Menu

Menteri PDTT : Kemiskinan Ekstrem Dientaskan Paling Lambat 2024

  Dibaca : 73 kali
Menteri PDTT : Kemiskinan Ekstrem Dientaskan Paling Lambat 2024
DIALOG—Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dialog dengan Mahyledi dalam kunjungannya ke Sumbar, Jumat (27/8).

PADANG, METRO–Kemiskinan ekstrem di desa atau nagari di Indonesia akan dientaskan se­cara bertahap sehingga ditargetkan menjadi nol persen pada 2024. “Ke­menterian Desa PDTT ditu­gaskan Presiden untuk me­l­akukan percepatan pe­mulihan ekonomi nasional level desa. Kuncinya ada­lah menggerakkan pere­konomian di desa karena itu kita fokus pada desa wisata, BUMDes. Akhirnya akan bermuara pada per­cepatan penurunan ke­miskinan,” kata Menteri Desa, Pembangunan Da­erah Tertinggal dan Trans­migrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat mengunjungi Sumbar, Ju­mat (27/8).

Ia mengatakan saat ini pihaknya sedang melak­sanakan pilot project pada 7 provinsi di Indonesia untuk percepatan penu­runan masyarakat miskin eskrem itu. Dari tujuh pro­vinsi itu dipilih lima kab­u­paten/kota, dari lima ka­bupaten itu dipilih lagi lima kecamatan dan dari lima kecamatan itu dipilih lima desa termiskin. Dan dari desa itu dipilih masyarakat yang mengalami kemis­kinan ekstrem.  “Datanya disasar dari bawah by na­me by adress sehingga tepat sasaran,” ujarnya.

Program itu pada saat­nya juga akan menyentuh semua provinsi termasuk Sumbar sehingga pada 2024 tidak ada lagi masya­rakat miskin ekstrem di Indonesia.

Ia menjelaskan program itu terdiri dari dua langkah. Langkah pertama adalah mengurangi penge­luaran masyarakat miskin melalui berbagai program seperti BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Pin­tar.

Dengan BPJS Kese­ha­tan masyarakat miskin tidak perlu memikirkan pengeluaran untuk kese­hatan sementara pen­di­dikan akan juga sudah dija­min oleh Kartu Indonesia Pintar. Langkah kedua ada­lah peningkatan penda­patan. Dengan sedikit pe­nge­luaran dan me­ning­katkan pendapatan akan mengentaskan kemiskinan pada satu termen.

Peningkatan penda­pa­tan itu dilakukan dengan mendorong perekonomian di desa melalui berbagai program seperti Desa Wi­sata maupun BUMDes.

Gubernur Sumbar Mah­yeldi dalam kesempatan tersebut mengatakan program yang dilaksanakan Kementerian Desa PDTT untuk mempercepat pe­mulihan ekonomi di tingkat nagari/desa itu sangat se­jalan dengan struktur ke­masyarakatan dan peme­rintahan di Sumbar.

Ia menyebut di Sumbar potensi terbesar itu me­mang berada di nagari. Kekuatan ikatan antar ma­syarakat di ranah dan di rantau paling kuat di na­gari. “Karena itu selalu kita sam­paikan jika ingin mem­ba­ngun Sumbar, harus dimulai dari nagari,” ujar­nya.

Mahyeldi juga katakan berbagai program telah menyentuh nagari seperti Dana Desa. Meski secara nasional pencairan program itu sudah masuk 10 besar, namun masih ada beberapa daerah yang ku­rang maksimal. “Pemprov Sumbar dalam memajukan nagari selalu mendorong  percepatan pemanfaatan Dana Desa ini,” katanya. Gubernur berharap Ke­menterian Desa PDTT bisa menurunkan program ung­gulan ke daerah ini guna memajukan pem­bangunan nagari-nagari di Sumbar. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional