Menu

Menanti Solar, Truk Antrean Berjam-jam, Hiswana Migas: Pasokan harus Ditambah di Kota Padang

  Dibaca : 198 kali
Menanti Solar, Truk Antrean Berjam-jam, Hiswana Migas: Pasokan harus Ditambah di Kota Padang

KHATIB, METRO–Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sudah terjadi hampir satu pekan lebih di sejumlah Sta­siun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pa­dang. Puncaknnya terjadi an­trean panjang mengular se­jauh 500 meter hingga 1 kilometer di sejumlah SPBU yang masih menyediakan solar sejak dua hari terakhir,

Pantauan POSMETRO pada Selasa (15/6) malam dan Rabu (16/6) siang, an­trean kendaraan terlihat di pintu masuk SPBU di ber­bagai titik di Kota Pa­dang. Antrean mengular hingga luar SPBU. Bahkan, di SPBU Airtawar, akibat antrean panjang truk dan mobil berbahan bakar solar, ka­wasan ini macet total.

Hal sama juga terjadi di SPBU Simpang Kalum­puang, SPBU Adinegoro dan juga SPBU Khatib Su­lai­man (depan kampus AKBP), serta SPBU Pita­meh. Antrean kendaraan berbadan lebar membuat arus lalu lintas menjadi terganggu. Terjadi kema­cetan mulai dari depan kampus UNP sampai SPBU. Hal serupa terjadi SPBU Khatib Sulaiman.

“Pasokan solar terlam­bat,” kata salah seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya, ke­ma­rin.

Kondisi tersebut terli­hat di SPBU Pisang, Pauh maupun Sawahan Pada umumnya kendaraan yang hendak mengisi BBM ber­jenis pick up, minibus dan bahkan truk. Ramainya pengendara yang ingin mendapatkan solar, mem­buat antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan.

Salah seorang sopir truk, Risdianto (39), menga­ta­kan untuk mendapatkan BBM jenis solar sangat susah. Mau tidak mau ha­rus ikut antrean berjam-jam karena bisa mencapai ratusan meter.

“Antre mengisi solar ini telah terjadi beberapa hari terakhir. Saya juga tidak mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan BBM jenis solar tersebut,” sebut warga Siteba itu.

Menurut Anto, akibat harus mengantre berjam-berjam ketika BBM jenis solar ini masuk ke SPBU, secara tidak langsung telah mengganggu aktifitas kese­hariannya. “Kita harapkan ada solusi dari pihak ter­kait. Apalagi saat ini untuk mendapatkan BBM jenis solar itu, ketika masuk ke SPBU harus mengantri ber­jam-jam,” terangnya.

Pengemudi lainnya, Jo­ni (34) juga mengakui, jika di­biarkan berlarut susah­nya mendapatkan BBM je­nis solar tersebut akan ber­dampak terhadap roda perekonomian mas­yara­kat.

“Jika tiap hari seperti ini, bisa susah kitanya. Ini saja antri sudah sejak pukul 09.00 pagi. Sudah siang, mobil baru bisa bergeser ke arah SPBU. Kalau bisa, kembali lancar lagi lah BBM jenis solar seperti semula,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Ke­tua Hiswana Migas Sum­bar, Ridwan Hosen menga­takan, Sepertinya aktivitas pe­rekonomian telah mulai bergerak kembali dan mu­lai meng­geliatnya sektor ekonomi ditengah masih dalam ma­sa pandemi.

“Untuk suplainya kami rasa tidak ada berkurang atau cukup. Namun hara­pan dari pemilik SPBU su­paya suplai ditambah. Me­ng­ingat saat ini kebu­tuhan tidak hanya mobil CPO saja, tapi truck, bus maupun kendaraan yang berbahan bakar solar lainnya,” kata Ridwan.

Ridwan menam­bah­kan,­ peningkatan gerakan eko­nomi diberbagai sektor telah berangsur ber­ge­rak. ”Hampir semua sek­tor sekarang telah mulai ber­gerak. Baik bidang trans­portasi, Seperti mobil antar provinsi maupun dalam provinsi hingga sektor lain,­” katanya.

Sementara itu, Sales Area Manager (SAM) Retail Pertamina Sumbar, I Made Wira Pramarta dihu­bungi POSMETRO terkait kelangkaan solar di Kota Padang, dihubungi via Whats­App maupun telefon belum mengangkat tele­pon hingga Rabu sore. (hen)­

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional