Menu

Menghindar dari Kasus Korupsi Alkes RSUD, Buronan Polresta Padang Ditangkap di Bogor

  Dibaca : 958 kali
Menghindar dari Kasus Korupsi Alkes RSUD, Buronan Polresta Padang Ditangkap di Bogor
PELAKU KORUPSI— Pengusaha bernama Iswandi Ilyas yang menjadi buronan atas kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan RSUD dr Rasidin Padang ditangkap Satreskrim Polresta Padang di Bogor, Jawa Barat.

PADANG, METRO
Iswandi Ilyas, seorang pengusaha yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polresta Padang sejak 8 Oktober 2019 lalu, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kedokteran, kesehatan dan KB RSUD dr. Rasidin Padang, tahun anggaran 2013 akhirnya ditangkap anggota Polres Bogor, di Kampung Cipelang, Cijeruk Bogor, Provinsi Jawa Barat, Kamis (11/6).

Pria bertubuh gempal tersebut, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Reskrim Polresta Padang sejak 20 Agustus 2019. Diperkirakan, sejak DPO, Iswandi Ilyas sudah sekitar delapan bulan menjadi buronan Polresta Padang.

Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda, melalui keterangan resminya Selasa (17/6), Iswandi Ilyas merupakan satu dari lima tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya oleh jajaran Tipikor Satreskrim Polresta atas kasus dugaan korupsi pengadaan alat kedokteran, kesehatan dan KB RSUD dr. Rasidin Padang tahun anggaran 2013.

“Iswandi Ilyas ditangkap di sebuah rumah kawasan Kampung Cipelang, Cijeruk Bogor, Provinsi Jawa Barat, Kamis (11/6) lalu. Penangkapan dibantu jajaran Polres Bogor serta KPK RI,”ujar Kompol Rico Fernanda.

Usai ditangkap anggota Polres Bogor, anggota Polresta Padang melakukan penjemputan tersangka pada Jumat (12/6).

“Selanjutnya kita dilakukan penahanan di sel tahanan Polresta Padang dan akan menjalani persidangan di pengadilan Tipikor Padang,” kata Rico.

Katanya, sejak ditetapkan sebagi tersangka pada tanggal 20 Agustus 2019, pihaknya sudah melayangkan dua kali surat pemanggilan, namun tersangka tidak mengindahkan panggilan tersebut dengan alasan sakit.

“Pemanggilan pertama berdasarkan surat panggilan Nomor: S. Pgl/206/VIII/2019/Reskrim tanggal 28 Agustus 2019 dan panggilan ke dua, S/Pgl/206.a/IX/2019/Reskrim tanggal 6 September.,” beber Rico.

Karena tidak mengindahkan panggilan tersebut pada 8 Oktober 2019 Polresta Padang akhirnya mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan nomor: DPO/127/X/2019 terhadap tersangka.

“Sejak diterbitkan surat DPO,  Polresta melakukan koordinasi dengan KPK RI dan Polres Bogor untuk mencari lokasi keberadaan tersangka, hingga diketahui keberadaanya dan diamankan,”terang Rico.

Kasat reskrim menjelaskan, tersangka Iswandi Ilyas merupakan seorang pengusaha yang terlibatan dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi. Dalam proyek tersebut dia sebagai rekanan penyedia alat kesehatan (Alkes) di RSUD dr. Rasidin Padang.

“Tersangka akan segera menjalani persidangan menyusul 4 tersangka lainnya, karena berkas perkara terssangka ini telah berada di pengadilan. Kemudian terkait adanya dugaan tersangka lain, tidak tutup kemungkinan akan kami periksa. Akan tetapi, kami akan terus dalami terhadap kasus dugaan korupsi yang mengalami kerugian negara sebesar Rp 5,1 miliar ini,” jelasnya.

Untuk para tersangka akan disangkakan Pasal 2 Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan undang-undang No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 dan Pasal 55 ayat (1) ke 1 e KUHPidana dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun, paling lama 20 tahun hingga hukuman penjara seumur hidup.

“Sementara empat tersangka lainnya yakni Artati Suryani, Ferry Oktaviano, Iskandar Hamzah dan Saiful Palanjui telah dan masih menjalani persidangan di pengadilan Tipikor Padang,”pungkas Rico. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional