Menu

Menanti Operasional Terminal Anak Aia, Jovi: Sepenuhnya Kewenangan BPTD Wilayah III Sumbar

  Dibaca : 92 kali
Menanti Operasional Terminal Anak Aia, Jovi: Sepenuhnya Kewenangan BPTD Wilayah III Sumbar
TERMINAL ANAK AIA— Kondisi Terminal Tipe A Anak Aia hingga 31 Desember lalu hampir rampung.

ANAK AIA, METRO
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang melalui Kabid Angkutan, Jovi Satrios mengatakan kewenangan pengoperasian Terminal Tipe A Anak Aia, sepenuhnya dikelola Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar. Dishub Padang hanya membantu memfasilitasi berbagai persiapan untuk pengoperasian terminal.

Jovi mengatakan, sebelumnya pihaknya diundang rapat guna membahas masalah koneksi antara bus AKAP dan AKDP dengan angkutan kota, pengaturan jalan menuju dan masuk keterminal, pengaturan persiapan agar tak macet. “Pembahasannya hanya sebatas itu. Sementara terkait pengoperasioanalan, sistem dan pengelolaannya, kami tidak ikut campur. Karena itu kewenangan dari BPTD Wilayah III Sumbar. Bukan kewenangan kami,” terang Jovi, Rabu (3/3).

Sementara itu, Kepala BPTD Wilayah III Sumbar, Deny Kusdiana yang dihubungi kemarin belum bisa dimintai keterangannya. Seperti yang diketahui, hingga kini Terminal Tipe A Anak Aia masih belum beroperasi. Bus AKDP masih baserak berjejer di pinggir jalan mencari penumpang. Seperti di kawasan Ulak Karang, sepanjang jalan AIR Tawar dan berbagai titik lainnya. Sementara bus-bus untuk luar provinsi masih beroperasional di pool pool mereka.

Keberadaan bus AKDP yang mangkal dipinggir jalan ini masih menyisakan masalah karena memicu kemacetan.

Pada pertengahan tahun lalu, mantan Wagub Sumbar Nasrul Abit meninjau langsung pembangunan terminal ini. Nasrul Abit mengatakan, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 4,5 hektar, untuk pembangunan terminal dan ini satu-satunya terminal di Kota Padang.

Terminal tersebut, nanti dikelola oleh Kepala BPTD Wilayah III Sumbar Kemenhub RI, Deny Kusdyana. Adapun fasilitas pendukung yang dibangun seperti tempat uji kendaraan atau KIR serta kawasan komersial.

Sementara untuk pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur penunjang lainnya, perlu koordinasi dengan Pemko Padang. Sehingga, ada anggaran untuk pelebaran jalan tembus arah By Pass dan dibebaskan segera.

Terminal Regional Type A yang dibangun, mampu melayani 500 unit angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan 150 angkutan kota antar provinsi (AKAP) yang melayani Padang menuju Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, dan sebaliknya.

Saat itu, wagub menargetkan akhir Desember 2020, terminal sudah selesai dibangun. Terminal ini merupakan suatu kebutuhan, karena sudah puluhan tahun tidak mengoperasikannya. Ini adalah sesuatu yang sangat menjanjikan lagi, dengan dibuka terminal ini akan ada multiefek kepada masyarakat.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi mengatakan, kehadiran terminal tersebut nantinya dapat membantu mengurai kemacetan dalam Kota Padang. Selama ini sejumlah bus AKDP dan AKAP mengambil penumpang di dalam Kota.

Terutama AKDP, ada yang mangkal di sekitar jalan Air Tawar, Kota Padang. Sehingga tidak jarang mangkalnya bus AKDP di sana menyebabkan kemacetan. Sedangkan, AKAP pada umumnya menaikan penumpang pada pool masing-masing.

Dengan hadirnya terminal di Anak Air diperkirakan akan lebih mudah mengintegrasikan dengan moda transportasi lain. Seperti mengintegrasikan dengan jalur kereta api. Selain itu juga dekat dengan akses Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Kemudian jalur Bypass yang merupakan jalur angkutan barang yang membelah Kota Padang. (tin/fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional