Menu

Menteri Kelautan dan Perikanan Sebut Kedatangan ke Sumbar karena Andre Rosiade

  Dibaca : 342 kali
Menteri Kelautan dan Perikanan Sebut Kedatangan ke Sumbar karena Andre Rosiade
BERSAMA MENTERI— Sembilan kepala daerah di Sumbar berfoto bersama dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Anggota DPR RI Andre Rosiade, dalam Pertemuan digelar pada Selasa (13/4) lalu.

ADINEGORO, METRO–nteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi Sumbar, Rabu (2/7). Dia mendarat sekitar pukul 08.30 di VIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Batang Anai Padangpariaman. Man­tan Wakil Menteri Pertahanan (Wa­men­han) ini mengatakan, keda­tangan­­nya ke Sumbar karena diundang oleh anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade.

“Bulan lalu pak Andre Rosiade datang ke kantor kami bersama sembilan Bupati dan Wali Kota me­nyampaikan program-program kelautan dan perika­nan di Sumbar. Program-program yang bisa kita kerja samakan, baik dari daerah maupun program-program dari KKP,” kata Trenggono kepada warta­wan di VIP BIM.

Yang jelas, kata Menteri Trenggono, akan banyak yang bisa dikerjasamakan KKP dengan Kabupaten/Kota di Sumbar. “Terima kasih pak Andre Rosiade yang telah membawa para kepala daerah di Sumbar ke KKP dan sekarang kita akan mulai jajaki kerja samanya. Kami datang untuk mengecek langsung apa yang bisa kita bantu,” katanya.

Untuk pertama, kata­nya, dia mendatangi Bu­ngus Teluk Kabung (Bung­tekab) Kota Padang me­ngun­jungi Pelabuhan Bu­ngus, juga budidaya kerapu nelayan. Dia ingin melihat secara langsung, karena semua punya nilai ekonomi yang tinggi. Sesuai dengan dengan program tero­bo­san KKP dan bisa bero­rien­tasi ekspor.

“Kedua, kami meninjau budidaya perikanan di kam­pung nelayan. Seperti kam­pung gurami dan kam­pung nelayan. Kami minta kepala dinas dan Dirjen di KKP untuk ber­ko­munikasi intensif. Agar pro­gram-program bisa di­kerjasa­ma­kan. Sesuai de­ngan ren­cana KKP untuk pe­ning­katan ekonomi mas­yara­kat, baik perikanan tangkap ataupun perika­nan air ta­war,” kata Treng­gono.

Menteri Trenggono in­gin, para nelayan dan pem­budidaya ikan air tawar di Sumbar memiliki kesejah­teraan yang baik. Sehingga tingkat kemiskinan di ka­langan nelayan dan pem­budidayaan ikan ini ber­kurang. “Meski saya lihat jauh-jauh jaraknya di Kabu­paten/Kota di Sumbar ini, saya akan datangi satu per satu,” katanya.

Trenggono bersama tim akan berada di Sumbar selama tiga hari melak­sanakan kunjungan kerja ke beberapa daerah. Di antaranya meninjau pe­ngo­lahan Tuna di PPS Bu­ngus, kemudian melihat trac­king manggrove, Poli­tek­nik Perikanan dan pele­pasan tukik di Pariaman.

Pada hari kedua, rom­bongan Menteri Kelautan dan Perikanan RI dijad­walkan bertolak ke Suliki Ka­bupaten Limapuluh Ko­ta, meninjau usaha pembe­nihan gurami sekaligus menyerahkan bantuan in­duk gurami dan bantuan per­modalan dari LPUMKP dan dari dirjen budi daya.

Terakhir, pada hari ke­tiga, kunjungan kerja Men­teri Kelautan dan Perikanan RI ini direncanakan akan melihat budi daya patin terintegrasi di Lubuk Min­turun, dan peninjauan budi­daya kerapu di Carocok, Pesisir Selatan (Pessel).

Sebelumnya, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade, mem­bo­yong 9 kepala daerah dari Sumbar bertemu dengan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono. Pertemuan di­ge­lar pada Selasa (13/4).

Para pemimpin daerah yang bertemu Trenggono di Kantor Kementerian Kelau­tan dan Perikanan (KKP), Jakarta itu adalah, Wali Kota Bukittinggi Er­man Safar, Wali Kota Sa­wah Lunto Deri Asta, Wakil Bupati Tanahdatar Richi Aprian, Bupati Sijun­jung Benny Dwifa Yuswir, Wali Ko­ta Pariaman Genius Umar, Bupati Padang Pa­ria­man Suhatri Bur, Wakil Wali Kota Padang Panjang Asrul, Bupati Pesisir Sela­tan Rus­ma Yul Anwar, dan Bupati Solok Zul Elfian Umar.

“Alhamdulillah hari ini kami bersama sembilan kepala daerah di Sumbar bisa bertemu dengan Pak Menteri Trenggono. Sum­bar memiliki garis pantai yang cukup panjang. Kami ingin ada kolaborasi antara pemerintah pusat dan pe­me­rintah daerah untuk me­lakukan pembangunan di Sumbar,” kata Andre.

Andre menyampaikan adanya kebutuhan cold storage yang dikelola pe­me­rintah daerah. Selama ini, katanya, cold storage yang ada dikelola oleh swasta. Dengan adanya cold storage, Andre ber­harap Sumbar mampu men­­jadi daerah peng­ek­spor produk perikanan.

“Aspirasi nelayan kita butuh cold storage yang dikelola pemerintah. Semo­ga dengan adanya cold storage ke depan kita bisa ekspor langsung ke luar negeri. Sebab, pertanian sudah bisa, selama ini mang­gis kita bisa ekspor,” kata Ketua DPD Partai Ge­rindra Sumatera Barat itu.

Para kepala daerah ju­ga menyampaikan kesia­pan berkolaborasi dengan KKP. Dari upaya menda­tangkan investor untuk pengembangan wisata ba­hari di Kota Pariaman dan Kabupaten Pesisir Selatan, kebutuhan sarana tangkap ikan serta pembangunan pasar ikan di Kabupaten Padang Pariaman, hingga pemanfaatan danau bekas tambang batu bara di Kota Sawah Lunto dan Kabu­paten Sijunjung untuk budi daya ikan.

Selain itu, ada upaya men­cegah kepunahan Ikan Bilih, ikan endemik Danau Singkarak yang ter­le­tak di Kabupaten Tanah Datar, yang kini terancam punah. Lalu kebutuhan untuk pembibitan ikan air tawar di Kabupaten Sijun­jung, pemberdayaan usa­ha perikanan di Kota Pa­dangpanjang, hingga ke­sia­pan Kota Bukittinggi men­jadi tuan rumah kegia­tan kuliner berbahan ikan. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional