Menu

Mendorong Pengembangan Ekonomi, Buka Akses Jalan Lima Puluh Kota-Pasaman

  Dibaca : 75 kali
Mendorong Pengembangan Ekonomi, Buka Akses Jalan Lima Puluh Kota-Pasaman
Guna menggerakkan ekonomi secara bersama, Pemerintah Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Limapuluh Kota menjalin kerjasama dengan membuka akses jalan penghubung dua wilayah yakni Jorong Tanjuang Bungo, Kenagarian Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjo dengan Jorong Puah Data, Kenagarian Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Guna menggerakkan ekonomi secara bersama, Pemerintah Kabu­paten Pasaman dan Kabupaten Limapuluh Kota menjalin kerja­sama dengan membuka akses jalan penghubung dua wilayah yakni Jorong Tanjuang Bungo, Kenagarian Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjo dengan Jorong Puah Data, Kena­garian Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh.

Dikatakan Bupati Pasaman Ben­ny Utama, akses jalan penghubung dua wilayah itu perlu dilanjutkan kembali agar memberikan manfaat lebih kepada masyarakat dua dae­rah. Untuk mengoptimalkan potensi daerah kerjasama antar daerah dapat menjadi salah satu alternatif inovasi atau konsep yang dida­sarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas, sinergis dan saling menguntungkan terutama dalam bidang-bidang yang menyangkut kepentingan lintas wilayah.

“Ini tujuan sebenarnya kerja­sama dua wilayah yang dilakukan. Dibukanya akses jalan ini menjadi ruas jalan yang layak untuk dilalui oleh masyarakat memberikan dam­pak baik secara ekonomi. Tentu dengan kajian-kajian para ahli sehingga betul-betul bermanfaat,” kata Benny Jelang penanda­tanga­nan Naskah Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kabupaten Pasa­man dengan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota tentang kerjasama antar daerah, di Aula Kantor Bupati Limapuluh Kota, Selasa (13/7).

Ditambahkannya, Kabupaten Pasaman merupakan wilayah peng­hasil ikan air tawar  terbesar di Sumatera Barat. Hingga 2019 lalu, luas areal perikanan di daerah itu mencapai 4.332 Ha, dengan jumlah produksi sebanyak 53.540,26 ton pertahun. Pemkab Pasaman juga menetapkan beberapa kecamatan di daerahnya sebagai percontohan sentra budidaya ikan air tawar (minapolitan). Adapun daerah per­con­tohan tersebut meliputi keca­matan Rao dan Rao Selatan. Semen­tara kawasan penyangga yakni Padang Gelugur, Panti dan Bonjol.

“Kabupaten Pasaman meru­pakan wilayah penghasil ikan air tawar di sumatera barat. Tentu bentuk kerjasama lain akan kita lakukan. Selain itu sejarah juga mencatat Bonjo dan Kototinggi memiliki sejarah perjuangan pah­lawan bangsa,” pungkas Benny.

Senada dengan Benny, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo mengatakan, UU No. 23 Tahun 2014 tentang Peme­rinta­han Daerah lebih tegas  mem­berikan legalitas yang besar untuk dilaksanakannya  kerjasama pem­bangunan daerah yang berte­tang­ga. Tidak dapat dipungkiri bahwa maju mundurnya satu daerah juga bergantung pada daerah-daerah lain, khususnya daerah yang ber­dekatan.

“Kerjasama ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi daerah dan mendorong terjadinya pengem­bangan ekonomi. Dan juga sebagai langkah-langkah pemerintah dae­rah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat untuk menjadi lebih efisien dan efektif,” ucap Safaruddin.

Disebutkan Safaruddin, Jalan penghubung Bonjo dengan Puah Data dirintis oleh kepala daerah Limapuluh Kota terdahulu yakni Aziz Zaili dengan (Purn.) H. Taufik Martha Bupati Pasaman 2 periode 1990-1995 dan 1995-2000. Dalam kesempatan itu, di depan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Komisi IV, ia juga menyampaikan kondisi ruas jalan provinsi dalam kondisi yang tidak layak.

“Bisa dilihat dan dirasakan lang­sung, beberapa ruas jalan berstatus provinsi yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Kebetulan di depan Komisi IV DPRD provinsi sumbar, aspirasi Pemerintah Kabu­p­a­ten Limapuluh Kota ini saya sampai­kan langsung,” sebut Safa­rud­din.

Dia berharap kerjasama dua daerah pemerintahan ini menjadi satu jembatan yang dapat menjadi sebuah potensi pembangunan yang saling menguntungkan. Selain itu terjadi peningkatan kapasitas dae­rah dalam penggunaan sumber­daya secara lebih optimal dan pengembangan ekonomi lokal untuk menekan angka kemiskinan.

Hadir dalam penandatanganan naskah kesepakatan bersama itu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Forkopimda Kabupaten Pasa­man dan Kabupaten Limapuluh Kota, Pimpinan DPRD Kabupaten Limapu­luh Kota dan tim koordinasi kerjasa­ma Kabupaten Limapuluh Kota. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional