Menu

Mengenang 118 Tahun Bung Hatta, Teladani Sosoknya Melalui Rumah Kelahiran

  Dibaca : 216 kali
Mengenang 118 Tahun Bung Hatta, Teladani Sosoknya Melalui Rumah Kelahiran
Bung Hatta

BUKITTINGGI, METRO
Bung Hatta adalah seorang tokoh nasional yang memang dikenal hingga di mata internasional. Tidak ada yang tak kenal sosok pahlawan Indonesia yang satu ini. Bapak bangsa yang dikenal sederhana ini, merupakan putra asli Bukittinggi yang lahir 12 Agustus 1902 silam. Mohammad Hatta, lahir dengan nama Mohammad Athar. Nama Mohammad Athar diberikan kedua orang tuanya, Muhammad Djamil dan Siti Saleha. Athar berasal dari bahasa Arab, yang berarti harum. Namun, karena orang-orang tua dan orang di lingkungan tempat tinggalnya sulit menyebutkan nama Athar, sehari-hari pria yang juga wakil presiden pertama RI itu dipanggil ‘Atta’. Lama kelamaan, sapaan itu berkembang menjadi ‘Hatta’, seperti yang dikenal saat ini.

Bung Hatta menikah dengan Siti Rahmiati Hatta yang memiliki nama asli Rahmi Rachim, 18 November 1945. Dari pernikahan itu, Bung Hatta dan sang istri dikaruniai 3 anak perempuan, Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta dan Halida Nuriah Hatta.

Selama masa hidupnya, Bung Hatta sudah banyak berbuat untuk bangsa Indonesia ini. Dengan buah pemikirannya, ia sukses membangun perekonomian bangsa dan masyarakat melalui koperasi, sehingga ia dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Bung Hatta adalah negarawan dan ekonom Indonesia yang menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia pertama.

Ia bersama Soekarno memainkan peranan sentral dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda sekaligus memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Bung Hatta juga dikenal akan komitmennya pada demokrasi.

Bung Hatta meninggal di Jakarta, 14 Maret 1980 dalam usia 77 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta. Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 23 Oktober 1986 melalui Keppres nomor 081/TK/1986.

Pada umumnya, sejarah Bung Hatta bisa diakses melalui internet ataupun cerita dari tenaga pendidik di bangku sekolah ataupun di perkuliahan. Namun, tak sedikit pula warga yang ingin mengetahui bagaimana sosok Bung Hatta di mata keluarga dan cerita semasa hidupnya, yang memang dikenal sederahana, meskipun lahir dari keluarga yang bisa dikatakan berada.

Salah satu peninggalan sejarah yang bisa dinikmati masyarakat, sebagai wadah dalam menggali sejarah dan mengenal lebih dekat sosok Bung Hatta, adalah rumah kelahiran Bung Hatta. Melalui rumah masa kecilnya yang berlokasi di jalan Soekarno-Hatta No. 37 Bukittinggi, pengunjung bisa mengetahui lebih banyak tentang Bung Hatta, bahkan rumah kelahiran Bung Hatta juga masih dilengkapi dengan beberapa koleksi pemberian keluarga Bung Hatta.

Dengan koleksi itu, menjadikan pemikiran pengunjung pun bisa dibawa ke zaman di mana jejak-jejak kecil Bapak Proklamator itu. Begitu masuk ke dalam rumah kelahiran Bung Hatta, banyak terdapat informasi mengenai Bung Hatta yang bisa dibaca melalui keterangan foto-foto dan benda- benda kenangan Bung Hatta yang ada di ruang tamu.

Dari rumah ini juga dapat mengetahui silsilah keluarga Bung Hatta yang jarang diketahui masyarakat. Pria bernama asli Mohammad Athar ini merupakan anak dari pasangan H. M. Djamil dan Saleha, memiliki satu orang kakak kandung bernama Rafi’ah atau yang akrab disapa Upik dan 4 orang saudara tiri perempuan dari pernikahan ibunya dengan Mas Agus H. Ning.

Naik ke lantai dua, informasi yang akan anda dapatkan adalah tentang kamar tempat Bung Hatta dilahirkan, 12 Agustus 1902. Sementara itu di belakang rumah utama, dapat dilihat tulisan “kamar bujang” di salah satu sudut ruangan. Ruangan ini adalah kamar tempat Bung Hatta menghabiskan masa remajanya sebelum merantau ke Pulau Jawa.

Kamar yang berisi satu tempat tidur, satu lemari dan satu meja belajar serta satu unit sepeda tua adalah saksi bisu bagaimana Bung Hatta menghabiskan hari-harinya di masa kecil hingga beranjak remaja. Selain kamar bujang yang ada di bagian belakang rumah, Bung Hatta juga memiliki satu kamar lagi yang berada di rumah utama yang terletak di depan dekat pintu masuk. Kamar tersebut adalah ruang khusus yang digunakan Bung Hatta untuk membaca, hanya ada meja dan kursi serta tempat tidur untuk beristirahat.

Selain kamar Bung Hatta dan orang tuanya, di rumah kelahiran ini juga terdapat kamar tidur milik kakek dan paman Bung Hatta. Rumah kelahiran Bung Hatta pada awalnya dibangun pada tahun 1860 dan dibangun kembali atas kerja sama Yayasan Pendidikan Wawasan Nusantara (Universitas Bung Hatta) dan Pemko Bukittinggi dimana peresmiannya dilakukan 12 Agustus 1995 oleh Menteri Negara Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Azwar Anas. Pembangunan kembali rumah kelahiran Bung Hatta ini tetap mempertahankan bentuk aslinya, tujuannya agar kenangan tentang masa kecil Bung Hatta tetap terjaga. Rumah kelahiran Bung Hatta ditetapkan sebagai salah satu benda cagar budaya dan dilindungi UU Nomor 11/2010.

Saat ini pengelolaan rumah kelahiran Bung Hatta diserahkan ke pemerintah Kota Bukittinggi, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Bukittinggi. Pada 12 Agustus 2020 ini, Bung Hatta genap berusia 118 tahun. Tak ada salahnya bagi masyarkat, khususnya warga Bukittinggi, untuk kembali mengenal lebih dekat sosok Bung Hatta dengan datang langsung ke rumah kelahiran Bung Hatta. Bahkan, tak sedikit pula yang pengunjung luar daerah, yang datang ke Bukittinggi untuk mengunjungi rumah kelahiran Bung Hatta. (**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional