Close

Menjalankan Program Daerah di Pariaman, Implementasi Kebijakan agar Tercipta Birokrasi Berdaya Saing

DISKUSI— Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin saat diskusi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP).

Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin menyatakan dalam penguatan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan  ( SAKIP) dan percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi di Pemerintah Kota Pariaman tahun 2022 perlu dilaksanakan worshopnya. Workshop ini langsung dibuka Walikota Pa­riaman, Mardison Mahyuddin, dan diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara ( ASN), mulai dari Kepala OPD, Kabag, Kaban, Camat, Pejabat Eselon III dan Kasubag Program di masing-masing instansi yang ada di pemko Pariaman.

“Melalui penguatan SAKIP, dimana sistem ini merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akun­tabilitas keuangan, sehingga pelaksanaan pemerintahan, dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan,” kata Mardison Mah­yuddin, kemarin, usai acara.

Mardison Mahyuddin mengatakan agar setiap uang yang dibe­lanjakan, harus dapat dipertanggung jawabkan, dan setiap ASN harus mampu menjadi pelayan bagi masyarakat, sehingga Reformasi Birokrasi yang diinginkan, dapat terwujud di Kota Pariaman.

“Kami harap dengan adanya Workshop Penguatan Implementasi SAKIP yang kita lakukan hari ini, semoga dapat diikuti sungguh-sungguh oleh semua ASN yang hadir dengan baik, sehingga transfer Knowledge yang disampaikan, dapat dipahami bersama untuk bisa diimplemantasikan nantinya, se­hingga nilai SAKIP Kota Pariaman dapat meningkat,” ungkap­nya.

Katanya di tahun 2021, nilai SAKIP Kota Pariaman berada di Peringkat B, dimana semenjak tahun 2016 sampai 2020, nilai SAKIP Kota Pariaman selalu berada di peringkat CC, sehingga diperlukan percepatan agar nilai SAKIP Kota Pariaman dapat meningkat menjadi peringkat A bahkan AA.

“Evalausi SAKIP menggambarkan kemampuan instansi pemerintah dalam mewujudkan birokrasi yang berorientasi pada hasil dan mengelola perbaikan terhadap delapan area perubahan dilevel instansi mapun level unit dibawahnya,” ujarnya.

Sehingga katanya, meningkatkan kualitas implementasi kebijakan masing-masing area perubahan, degan tercipta birokrasi berdaya saing yang mampu menjalankan semua program peme­rintah Kota Pariaman secara efektif dan efisien.

Berdasarkan predikat hasil evaluasi SAKIP RB, dikelompokan menjadi tujuh peringkat yakni peringkat pertama (AA) adalah sa­ngat memuaskan, peringkat ke­dua (A) adalah memuaskan, peringkat ketiga (BB) adalah sangat baik, peringkat keempat (B) adalah baik, peringkat kelima (CC)  adalah cukup baik, peringkat keenam (C) a­dalah kurang, dan peringkat ketujuh (D) adalah masih sangat ku­rang.

Workshop penguatan implementasi SAKIP dan percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi pada pemerintah Kota Pariaman tahun 2022 ini, menghadirkan narasumber dari Jakarta, yakni asisten deputi koordinasi pelaksanaan kebijakan dan evaluasi reformasi birokrasi, akuntabilitas aparatur dan Pengawasan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB), Akhmad Hasmy, dan jajaran Kemen PAN RB. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top