Menu

Mengaku Timses Wabup, Wartawan dapat Kata tak Menyenangkan

  Dibaca : 145 kali
Mengaku Timses Wabup, Wartawan dapat Kata tak Menyenangkan
DISKUSI— Para wartawan dari anggota Balai Wartawan (BW) berdiskusi membahas perbuatan yang tidak mengenakan mengaku dari timses Wabup, di Markas BW.

LIMAPULUH KOTA, METRO
Dua orang wartawan yang bertugas di Limapuluh Kota, batal melakukan konfirmasi kepada Wakil Bupati Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan N, Selasa (16/3) sekitar pukul 14.30 WIB, karena mendapat kata-kata tidak mengenakkan dari oknum yang menyebut dirinya timses di ruang tunggu. Keduanya ditanya, dari mana dan pada Pilkada 2020 lalu memilih calon yang mana.

Perkataan tidak mengenakkan itu terhadap wartawan yang disampaikan oleh oknum yang mengaku tim sukses (timses), terkesan seolah-olah ingin menghalang-halangi kedua wartawan tersebut untuk meminta konfirmasi kepada orang nomor dua di Kabupaten Limapuluh Kota.

Mendengar kata-kata tidak mengenakkan itu akhirnya kedua wartawan itu tidak jadi masuk keruangan Wakil Bupati Rizki Kurniawan N. Padahal kedatangan keduanya adalah untuk menunaikan proyeksi dari pimpinan redaksi tempat wartawan tersebut bertugas.

Heboh perlakuan tidak menyenangkan yang diterima kedua wartawan itu ternyata tidak hanya berakhir di kantor bupati saja. Pada Rabu (17/3), perkataan tidak mengenakkan terhadap pekerja pers itu menjadi pembicaraan di Balai Wartawan dan menimbulkan berbagai reaksi di kalangan wartawan.

Wartawan TV yang bertugas di Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, yang mendapatkan kata-kata tidak mengenakkan itu, Ikhlasul Ihsan membenarkan terjadinya peristiwa yang tidak menyenangkan tersebut.

“Memang benar, saat saya di ruang tunggu wabup bersama dua wartawan lain ada oknum timses yang menanyakan dari mana dan pilihan saya pada Pilkada 2020 lalu,” kata Ihsan.

Dia menyebut, tujuannya bertemu dengan orang nomor Dua di Kabupaten Limapuluh Kota adalah untuk menunaikan tugas dari pimpinan redaksi tempatnya bekerja. “Karena kejadian itu saya akhirnya batal melakukan klarfikasi dengan wabup,” katanya.

Menanggapi kejadian itu, Sekretaris Balai Wartawan Luak Limopuluah, Rino Chandra menyesalkan adanya perlakuan tidak mengenakkan yang dilakukan oknum timses tersebut. “Secara prinsip jurnalis harus netral, sehingga pertanyaan dukung mendukung itu tidak pantas dilontarkan oleh orang-orang yang berada di sekitar wabup,” kata Rino.

Menurutnya, kedatangan wartawan ke ruangan wabup itu adalah untuk menunaikan tugas jurnalis sesuai dengan arahan redaksi. “Tindakan ini tentunya merusak citra Rizki Kurniawan sebagai Wakil Bupati Kabupaten Limapuluh Kota,” tegas dia.

Wakil Koordinator BW Luak Limopuluah, Mardikola Tri Rahmad juga mengeluarkan pernyataan keras atas tindakan tidak menyenangkan yang diterima wartawan tersebut.

“Yang jelas RIzki Kurniawan N adalah Wakil Bupati Limapuluh Kota, milik warga Limapuluh Kota dan bukan hanya milik oknum timses. Apalagi kawan-kawan wartawan yang datang menjalankan tugas jurnalis,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi hal serupa kembali terjadi ke depannya, dia berharap kepala daerah untuk memberikan edukasi terhadap orang-orang di sekitarnya maupun staff untuk dapat bekerja profesional dan tidak elergi atau menutup ruang terhadap warga Limapuluh Kota apalagi wartawan untuk melakukan konfirmasi.

Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan N yang dikonformasi oleh wartawan dari Balai Wartawan terkait peristiwa itu mengaku tidak mengetahuinya. “Carilah siapa oknumnya. Karena semua orang bisa mengaku timses. Di pintu masuk ruangan saya ada Eko, Buya, Mulyadi, dan Doni,” katannya melalui pesan singkat WhatsApp kepada wartawan.

Menurutnya, staf yang resmi di ruangannya adalah empat orang tersebut. Selain orang-orang itu tidak ada staf resmi. “Yang lain saya tidak tahu. Silahkan konfirmasi ke orang bersangkutan saja,” tulisnya melalui pesan singkat WA ketika ditanya wartawan. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional