Close

Menko Airlangga Nilai Pemulihan Ekonomi Nasional Sudah di Jalur Tepat

Airlangga Hartarto.

JAKARTA, METRO–Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Air­langga Hartarto mengatakan bahwa Indonesia sudah berada pada jalur yang tepat dalam pemulihan ekonomi nasional. Pasalnya, penanganan Covid-19 yang lebih baik telah membangkitkan aktivitas ekonomi domestik.

Indonesia juga telah mengimplementasikan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang berfokus kepada insentif bisnis dan dukungan terhadap UMKM. “Dengan menjamin inklusivitas, kita akan dapat membangun masyarakat yang berdaya tahan lebih kuat setelah pandemi,” tutur dia, Jumat (13/5).

Sebagai hasilnya, ekonomi Indonesia mampu tumbuh di kisaran 5,01 persen pada juartal I-2022, lebih baik daripada Tiongkok (4,8 persen), Jerman (4 persen), Korea Selatan (3,1 persen) dan Singapura (3,4 persen). Pertumbuhan yang kuat juga didukung oleh stabilnya inflasi, yang tercatat sebesar 0,95 persen (mtm) dan 3,47 persen (yoy) pada April 2022.

Angka tersebut masih dalam rentang target 3±1 persen (yoy) di tengah kenaikan harga komoditas pangan dan energi dan kenaikan inflasi di beberapa negara. Menurutnya, sektor eksternal juga bertahan cukup baik, yakni neraca perdagangan masih men­catatkan surplus dalam 23 bulan berturut-turut, termasuk nilai tukar dan IHSG masih kuat dan rasio utang eksternal Indonesia terhadap PDB masih berada di level aman.

“Proyeksi ekonomi yang membaik juga akan menciptakan kepercayaan diri publik dan investor, sehingga aktivitas ekonomi lokal akan meningkat pula,” ucap Airlangga.

Untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi dan meraih pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, pemerintah meyakini bahwa kuncinya adalah dengan memperkuat UMKM. Dalam sejarah terjadinya berbagai krisis finansial global, UMKM telah terbukti tangguh menjadi penyokong perekonomian nasional.

Kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan PDB tercatat mencapai 60,51 persen dengan kemampuan menyerap tenaga kerja mencapai 97 persen dari total tenaga kerja nasional. Selain itu, UMKM juga memainkan peranan penting untuk meningkatkan investasi dan ekspor Indonesia.

“Total investasi sektor ini mencapai 60,42 persen dari total investasi Indonesia dan berkontribusi sebesar 15,65 persenkepada ekspor non migas nasional,” seru dia.

Pemulihan kegiatan usaha mikro pasca pandemi didorong melalui berbagai kebijakan pemerintah yang pro UMKM, termasuk dengan melakukan akselerasi digitalisa­si untuk membantu pemulihan dan per­kembangan UMKM. Mulai dari kemudahan perizinan, insentif fiskal dan pajak, sertifikasi, akses pasar, pembiayaan, pelatihan, pen­dampingan hingga akses bahan baku.

“Ini didukung dengan menciptakan fair playing field, pembayaran digital, logistik, perlindungan data pribadi, sistem elektronik dan transaksi, serta membangun infrastruktur digital,” pungkasnya. (jpc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top