Menu

Menerapkan Strategi Crowdfunding di Pilgub Sumbar 2020

  Dibaca : 79 kali
Menerapkan Strategi Crowdfunding di Pilgub Sumbar 2020
Mhd. Alfahjri Sukri (Direktur Eksekutif Ranah Institute)

Kurang dari satu tahun lagi, pemilihan Gubernur Sumatera Barat pada 2020 akan dilakukan.

Beberapa spanduk dan baliho calon Gubernur Sumbar sudah tampak di jalanan.

Ada yang berasal dari partai politik, dan ada pula yang dari perseorangan. Nama-nama yang sudah muncul melakukan sosialisasi tersebut seperti Mulyadi dari Partai Demokrat, Faldo Maldini dari PSI, Nasrul Abit dari Partai Gerindra, serta ada nama Irjen Fakhrizal Kapolda Sumbar yang juga disebut akan maju pada Pilgub Sumbar 2020.

Disaat beberapa nama di atas sudah mulai melakukan sosialisasi yang cukup massif untuk persiapan menyambut Pemilihan Gubernur Sumatera Barat (Pilgub Sumbar) 2020, masih ada beberapa nama calon yang tampak diam, walaupun nama-nama calon tersebut selalu masuk 3 berar beberapa survei.

Beberapa calon yang belum masif bersosialisasi tersebut seperti Indra Catri, Epryadi Asda, dan Mahyeldi Ansharullah.

Yang paling disorot tentunya Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah. Beberapa polling dan survei selalu menempatkan Mahyeldi diposisi 3 besar kandidat kuat Gubernur Sumbar 2020.

Hasil survei yang dirilis oleh Datasatu pada 1 November 2019 menempatkan Mahyeldi diurutan pertama dengan popularitas 35,5% mengalahkan Nasrul Abit dan calon lainnya. Juga pendapat dari pengamat politik FISIP UNAND Ilham Adelano Azre yang dikutip oleh tribunsumbar.com menuturkan, nama Mahyeldi kabarnya selalu masuk 3 besar diberbagai survey.

Hasil polling dan survey yang menempatkan Mahyeldi dijajaran 3 besar kandidat kuat Gubernur Sumbar 2020 bagi penulis bukanlah sesuatu hal yang mengejutkan.

Popularitas yang ia miliki tak lepas dari kinerjanya dalam pembangunan dan penataan Kota Padang yang dapat dirasakan oleh masyarakat Kota Padang, ditambah dengan berbagai prestasi yang ia peroleh selama menjabat sebagai Walikota Padang.

Beberapa prestasi yang ia torehkan tersebut, seperti menjadi pemenang Gold Kota Terbaik kategori investasi dan pemenang Platinum Kota Potensial kategori Pariwisata dalam Indonesia Attractiveness Award 2018, mendapatkan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan dari Presiden RI atas keberhasilan Pemkot Padang dalam menyukseskan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Kota Padang tahun 2019, Mahyeldi dinobatkan sebagai Tokoh Nasional Peduli Lanjut Usia tahun 2019, serta berbagai ragam penghargaan lainnya.

Namun, walaupun nama Mahyeldi sudah muncul diberbagai lembaga survei, ia belum melakukan sosialisasi politik secara masif sebagai calon gubernur Sumatera Barat 2020 nanti.

Tentunya ini menjadi tanda tanya bersama, terutama bagi masyarakat yang menginginkan Mahyeldi menjadi Gubernur Sumbar.

Ada dua kemungkinan Mahyeldi belum masif melakukan sosialisasi politik, yaitu pertama, sebagai strategi politik, dan kemungkinan kedua yaitu tidak adanya anggaran untuk melakukan sosialisasi tersebut.

Dari dua kemungkinan itu, penulis melihat pada kemungkinan kedua yaitu ketidakadaan atau kurangnya anggaran bagi Mahyeldi untuk melakukan sosialisasi.

Hal ini juga yang penulis lihat mungkin dialami oleh calon-calon Gubernur lainnya, yang ingin maju tetapi tidak memiliki dana yang cukup untuk bertarung.

Karena kita tau, ongkos politik di Indonesia mahal.

Untuk mengatasi masalah dana tersebut, penulis menyarankan agar para calon gubernur menerapkan strategi crowdfunding (donasi) seperti yang dilakukan oleh Obama pada Pilpres Amerika dan Prabowo pada Pilpres 2019 lalu. Para relawan maupun simpatisan Mahyeldi bisa melakukan langkah-langkah yang dilakukan oleh Obama dan Prabowo tersebut.

Crowdfunding sebagai Sumber Dana Politik

Barack Obama, mantan Presiden Amerika menjadi salah satu tokoh yang terkenal handal dalam mengumpulkan donasi untuk kampanye politiknya.

Dalam dua kali pemilihan presiden Amerika di tahun 2008 dan 2012, Obama berhasil mengumpulkan donasi yang cukup besar yaitu sebesar 640 juta dollar di tahun 2008 dan meningkat di tahun 2012 menjadi 1,2 M dollar.

Dalam melakukan crowdfunding tersebut, Obama menerapkan dua strategi jitu yaitu pertama, pengumpulan donasi melalui media sosial dan website.

Media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube serta websitenya mybarackobama.com digunakannya secara efektif, tidak hanya untuk menampung donasi tetapi juga wadah kampanye, rekrutmen pendukung serta pencitraan dirinya.

Strategi kedua yaitu Obama terjun langsung dalam penggalanan dana donasi. Ia terjun langsung dalam bentuk kegiatan Gala Dinner, Charity Party, dan kegiatan sosial lainnya.

Dalam satu hari ia pernah terjun ke 5 tempat dan menghasilkan 6,5 juta dollar. Selain dapat meningkatkan jumlah donasi, Obama juga bertemu langsung dengan para pendukung dan donatur sehingga hal ini dapat meningkatkan jumlah pendukung fataniknya.

Dalam menggalang donasi, Obama lebih menyasar kepada penyumbang kecil yang menyumbang secara individu dengan jumlah dibawah 500 dollar.

Sekitar kurang 60 persen donasi diperoleh dari penyumbang kecil. Ini dilakukan untuk menarik simpati masyarakat serta menunjukkan bahwa donasi yang diperoleh sebagian besar didapat dari masyarakat kalangan bawah.

Strategi crowdfunding ini juga sebenarnya pernah diterapkan oleh politikus Indonesia seperti Prabowo pada Pilpres 2019 yang memperoleh donasi masyarakat sebesar 1,3 miliar.

Dengan rincian sumbangan perorangan 598 juta rupiah dan sumbangan kelompok Rp701 rupiah.

Apa yang dilakukan oleh Obama dan Prabowo dapat menjadi contoh bagi pendukung Mahyeldi maupun calon gubernur lainnya yang masih kesulitan dalam pendanaan politik.

Mereka dapat menerapkan strategi yang diterapkan Obama yang terbukti berhasil menggalang donasi dan sekaligus meraih simpati masyarakat Amerika.

Kalaulah para calon gubernur tersebut maju dengan sumber dana utama dari donasi, maka para calon tersebut akan mudah untuk membangun Sumatera Barat dan tidak tersandera oleh pemilik modal. (Mhd. Alfahjri Sukri/Direktur Eksekutif Ranah Institute)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional