Menu

Menanti Kedatangan Ilham Maulana

  Dibaca : 220 kali
Menanti Kedatangan Ilham Maulana
Ilham Maulana Wakil Ketua DPRD Kota Padang.

WAKIL Ketua DPRD Kota Padang, Ilham Mau­lana kembali tidak me­menuhi panggilan penyidik tindak pidana korupsi (Ti­pikor) Satreskrim Polresta Padang untuk dimintai ke­te­rangan terkait dugaan pe­nyelewengan dana po­kok pikiran (pokir) bantuan sosial (bansos) Covid-19 tahun anggaran 2020.

Rencananya, Ilham Mau­lana bakal diperiksa di Pol­resta Padang pada Se­nin (14/6) lalu. Namun, Ilham Maulana sudah me­ngi­rimkan surat pe­penga­juan pengunduran jadwal pemeriksaan dengan ala­san sedang melakukan kun­jungan kerja ke luar pro­vinsi.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fer­nan­da mengatakan, pihak­nya telah menerima surat pengajuan pengunduran jadwal pemeriksaan dari Wakil Ketua DPRD Padang Ilham Maulana. Dalam surat dikirim ke penyidik, yang bersangkutan bera­lasan tidak bisa datang karena melakukan kun­jungan kerja ke Yogya­kar­ta.

“Kami akan kembali mengatur jadwal ulang pemeriksaan dan saya ter­lebih dahulu berkoordinasi dengan penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Kalau kasus ini sudah naik ke penyidikan yang ber­sang­kutan wajib datang, se­­karang masih penye­lidi­kan dan alasan yang ber­sangkutan tidak datang, juga jelas. Kami juga tidak bisa mengatur,” ujarnya, Senin (14/6) lalu.

Dari surat Ilham Mau­lana yang diterima, tertulis bahwa sesuai jadwal badan musyarawah DPRD Kota Padang tanggal 30 April 2021, surat perintah tugas Ketua DPRD Kota Padang dan surat perintah perja­lanan dinas.

Terhitung pada 13-17 Juni 2021, pimpinan dan ang­gota DPRD Padang yang tergabung dalam Pan­sus II pembahasan ran­perda pertang­gung­ja­waban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2020, me­lak­sanakan perjalanan di­nas ke luar provinsi Sum­bar.

“Maka dengan ini, sa­ya Ilham Maulana se­bagai Koordinator Pansus II me­minta maaf belum dapat memenuhi un­da­ngan ba­pak untuk me­nyampaikan keterangan di Polresta,” per­nyataan Ilham Mau­lana dalam su­rat tersebut.

Sebelumnya, Ilham Mau­lana awalnya dijad­walkan memberikan klari­fikasi pada Jumat (11/6). Namun Ketua DPC Partai Demokrat Padang ini tidak hadir, dikabarkan yang bersangkutan sedang sa­kit.

Kasus ini sebelumnya mencuat dari laporan ma­syarakat sejak dua bulan yang lalu. Kompol Rico Fernanda mengatakan, dana pokir diperuntukkan un­tuk bansos covid-19 yang diselidiki anggaran tahun 2020.

“Kerugian negara di­duga ratusan juta, lagi kami klarifikasi, kami pastikan perbuatan itu terjadi apa tidak. Kami masih dalam proses penyelidikan. Kami telah meminta keterangan 100 lebih orang saksi ter­kait dana ini,” ungkap Rico.

Lalu, bagaimana wakil rakyat dan rekan-rekan Ilham Maulana menang­gapi masalah tersebut. Berikut beberapa komen­tar dari anggota DPRD Padang. (**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional