Menu

Menanti Penghuni Kursi Wawako Padang, DPRD Ingin Cepat, 2 Partai Pengusung ”Diam”

  Dibaca : 85 kali
Menanti Penghuni Kursi Wawako Padang, DPRD Ingin Cepat, 2 Partai Pengusung ”Diam”
Illustrasi.

SAWAHAN, METRO–DPRD Kota Padang menginginkan kursi wakil wali kota Padang yang masih kosong agar segera diisi untuk bisa mengatasi permasalahan di daerah ini.

“Kami berharap partai yang bersangkutan se­cepat­nya mengusulkan nama ke DPRD Padang, karena banyak persoalan yang mesti kita selesaikan di Padang ini,” ujar Ketua DPRD Padang, Syafrial Kani, Rabu (1/9).

Namun, lanjutnya per­soalan­nya saat ini terletak di partai masing-masing yakni PAN dan PKS yang sampai hari ini masih be­lum mengusulkan nama calon­nya ke DPRD Padang. Sehingga proses pemilihan wakil wali kota belum bisa terlaksana.

Ia mengatakan meski sudah ada dua kandidat yang diusulkan oleh ma­sing-masing partai, namun hal itu belum resmi dan baru sebatas diumumkan kepada publik. Mekanisme pemilihan wakil wali kota di DPRD Padang dilaksana­kan berdasarkan tata tertib yang sudah ada.

“Secara umumnya nan­ti nama calon akan di­usul­kan oleh partai pengu­sung kepada Wali Kota Padang terlebih dahulu, setelah itu barulah disam­pai­kan ke DPRD Padang,” ucap Ketua DPC Gerindra Padang ini.

Setelah itu, pihak DPRD Padang akan segera mem­bentuk panitia pemilihan, dengan satu orang akan mewakili satu fraksi.

Ia mengatakan partai yang berhak mengusulkan nama calon wakil wali kota adalah dari PAN dan PKS. Sedangkan partai lainnya tidak berhak mengusulkan nama calonnya karena telah diatur dalam undang-undang.

Berdasarkan aturan yang ada untuk memilih wakil wali kota Padang diusulkan dua nama dari partai pengusung. Dua nama dari PAN yang dire­komendasikan adalah Am­ril Amin, saat ini Wakil Ketua DPRD Padang, dan Ekos Albar saat ini men­jabat sebagai Wakil Ben­da­hara Umum DPP PAN.

Sedangkan dari PKS, dua nama yang direko­men­dasikan adalah Mul­yadi Muslim saat ini men­jabat Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, dan Muhar­lion Ketua DPTD PKS Kota Padang.

Pengisian kursi Wakil Wali Kota Padang perlu dilakukan karena meru­pa­kan persoalan yang sa­ngat prinsip. Dia me­nuturkan banyak per­soa­lan di Kota Padang yang harus juga segera di­se­lesaikan.

“Banyak persoalan hari ini yang masih belum terselesaikan oleh Pemko Padang, seperti fasilitas pendidikan hingga pelaya­nan kesehatan maupun kesejahteraan ekonomi masyarakat. Tidak mung­kin wali kota bekerja sen­diri,” tegasnya.

Syafrial Kani men­je­las­kan, Padang adalah kota besar dan ibu kota Su­matera Barat. Padang  me­miliki persoalan cukup ba­nyak, yang harus dise­lesaikan secara utuh dan harus berdasarkan kerja sama yang lebih baik.

“Saat ini saja capaian RPMJP masih belum me­me­nuhi capainnya. Di sam­­ping itu, rencana pe­nam­­bahan lokal atau Ruang Kelas Baru (RKB) yang ditargetkan 500 lokal yang tercapai hanya 42  RKB. Belum lagi perma­salahan lainnya. Kita ber­harap dua partai pengu­sung untuk segera me­ngi­rim­kan na­ma­nya un­tuk  me­ngisi kursi Wawako ini. Ka­mi di DPRD Padang akan segera mem­proses de­ngan sesegera mung­kin,” terangnya.

Sebagaimana diketa­hui,Ketua DPW PAN Sum­bar, Indra Dt Rajo Lelo menyampaikan hingga de­tik ini DPP PAN belum me­ne­tapkan satu nama untuk menjadi Wawako dari 2 nama yang dikirim. Untuk diketahui DPW telah me­ngu­sulkan dua nama, yakni Elkos Albar dan Amril Amin.

Namun sampai seka­rang rekomendasi pusat belum juga turun. DPW pun berharap segera di­kirim, agar siapa penghuni kursi BA 2 A jelas dan keko­songan tak lama terjadi.

Sementara Ketua MPW DPTD PKS Padang, Arnedi Yarmen menyam­pai­kan DPTD PKS Padang juga telah mengirim dua nama ke DPP PKS dian­tara­nya Muharlion dan Mulyadi Muslim.

“Kita tentu menanti re­ko­mendasi DPP terkait Ca­wa­wako yang dipilih,” kata Arnedi.

Ia menyampaikan, dua nama yang dikirim itu so­sok yang berpengalaman dan cukup dikenal warga. Mulyadi Muslim meru­pa­kan tokoh masyarakat de­ngan berbagai pengala­man dan peran yang tak diragukan lagi. Di antara kiprahnya antara lain, se­ba­gai Sekretaris MUI K­ota Padang, Sekum IPSI kota Padang, dan menjadi ‘ta­ngan kanan’ Mahyeldi da­lam membangun kerja­sama dengan negara Ti­mur Tengah, saat men­jabat sebagai Walikota Padang.

Sementara itu Muhar­lion, merupakan politisi PKS yang sudah malang melin­tang memperjuangkan ma­sya­rakat. Ia telah diper­caya oleh masyarakat un­tuk memperjuangkan as­pirasi mereka di DPRD Kota Padang sejak 2009 lalu.

Diketahui, setelah dilan­tik­nya Hendri Septa men­jadi Wali Kota Padang 7 April 2021, jabatan Wakil Wali Kota yang diem­ban­nya sejak tahun 2018 ko­song. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional