Menu

Menerobos, Mobil Pikap Remuk Ditabrak Kereta Api

  Dibaca : 491 kali
Menerobos, Mobil Pikap Remuk Ditabrak Kereta Api
EVAKUASI— Polisi bersama Basarnas mengevakuasi mobil pikap yang remuk ditabrak kereta api bandara. Sedangkan sopir, meninggal di rumah sakit.

PADANG, METRO
Mengalami mati mesin ketika melewati perlintasan rel, mobil pikap Gran Max ditabrak kereta api Minangkabau Express di Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Ta ngah, Rabu (4/3) sekitar pukul 11.10 WIB. Akibatnya, satu orang mengalami luka parah dan meninggal di RSUP M Djamil Padang.

Korban kritis merupakan sopir mobil pikap bernama Yopi Oktara (41) warga Komplek Perumahan Singgalang, Kelurahan Batang Kabung Ganting Kecamatan Koto Tangah. Sementara mobil korban yang sempat terseret sejauh 200 meter terlihat remuk dan membutuhkan waktu lebih kurang dua jam untuk mengeluarkan badan mobil yang lengket di bagian kepala kereta api.

Sedangkan kereta api mengalami kerusakan pada selang gas bagian depan dan baru bisa beroperasi kembali setelah di lakukan perbaikan oleh mekanik kereta api yang datang ke lokasi. Penumpang kereta api tujuan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terpaksa turun dari kereta api dan mencari alternatif lain agar tidak terlambat sampai di bandara.

Kapolsek Koto Tangah Kompol Rico Fernanda menyebutkan, berdasarkan keterangan saksi, awalnya mobil terlihat beriringan dengan kereta api tersebut,  dari arah Tabing menuju Lubuk Buaya. Tetapi, mobil BA 8735 AB saat di jalan raya berusaha memotong laju kereta api dan setelah itu memaksakan untuk melintasi perlintasan kereta api.

“Ketika berada di atas rel, tiba-tiba saja mobil korban mengalami mati mesin dan berhenti tepat. Akhirnya mobil tersebut tertabrak kereta api hingga diseret sejauh lebih kurang 200 meter. Saat kereta api berhenti, warga langsung mengevakuasi pengendara mobil dan dibawa ke rumah sakit. Korban dikabarkan sudah meninggal dunia,” ungkap Rico.

Setelah pengendara di evakuasi ke rumah sakit, selanjutnya di lakukan proses penarikan mobil yang melekat ke kepala kereta api. Kereta api mengalami kerusakan pada selang gas bagian depan, setelah selesai diperbaiki Kereta Api B26 Minangkabau Express melanjutkan perjalanan ke BIM. ”Kita sudah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang Gustavianof mengatakan, terkait kondisi korban setelah mengalami kecalakaan itu, secara medis korban dinyatakan meninggal dunia karena mengalami cedera parah dibagian kepala, sehingga nyawanya tak tertolong lagi.

“Kami mencoba memberikan pertolongan semaksimal mungkin terhadap korban. Karena luka parah di bagian kepala hingga mengeluarkan banyak darah, sekira pukul 14.24 WIB korban dinyatakan meninggal, dan selanjutnya korban langsung dibawa kerumah duka di kawasan Tabing, Kota Padang, oleh pihak keluarga untuk segera dimakamkan,” jelas Gustavianof. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional