Menu

Menko Maritim dan Investasi Bakal Kunjungi Sumbar, Wagub Siapkan Kebutuhan Anggaran Teluk Tapang dan Trans Mentawai

  Dibaca : 252 kali
Menko Maritim dan Investasi Bakal Kunjungi Sumbar, Wagub Siapkan Kebutuhan Anggaran Teluk Tapang dan Trans Mentawai
Nasrul Abit

PADANG, METRO
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan bakal mengunjungi Provinsi Sumbar selama tiga hari, pada Senin, 9 Maret nanti.

Untuk menindaklanjuti kehadiran Luhut ini, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit bersama jajaran OPD Pemprov Sumbar untuk menyiapkan berbagai rincian rencana pembangunan bidang kemaritiman kepada  Luhut nantinya, melalui rapat koordinasi yang dilaksanakan, Rabu (4/3) di ruang kerjanya.

“Kita telah melaksanakan rapat singkronisasi menindaklanjuti Keputusan Presiden RI,  bahwa Sumbar mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) yang anggarannya cukup besar,” sebut Nasrul Abit.

Ia mengatakan,  OPD  terkait diminta melakukan persiapan dan pengumpulkan bahan atau dokumen progres yang dibutuhkan. Nasrul Abit mengatakan, rapat kordinasi tersebut merupakan upaya singkronisasi mempersiapkan kebutuhan anggaran untuk pembangunan Teluk Tapang, di Kabupaten Pasaman Barat dan kelanjutan pembangunan Trans Mentawai di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Hasil rapat tersebut akan disampaikan kepada Luhut saat berkunjung ke Sumbar nanti. Kita dapat dana dari pusat untuk pembangunan Teluk Tapang dan Mentawai. Sekarang dirinci beberapa kebutuhan jalan dan berapa kebutuhan untuk pelabuhan yang di Pasaman Barat,” jelasnya.

Ia menambahkan,  di Teluk Tapang ada 32,5 kilometer lagi jalan  yang belum terbuka. Ini kalau bisa disentuh dulu semua sampai 2020 hingga 2021. Ia berharap Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar untuk membuat perencanaannya, sebab kekuatan jalan yang dibutuhkan dengan kekuatan beban 30 ton.

“Selain itu juga ada lahan sawit yang dilintasi dan lain-lain, serta ada jalan dengan ketinggian 30 meter ke pelabuhan Teluk Tapang dengan elevasi tinggi. Ini juga kita serahkan ke Kabupaten Pasaman Barat untuk biayanya. Semoga jelang 2022 jalan ke pelabuhan sudah bisa dilalui,” terangnya.

Terkait pembangunan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Nasrul Abit menyampaikan ada beberapa daerah yang masih perlu pembebasan lahan. Ini menjadi tugas dari  dinas kehutanan berkoordinasi dengan BKSDA, karena jalannya melewati Taman Nasional Siberut.

“Kita akan coba lakukan rapat lanjutan dengan pembagian pekerjaan ini per-segmen. Sebab ada perlu diprioritaskan untuk pekerjaan yang harus tuntas dalam lima tahun ke depan,” ungkapnya.

Nasrul Abit menambahkan, sekarang jalan yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai dibuka dulu, jika ada masalah pada permintaan jalan dari Barat ke Timur dalam melewati beberapa desa nantinya, maka akan diupayakan cari solusi untuk tindaklanjutnya.

“Kita akan terus melakukan koordinasi kabupaten/kota dalam rangka pengusulan pembangunan proyek strategis di Sumbar, termasuk dengan seluruh dinas terkait dalam upaya percepatan pembangunan Sumbar,” pungkasnya.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional