid-19 bagi Lan­sia.

Selain itu, juga telah dilaksanakan vaksinasi  Covid-19 bagi Lansia yang ada di Kenagarian Taratak Tinggi. Lan­sia yang tergabung dalam GL-PRO SASA­BESA menjadi Pioneer (agent of change) kegiatan vaksinasi Lansia da­lam rangka me­nga­jak rekan-rekan lansia lainnya guna menyukseskan program pemerintah dalam memutus ran­tai Covid-19. Ini juga merupakan upaya agar kegiatan GL-PRO SASABESA berjalan dengan semaksimal mungkin walaupun dalam masa pandemik.

Kegiatan inovasi ini mem­berikan dampak positif bagi Lan­sia, diantaranya, sebelum GL-PRO SASABESA, kun­jungan rata-rata lansia yang sakit ke Fasyankes per bulan 20 orang. Dengan adanya program ini, terjadi penurunan jumlah kun­jungan sakit Lansia ke Fasyan­kes sebesar 95 persen atau se­banyak 2-3 orang per bulan.  “Dulunya lansia tidak mem­punyai penghasilan, saat ini telah me­miliki penghasilan tambahan dari hasil kerajinan dan kete­ram­pilan lansia sebesar Rp.200.000;­ per bulan. Dulunya lansia sering sakit-sakitan, sekarang menjadi lebih sehat dan aktif. Sebelumnya lansia menjadi beban bagi keluarga sekarang lansia yang produktif, ” tegasnya

Mendapat Dukungan Bupati Sutan Riska.

Bentuk dukungan Peme­rintah Kabupaten Dhar­masraya terli­hat langsung saat Bupati Sutan Riska Tuanlu Kerajaan dalam pengem­ba­ngan inovasi ini adalah de­ngan ditetap­kan­nya inovasi GL-Pro Sasa­besa men­­jadi inovasi da­erah Kabu­pa­ten Dhar­mas­ra­ya Tahun 2021. Du­kungan ini di­lan­dasi dengan  Su­rat Keputusan Bu­pati Dhar­mas­raya Nomor 189.1/186/KPTS­-BUP/2021 tentang Pe­ne­­tapan Inovasi GL-PRO SASA­BESA sebagai Ino­vasi Daerah Ka­bupaten Dhar­masraya tahun 2021 .

Selain itu du­kungan masya­rakat beserta pe­rangkat desa/na­gari setempat dan keterlibatan Pe­mangku Kepen­tingan seperti Ke­pala Daerah (Bupati), Ins­tan­si-instansi Peme­rintahan Da­erah seperti Dinas Ke­sehatan, Dinas Pertanian, Dinas Pangan dan Peri­kanan, Dinas Kope­rasi, Usaha Kecil, Menengah dan Per­da­gangan dan Kantor Kemen­terian Agama yang ber­kon­tribusi dalam merancang, melak­sanakan dan meng­eva­luasi kegiatan inovasi ini, se­hingga memungkinkan inovasi ini akan terus berkelanjutan.

GL-Pro Sasabesa tidak hanya dikembangkan di Jorong Beringin Sakti Nagari Taratak Tinggi, akan tetapi dapat dikem­bangkan di seluruh wilayah semua wilayah Republik Indonesia.

“Di Kabupaten Dhar­mas­raya saja sudah 17 Jorong/ Nagari yang mereplikasi GL-Pro Sasabesa. Dalam tempo 3 tahun inovasi GL-Pro Sasa­besa akan dikembangkan dise­luruh wilayah Kabupaten Dhar­masraya, ” ungkapnya “Selain itu kegiatan ini juga tidak mem­butuhkan anggaran yang be­sar, hanya memerlukan biaya operasional, peralatan dan sarana prasarana se­perlunya, ” pungkasnya. (gus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional