Close

Menuju Padangpariaman Berjaya Dengan UMKM, Tekan Pengangguran, Produksi UMKM Masukan ke Dalam E Katalog

PELATIHAN—Bupati Suhatri saat pelatihan pelaku UMKM.

Menuju Padangpa­riaman berjaya dibawah pimpinan Bupati Padangpariaman Suhatri Bur bersama Wakilnya, Rahmang sangat komitmen dalam memajukan daerah de­ngan serba eletronik. Se­bab, dengan elektornik berbagai jenis produksi yang ada di Kabupaten Padangpariaman dapat dipasarkan secara eletro­nik. Salah satunya, Usaha Mikro Kecil dan Mene­ngah (UMKM) yang ada di Kabupaten Padangpariaman. Atas dasar itulah, kemarin, Bagian Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Kabupaten Padangpariaman se­ka­rang adakan Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan E-Katalog lokal daerah.

Bupati Padangpariaman Suhatri Bur mengaku sangat mendukung kegiatan tersebut, karena itu semua untuk pencapaian visi dan misinya sebagai kepala daerah di Kabupa­ten Padangpariaman. “Du­kungan semua pihak sangat menentukan agar semuanya berjalan lancar,” kata Suhatri Bur. Apalagi katanya, E-Katalog atau Katalog Elektro­nik merupakan bagian dari metode pembelian barang dan jasa melalui e-Purchasing dengan menggunakan produk dalam negeri. Pencadangan dan pelaksanaan belanja ter­sebut diperuntukan bagi paket untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Dalam hal ini katanya, Pemkab Padangpariaman  akan terus mendorong seluruh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Padang­pariaman untuk masuk dalam E-katalog Pengadaan Barang dan Jasa. Ka­tanya, hal ini sebagai u­paya untuk mengembangkan dan memajukan UMKM yang ada di Kabupaten Padangpariaman. Apalagi menurutnya hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menginginkan untuk mencintai produk dalam negeri. “Kami Pemkab Padangpariaman komitmen untuk mendaftarkan seluruh UMKM yang ada di Kabupaten Padangpariaman untuk masuk dalam E-katalog. Insya Allah seluruh UMKM kita yang ada di Kabupaten Padangpa­riaman bisa lebih baik, maju dan berjaya di masa yang akan datang menuju Padangpariaman berja­ya,” ungkapnya.

Dikatakan, jika UMKM yang ada di Kabupaten Padangpariaman diakomodir masuk oleh semua oihak ke dalam E-katalog pasti akan lebih ber­kem­bang yang tentunya akan berkontribusi pada rekrutmen tenaga kerja sehingga menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Padangpa­riaman. “Karena ketika UMKM kita maju, bisnis­nya berkembang maka itu Insya Allah akan berkontribusi pada rekrutmen tenaga kerja sehingga Insya Allah kita bisa menekan angka pengangguran dan kemiskinan yang ada di wilayah Kabupa­ten Pa­dangpariaman,” ujarnya.

Kedepan katanya, ia meminta pembelanjaan barang dan jasa Pemkab Padangpariaman tidak lagi di luar daerah. Misalnya pengadaan bangku pada Dinas Pendidikan, dirinya berharap menggunakan produk lokal. “Sehingga ini bisa membangkitkan kembali pro­duk dalam negeri dan kita kembali lebih cinta produk dalam negeri dan UMKM kita bisa berakselerasi dengan baik,” harapnya.

Ditambah lagi jelas­nya,  Pemerintah Pusat melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mengeluarkan kebijakan untuk mengakomodir minimal 40 persen dalam E-katalog adalah produk dalam negeri.  Sementara Kabag LPBJ Kabupaten Padangpariaman Alfiardi menyampaikan, berda­sarkan Peraturan Pre­siden nomor 16 tahun 2018, Pemerintah Daerah diminta untuk memperba­nyak penggunaan produk da­lam negeri karena setiap aksesnya tercatat secara elektronik. “Adapun manfaat dari e-katalog lokal yakni cepat, mudah, dan tercatat secara elektro­nik. Baik itu barang, pekerjaan kontruksi, serta jasa lainnya sehingga pembelanjaan Pemda lebih praktis dan transparan,” jelas Afriadi dalam rapat tersebut, kemarin.

Alfiardi menambahkan, hal ini merupakan koordinasi awal dan Instruksi Presiden nomor 2 tahun 2022 yang mana menuntut percepatan terkait input produk dalam negeri ke produk UMK dan Koperasi untuk masuk ke dalam katalog lokal. Kemudian Kepala Daerah diminta untuk memerintahkan OPD untuk belanja produk dalam negeri me­lalui program katalog lo­kal. “Kita juga mengajak DPMPTP dan Disdagna­kerkop UKM untuk dapat mendorong penyedia ba­rang yang berpotensi untuk mempercepat membuat NPWP dan persyaratan lainnya apabila ada yang dibutuhkan sehingga bisa ditampilkan di etalase E-Katalog,” ungkapnya.

Produk yang tersedia di etalase e-katalog saat ini berjumlah 10 produk. Adapun ke sepuluh produk tersebut adalah alat tulis kantor, aspal, bahan material, bahan pokok, Beton Ready Mx, jasa keamanan, jasa kebersihan, makanan dan minuman, pakaian dinas dan kain tradisional, serta servis kendaraan.

Sebelum ditutupnya rapat, Alfiardi menambahkan agar E- katalog dapat digunakan secara maksimal penyedia harus segera menyediakan kebutuhan yang akan di belanjakan oleh pengguna E-katalog kapan perlu kita adakan kunjungan ke pe­nyedia barang atau jasa yang berpotensi,” tutup­nya mengakhiri.

Sementara itu, dalam rapat yang digelar selama satu hari tersebut dihadiri oleh instansi terkait yakni, Bagian Ekonomi, DPMPTP, Disdagnakerkop dan UKM yang mendapatkan dukungan penuh untuk dilaksanakannya percepatan E- Katalog lokal Daerah ini. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top