Menu

Menantu Ngamuk, Ayah Mertua Ditombak. Ibu Mertua dan Adiknya Diikat

  Dibaca : 2820 kali
Menantu Ngamuk, Ayah Mertua Ditombak. Ibu Mertua dan Adiknya Diikat
MERTUA DITOMBAK— Jasad Pendi yang tewas ditombak oleh menantunya divisum di rumah sakit. Sementara pelaku Amboli Laia alias Anto (25) diamankan di Mapolres Tanah Datar setelah ditangkap.

TANAHDATAR, METRO – Mengaku tak diizinkan membawa istri dan anaknya, Amboli Laia alias Anto (24) cekcok dengan ayah mertuanya. Perang mulut berujung perang fisik, Amboli pun membunuh mertuanya dengan tombak secara brutal dengan menggunakan tombak. Pertistiwa pembunuhan itu terjadi di Parak Jorong Koto Alam, Nagari Padang Ganting, Kecamatan Padang Ganting, Tanah Datar, Minggu (19/1) sekira pukul 17.05 WIB.

Tidak hanya membunuh korban bernama Pendi (30) dengan luka tusukan benda tajam di dada yang tembus ke punggung korban dan luka sayatan benda tajam di bagian punggung dan bagian paha, pelaku juga mengikat ibu mertua dan adik mertuanya di dalam pondok. Bahkan, pelaku juga sempat mengambil uang dan ponsel milik mertuanya.

Setelah itu, pelaku membawa kabur anak dan istrinya hingga sampai di Sulit Air, Kabupatem Solok. Daro Sulit Air, pelaku kemudian naik mobil travel menuju Pangkalan dengan tujuan Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau. Namun, dalam perjalanan, Senin dinihari (20/1) sekitar pukul 00.50 WIB, Satreskrim Polres Tanah Datar meringkus pelaku sedang makan bersama istrinya di Rumah Makan Angin Berhembus.

Kapolres Tanah Datar AKBP Rokhmad Hari Purnomo mengatakan, pembunuhan itu diduga dipicu masalah keluarga. Korban merupakan mertua pelaku yang mana sebelum terjadi pembunuhan sempat terjadi keributan. Pasalnya, mertua korban menolak kalau anak dan cucunya dibawa pelaku ke Pangkalan Kerinci.

“Korban ditombak dan ditebas. Pelaku sudah kita tangkap ketika makan di kawasan Danau Singkarak. Pelaku berupaya melarikan diri ke Pangkalan Kerinci membawa istri dan anaknya menggunakan travel. Saat ini pelaku sudah tahan di Mapolres berikut dengan barang bukti atu buah tombak dengan tangkai kayu, satu bilah parang, sepotong kayu,” kata AKBP Rokhmad.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Purwanto menjelaskan, peristiwa yang menghebohkan warga Padang Ganting tersebut diketahui pertama kali oleh istri korban Dili (23) dan adik korban Gonaria (20), serta istri pelaku Misi (17), dan Paman korban Budi (43).

“Menurut keterangan Dili, suaminya meminta izin mengecek selang air yang mati di lereng bukit. Kemudian ia bersama Gonaria menyusul kesana dan mendengar ada keributan dan suara minta tolong. Dili melihat pelaku muncul membawa sebilah parang yang berlumur darah usai membunuh korban Pendi,” kata AKP Purwanto.

AKP Purwanto menjelaskan, Dili dan Gonaria diancam akan dibunuh bila berteriak minta tolong. Setelah itu, Dili dan Gonaria diikat pelaku dengan tali. Mendengar ada keributan, paman korban bernama Budi datang dan menyuruh pelaku melepaskan ikatan, tetapi pelaku malah mengancam dan mengambil paksa uang milik Dili dan Gonaria lalu kabur bersama anak dan istrinya.

“Mendapat laporan adanya kejadian pembunuhan itu, kita langsung mendatangi lokasi dan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Kita kemudian lakukan olah TKP dan mengevakuasi korban. Selanjutnya kita lakukan pengejaran terhadap pelaku hingga berhasil ditangkap dalam perjalanan menuju Pangkalan Kerinci,” ungkap AKP Purwanto.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, AKP Purwanto menjelaskan, pelaku datang ke Padang Ganting bermaksud menjemput istri dan anaknya untuk dibawa kembali ke Pangkalan kerinci Riau. Tetapi, korban menolak sembari membawa tombak dan parang. Korban langsung menikamkan tombak kepada pelaku, namun tidak kena dan pelaku berhasil merebut tombak tersebut.

Korban mencoba mencabut parang, tetapi pelaku menyampaikan niatnya datang ke sana untuk membawa anak dan istrinya. Tetapi, korban makin marah dan berusaha merebut tombak yang sudah direbut pelaku. Saat itulah, pelaku langsung menancapkan tombak itu ke dada korban hingga tembus.

“Saat kondisi sudah ditombak, korban berusaha berbalik arah dan berteriak minta tolong. Pelaku malah mencabut kembali tombak tersebut dan kembali menombak korban dari belalakjang berulang kali hingga korban terkapar bersimbah darah dan meninggal dunia,” jelas AKP Purwanto.

AKP Purwanto menjelaskan, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Terhadap pelaku akan dijerat pasal 338 KUHP atsa tindak pidana pembunuhan dengan acanaman di atas 15 tahun kurungan penjara. (ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional