Close

Menuju Net Zero Emission (NZE) 2060 PLN Bangun PLTA Masang II di Sumatera Barat

PT PLN (Persero) terus berupaya melaksanakan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) tahun 2060. Untuk mencapai target NZE 2060 tersebut maka PLN tidak melakukan penambahan pembangkit berbahan bakar batubara serta melakukan transisi pembangkit batubara ke pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) secara bertahap. Saat ini PLN melaksanakan akselerasi penambahan pembangkit listrik berbasis energi bersih atau EBT.

Didalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) tahun 2021 – 2030, Sumatera Barat saat ini memiliki kapasitas pembangkit sebesar 772,5 megawatt (MW) dengan beban puncak kebutuhan tenaga listrik sebesar 737 MW pada tahun 2022. Maka untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik sampai tahun 2030 diperlukan pembangunan pembangkit di Sumatera Barat.

Salah satu pembangkit EBT yang akan dibangun di Sumatera adalah PLTA Masang II, yang berlokasi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat dengan kapasitas 2 kali 22 MW. PLTA Masang II direncanakan akan dibangun pada lahan seluas 89,7 Ha, konstruksinya akan dimulai pada tahun 2023 dan dijadwakan beroperasi pada tahun 2027, dengan pendanaan berasal dari Badan Pembangunan Prancis atau Agence Francais de Developpement (AFD).

Jumat, 11 November 2022 bertempat di Kantor Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam dilaksanakan Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan kajian dokumen Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) dan Land Acquisition and Resetlement Action Plan (LARAP) untuk kegiatan pembangunan PLTA Masang II dan jaringan SUTT 150 kilo volt (kV) PLTA Masang II – GI Padang Luar.

Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Tengah 2 yang saat itu diwakili oleh Pejabat Pelaksana K3L dan Keamanan, Theodore Pramana menyampaikan bahwa Kajian ini merupakan dokumen awal dalam rangka pembangunan PLTA Masang II. Dikarenakan pembangunan PLTA Masang II ini menggunakan pendanaan dari pinjaman luar negeri yang dalam hal ini adalah berasal dari Badan Pembangunan Prancis atau AFD maka mensyaratkan adanya dokumen ESIA dan LARAP.

Lebih lanjut Theo menyampaikan bahwa untuk menyalurkan energi listrik dari PLTA Masang II, akan dibangun jalur transmisi SUTT 150 kV menuju GI Padang Luar berada di wilayah Kecamatan Banuhampu yang posisinya tidak jauh dari Kota Bukittinggi. Jaringan transmisi ini nantinya akan melewati beberapa Kecamatan di Kabupaten Agam.

Ilham selaku perwakilan dari PT Haskoning Indonesia yang merupakan konsultan PLN dalam penyusunan dokumen ESIA dan LARAP dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa studi ini dibutuhkan oleh investor yang akan membiayai proyek pembangunan PLTA Masang II ini. Dalam studi ini ada 2 kegiatan utama yang akan dilaksanakan, pertama adalah analisis dampak lingkungan dan sosial mengacu kepada peraturan dan pedoman – pedoman internasional, kedua adalah rencana akuisisi lahan dan rencana pemindahan aset. Pada saat studi juga akan diidentifikasi pihak-pihak pemangku kepentingan dalam proses pembangunan PLTA Masang II. Nantinya dokumen dan hasil studi tersebut menjadi pedoman bagi PLN dalam melaksanakan pembebasan lahan dan pelaksanakan pembangunan.

Kegiatan Konsultasi Publik tersebut menghadirkan perwakilan dari pemerintah daerah Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman Barat yang daerahnya terdampak pembangunan PLTA dan jaringan transmisi diantaranya, Camat Bonjol, Camat Palembayan, Camat Palupuh, Camat Tilatang Kamang, Camat Ampek Angkek dan Camat Banuhampu. Disamping pemerintah daerah, kelembagaan adat seperti Wali Nagari, Kepala Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan Wali Jorong juga turut hadir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top