Close

Menuju Era Digitalisasi Data, Seluruh Program Pemerintah Akan Gunakan NIK

FOTO BERSAMA— Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zuldan Arif Fakhrulloh bersama Wagub Sumbar, Audy Joinaldy, Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Sumbar, Besri Rahmat, bupati dan wali kota, saat Rakor Dinas Dukcapil se-Sumbar di Padang foto bersama.

PADANG, METRO–Semua program pemerintah akan mengguna­kan nomor induk kependu­dukan (NIK). Mulai dari pro­gram pengentasan ke­mis­kinan, stunting, bantuan sosial, vaksin hingga hing­ga pengurusan izin usaha. Semuanya cukup meng­gunakan satu nomor iden­titas.  “Memasuk era integrasi data, basis kita adalah NIK. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) wajib mengintegrasikan semua nomor menjadi NIK,” tegas Dirjen Dukcapil Kementerian Da­lam Negeri (Kemendagri), Zul­dan Arif Fakhrulloh, saat menghadiri Rapat Koor­dinasi (Rakor)  Disdukcapil se-Sumbar di Padang, Rabu (13/10).

Menurutnya, tata pengelola pemerintahan mulai fokus pada single identity number, dengan NIK sebagai kunci akses verifikasi data. Ia juga meminta dukungan di tingkat kabupaten dan kota untuk mensupport single identity num­ber ini. “NIK kunci akses dalam verifikasi data, kita juga lengkapi dengan teknologi face recognition,” terangnya. “Saya juga mohon dukungan pemerintah kabupaten, kota dan Provinsi Sumbar untuk melangkah memasuki era digital, kita akan mulai menghapus fotocopy, meng­gan­tinya dengan digital id,” harapnya.

Rencana kebijakan pemerintah menggunakan NIK melaksanakan programnya nanti, direspon langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Audy Joinaldy. Menurutnya, data kependudukan dapat dijadikan basis data pengambilan keputusan dan mendukung program dan kegiatan OPD dan instansi lain di Sumbar.

Hal ini menurutnya ber­guna menjamin ter­ca­pai­nya program -program strategis daerah. Baik itu tingkat Provinsi Sumbar maupun kabupaten/ kota. “Data dan dokumen kependudukan dapat menjadi suporting dalam pencapaian kinerja dengan me­wu­judkan keterpaduan pe­ren­canaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengenda­lian pembangunan yang di­dukung data akurat, mutakhir, terpadu, dapat diper­tang­­gungjawabkan,” kata Audy.

Ia menyebut dengan memakai data kependudukan, akan memudahkan dalam evaluasi keberhasilan suatu program. Sehingga lebih terukur dan akuntabel. Apalagi Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) su­dah mencanangkan Satu Data Indonesia yang di­kuat­kan dengan Peraturan Presiden Nomor 39 tahun 2019.

Satu Data Indonesia adalah kebijakan tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagi-pakaikan.  Salah satu cara untuk dapat mencapai tujuan satu data tersebut, dengan me­ng­­integrasikan data Dinas Dukcapil dengan data instansi lain. Karena data kependudukan dapat digunakan untuk semua keperluan.

Menurut Audy, di Pemprov Sumbar, sudah ada 19 Or­ganisasi Perangkat Da­erah (OPD) yang melakukan perjanjian kerjasama dengan Dinas Dukcapil Sumbar. Dari 19 OPD tersebut, delapan OPD sudah mendapatkan hak akses.  OPD tersebut mengguna­kan data kependudukan dalam pelaksanaan tugas, program dan kegiatan. Se­perti, Dinas Keuangan Da­erah. Dengan aplikasi pajak progresif di Samsat Online Provinsi Sumbar untuk mem­berlakukan pajak progresif kendaraan bermotor. Saat ini Bakeuda Pro­vinsi Sumbar sudah dapat kuota 10.000 NIK setiap harinya. Berdasarkan evaluasi, penggunaan data dukcapil tersebut, dapat meningkatkan pendapatan dari pajak kendaraan.

Kemudian OPD Lingkup Pertanian (Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan), menggunakan da­ta kependudukan untuk ve­ri­fikasi tenaga kerja ling­kup pertanian dan basis data untuk pemberian bantuan-bantuan program.  Dinas Sosial untuk data kemiskinan dan bantuan sosial, Dinas Pariwisata untuk data pengunjung wisata dan pekerja terkait pariwisata. Dinas Pendidikan untuk data guru dan juga untuk verifikasi dan validasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA, SMK dan SLB.

Dinas Kesehatan, mencatat kelahiran dan kematian, verifikasi data BPJS kesehatan, verifikasi dan validasi data stunting, verifikasi penerima vaksin Covid-19. Dapat juga tracing keluarga dari masya­ra­kat yang terkonfirmasi Co­vid-19. “Sebetulnya semua OPD dapat menggunakan data dukcapil untuk mempercepat pelaksanaan tugas masing-masing. Misalnya data pengunjung di Perpustakaan Daerah, data UMKM, data Tenaga Kerja dan kepesertaan BPJS Tenaga Kerja, data Seniman dan Budayawan,” ujarnya.

Untuk itu, demi kem­u­da­han evaluasi di akhir pe­lak­sanaan program, Au­dy berharap seluruh OPD terutama Bappeda Sumbar sebagai basis perenca­naan mulai berfikir menggunakan data kependudukan sebagai basis data.  “Saya juga mengharapkan semua inovasi terkait dengan aplikasi menyangkut orang banyak, agar berbasiskan NIK. Agar penanganan program dapat langsung menyentuh ma­sya­rakat,” katanya.

Terkait pelaksanaan Pe­milu 2024, Audy juga me­ngingatkan agar Dinas Duk­capil bisa segera mela­ku­kan perekaman data ke­pendudukan hingga 100 per­sen. Saat ini jumlah penduduk Sumbar berda­sarkan data konsolidasi bersih semester I tahun 2021 sebanyak 5.596.336 jiwa. Jumlah wajib e-KTP sebanyak 3.956.525 jiwa, jumlah yang sudah rekam 3.843.607 jiwa atau sebesar 97,15%. Artinya masih ada 2,85% lagi yang belum me­la­kukan perekaman e-KTP.  “Ini kewajiban kita sebagai pemerintah untuk meme­nuhi kebutuhan masya­rakat terhadap dokumen kependudukan. Apalagi dihubungkan dengan penyiapan data untuk Pemilu pada tahun 2024, diharapkan semua penduduk yang sudah wajib KTP sudah memiliki e-KTP. Dinas Dukcapil Provinsi Sumbar dan Dinas Dukcapil Kabupaten Kota sudah harus melakukan langkah-langkah kong­krit untuk mencapai target tersebut,” tegasnya.

Kepala Dinas Dukcapil Sumbar, Besri Rahmat me­nyam­paikan, pihaknya telah melaksanakan kerjasama dengan 19 dari 51 OPD Provinsi Sumbar. Sebanyak 10 di antaranya, telah menggunakan Hak Akses Web Portal Kependudukan. “Harapan kita kerjasama ini dapat segera dilakukan dengan seluruh OPD. Dengan begitu nantinya semua OPD dapat menggunakan data Dukcapil untuk program dan kinerja masing-masing,” ujar Rahmat.(fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top