Menu

Memuat Kisah Perjalanan Hidup Nevi Zuairina, Buku Memoar Berjudul “Energi Bundo Kanduang” Diluncurkan

  Dibaca : 55 kali
Memuat Kisah Perjalanan Hidup Nevi Zuairina, Buku Memoar Berjudul “Energi Bundo Kanduang” Diluncurkan
PELUNCURAN—Anggota DPR RI, Nevi Zuairina bersama suami, mantan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno saat peluncuran Buku Memoar Hj. Nevi Zuairina berjudul “Energi Bundo Kanduang”, Sabtu (4/9) di Gedung Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar.

PADANG, METRO–Buku Memoar Hj. Nevi Zuairina berjudul “Energi Bundo Kanduang”, baru saja diluncurkan, Sabtu (4/9) di Gedung Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Per­pustakaan Provinsi Sum­bar.

Buku setebal 263 hala­man itu, dengan Kata Pe­ngantar Puan Maharani dan Editor Wartawan Senior, Eko Yanche Edrie dan Devi Diany.

Hj Nevi Zuairina yang saat ini sebagai Anggota DPR RI, mengatakan, buku memoar tentang dirinya tersebut akan hadir di Perpustakaan Daerah Sumbar, yang merupakan tempat gudangnya ilmu pe­nge­tahuan.

“Tentu tempat ini da­pat dimanfaatkan sebaik-baik­nya untuk bisa pintar,” ucap Nevi Zuairina pada kegiatan yang bersamaan dengan Launching Irwan Prayitno Corner di Gedung Perpustakaan Daerah Sum­bar itu.

Nevi Zuairina mengatakan, sebagai Istri Mantan Gubernur Sumbar dan Ang­gota DPR RI, begitu banyak pengalaman pribadi dari kecil hingga se­karang yang perlu disampaikan.

“Lebih cepat lebih baik mengambil momentum. Selama 10 tahun terakhir mendampingi gubernur banyak hal yang indah yang perlu sampaikan,” ungkapnya.

“Legacy yang saya miliki diharapkan banyak man­faat untuk jadi pelajaran.  Buku catatan perjalanan hidup ini, saya dedikasikan untuk siapa saja. Khu­susnya penerus saya sebagai Ketua PKK, Ketua Dekranasda dan jabatan lainnya yang pernah saya pegang,” ucapnya.

Untuk menyelesaikan buku ini, butuh lebih dua tahun. Karena Nevi Zuairina mengaku dirinya harus menghimpun satu per satu catatan perjalanan hidupnya. “Saya berterima kasih kepada Eko Yanche Edrie dan Devi Diany yang deng­an sabar menunggu catatan-catatan saya untuk diedit,” ucapnnya.

Pada hari peluncuran, buku tersebut dicetak 100 buah dan langsung habis. “Buku ini akan dicetak la­gi,” ucapnya.

Editor Buku Memoar Hj. Nevi Zuairina berjudul “E­nergi Bundo Kan­du­ang”Eko Yanche Edrie me­nga­takan, buku ini dikerjakan sangat lama. Dunia perbukuan menurutnya dunia para wartawan.

Buku akan abadi dan akan menjadi manuskrip. Perpustakaan menjadi gerbang membuat manuskrip permanen tersebut.

Menuliskan catatan ha­rian Nevi Zuairina menurutnya cukup sulit. Karena mengungkap kehidupannya menjadi istri seorang gubernur, guru bagi anak-anak yang telah dibesarkan dan dididik menjadi ora­ng.

“Bahkan yang mena­riknya, sepanjang mendi­dik anak jarang sakit. Lebih banyak dukanya, karena Nevi Zuairina seorang mul­ti tasking” ungkap wartawan senior ini.

Buku yang dihadirkan hari ini menurutnya, awalnya diberi judul Energi Ranah Minang, yang dimaknai bahwa buku ini bersuara inilah Ranah Minang.

Tapi karena ada saran dari Bundo Kanduang Rau­dha Thaib maka judulnya menjadi “Energi Bundo Kan­duang”. “Energi Bundo Kanduang ini pas diletakan pada figur Nevi Zuarina,” ungkapnya.

Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah menyambut baik hadirnya buku Memoar Hj. Nevi Zuairina berjudul “Energi Bundo Kanduang” ini.

Ini sejarah baru untuk Sumbar. Seorang gubernur menuliskan dan meng­hadir­kan karya buku, rekaman ceramah dan lagu religi. Hari ini istri gubernur menghadirkan sebuah bu­ku.

Untuk di Indonesia ini yang pertama ada. “Ini akan menghadirkan ins­pirasi yang luar biasa kepada kita semua. Kepada daerah lain di Sumbar dan Indonesia,” ujarnya.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional