Close

Mendes PDDT Tanggapi Penyampaian Bupati Pasaman

PASAMAN, METRO–Menteri Desa, Pem­ba­ngunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar me­nanggapi penyampaian Bupati Pasaman, Benny Utama terkait lima desa atau kecamatan yang te­risolir dan perlu bantuan anggaran pembangunan infrastruktur dari peme­rintah pusat.

”Masalah pemba­ngu­nan di desa itu, perlu ada­nya penyelesaian keter­libatan dengan seluruh pihak baik itu dari kemen­terian, lembaga, peme­rintah provinsi dan peme­rintah kabupaten,” kata dia saat melakukan kunjungan kerja di Lubuk Sikaping, Jum’at (29/8) kemarin.

Misalnya pihaknya a­kan sinergikan dengan Ke­men­terian PUPR, sine­r­gikan Kementerian Kese­hatan, sinergikan BKKBN, semua punya akses ke desa.

Ia menjelaskan soal infrastruktur dasar disam­ping Kementerian Desa PDTT akan ditangani oleh Ke­menterian PUPR, urusan stunting ditangani Ke­men­terian BKKBN bersama Kementerian Kesehatan, untuk urusan kemiskinan ditangani oleh Kemen­te­rian Sosial bersama Ke­men­terian Desa PDTT me­lalui dana desa.

Sehingga kemudian de­sa menjadi tertata maka intervensi kabupaten dan intervensi pusat harus tepat sasaran akan terjadi per­cepatan pembangunan desa.

Ia menambahkan pada 2021, Kementrian Desa PDTT memberikan tugas kepada desa untuk me­lakukan pemuktahiran data desa berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) desa, disitu bisa terlihat bagaimana kemis­kinan­nya, bagaimana keseha­tan­nya, bagaimana pen­didi­kannya, bagaimana sani­tasinya dan air bersih­nya.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo me­nekan pada 2024 akan me­nuju kepada nol persen kemiskinan ekstrim, ke­rang­ka kemiskinan itu ha­rus selesai, target Presiden RI di Indonesia targetnya 10,8 juta.

Sementara Bupati Pa­sa­man, Benny Utama me­ngatakan selamat datang kepada Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar ber­sama rombongan di Kabu­paten Pasaman.

Kabupaten Pasaman desa tertinggal masih ba­nyak, ada lima desa atau Kecamatan saat ini teri­solir dari segi pem­bangu­nan infrastruktur, untuk itu perlu bantuan anggaran dana dari Kementerian Desa PDTT, bila diandalkan APBD tidak mencukupi.

Lima desa atau keca­matan yang tertinggal itu yakni Kecamatan Mapat­tunggul, Kecamatan Ma­pat­tunggul Selatan, Keca­matan Rao Utara, Keca­matan Duo Koto dan Keca­matan Tigo Nagari.

Selain itu, kondisi pasar nagari yang sangat mem­perhatikan tidak layak dari segi drainase, kondisi pa­sar yang kumuh itu semua perlu direvitalisasi, saat ini untuk belanja pegawai saja hampir 70 persen sisanya 30 persen untuk pemba­ngunan.

Kunjungan Kerja Men­teri Desa PDTT Abdul Ha­lim didampingi Bupati Pa­sa­man dan Wakil Bupati Pasaman diawali pem­bu­kaan dengan pemberian penghargaan piagam ter­kait penghargaan berupa Sustainable Development Goals (SDGs) kepada TA PSD, Wali Nagari Koto Ra­jo, Wali Nagari Lubuk La­yan, Ketua Pokja, Wali Nagari Simpang, PLD Koto Rajo, PD Rao Utara, Camat Rao Utara dan Bupati Pasa­man di Balerong, Kantor setempat. (mir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top