Menu

Memperjuangkan Sumbar sebagai Tuan Rumah PON 2028

  Dibaca : 135 kali
Memperjuangkan Sumbar sebagai Tuan Rumah PON 2028
Nasrul Abit

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar telah berupaya menjadikan Sumbar sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Caranya adalah dengan mendaftarkan Sumbar sebagai tuan rumah tersebut ke KONI Pusat pada 2017. Namun, usaha tersebut belum berhasil. KONI Pusat menetapkan Provinsi Sumatra Utara dan Provinsi Aceh sebagai tuan rumah PON 2024.

Sejumlah kalangan kecewa atas tidak terpilihnya Sumbar sebagai tuan rumah PON 2024. Saya memaklumi kekecewaan itu. Namun, kekecewaan itu jangan sampai berlarut-larut dan mengganggu kerharmonisan hubungan antarlembaga, apalagi hubungan orang-orang yang berada di lembaga tersebut. Daripada terus menyimpan kekecewaan dan mencari kambing hitam, saya memilih menatap ke depan: PON 2028.

Tuan rumah PON 2028 akan ditetapkan pada penyelenggaraan PON 2020 di Papua, yang penyelenggaraannya ditunda ke tahun 2021 karena masalah pandemi Covid-19. Sumbar harus mendaftar sebagai tuan rumah PON 2028. Jangan lagi kita gagal menjadi tuan rumah PON karena permasalahan yang seharusnya tidak perlu ada. Saya yakin masalah itu tidak akan terjadi lagi karena tentunya kita sudah belajar dari pengalaman.

Keinginan Sumbar menjadi tuan rumah PON ada sejak 2012. Keinginan itu muncul dalam PON 2012 di Riau. Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, bersama Wakil Gubernur, Muslim Kasim, dan Ketua KONI Sumbar, Syahrial Bakhtiar, mencetuskan ide sebagai tuan rumah PON 2024. Pada tahun 2013, Gubernur mendeklarasikan ide itu dan menyatakan bahwa Sumbar siap menjadi tuan rumah PON 2024.

Sejak saat itu, Sumbar mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan tuan rumah PON. Untuk menyelenggarakan PON, tuan rumah perlu menyiapkan tiga hal utama. Pertama, membuat rencana jangka panjang tentang fasilitas tempat pelaksanaan pertandingan. Kedua, menyiapkan panitia penyelenggara. Ketiga, menyiapkan kontingen untuk meraih prestasi terbaik.

Dari segi infrastruktur, Sumbar membangun stadion utama di Nagari Sikabu, Lubuk Alung, Padang Pariaman. Stadion itu mulai dibangun pada tahun 2015 dan ditargetkan selesai Oktober 2020. Stadion berkapasitas 45 ribu penonton tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti empat gedung olahraga, danau buatan untuk olahraga air, dan satu bukit untuk olahraga sepeda gunung.

Selain itu, dibangun beberapa infrastuktur, seperti GOR di Padang Pariaman, dan beberapa stadion, yakni di Tanah Datar, Dharmasraya, Sawahlunto, dan Payakumbuh. Di samping itu, Sumbar sudah memiliki empat stadion, yang terdapat di Padang, Dharmasraya, Pasaman Barat, dan Agam.

Untuk menjadi tuan rumah PON, Pemprov Sumbar sudah bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota. Kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman untuk menyiapkan infrastruktur dan pengembangan olahraga di tiap daerah. Salah satunya ialah perjanjian dan pembagian posko pengembangan olahraga berdasarkan cabang olahraga yang ada, misalnya senam di Padang, pencak silat di Agam, atau paralayang dan gantole di Pesisir Selatan.

Intinya, untuk menjadi tuan rumah PON, Sumbar mengandalkan kebersamaan. Sumbar akan menggelar pertandingan di 19 kabupaten/kota. Sudah ada kesepakatan tiap kabupaten/kota akan menyelenggarakan dua cabang olahraga. Di samping itu, Sumbar memperkuat sumber daya atlet dan mengejar prestasi agar kontingen Sumbar dapat bersaing dengan maksimal jika menjadi tuan rumah PON.

Keuntungan Menjadi Tuan Rumah
Bisa disimpulkan bahwa sebenarnya Sumbar sudah siap menjadi tuan rumah PON. Oleh sebab itu, meskipun batal menjadi tuan rumah PON 2024, Sumbar harus menjadi tuan rumah PON selanjutnya. Yang terdekat ialah PON 2028.

Saya menganggap menjadi tuan rumah PON sangat penting dan mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit bagi Sumbar. Sumbar penting menjadi tuan rumah karena belum pernah menjadi tuan rumah PON. Karena itu, menjadi tuan rumah PON merupakan momentum yang bersejarah bagi Sumbar.

Menjadi tuan rumah mendatangkan keuntungan yang banyak bagi Sumbar karena PON diikuti belasaan ribu orang (jumlah atlet dan ofisial dari 30 lebih cabang olahraga saja lebih 11 ribu orang). Keuntungan dari segi pariwisata: meningkatkan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan ke Sumbar sekaligus meningkatkan promosi pariwisata.

Karena diliput media nasional berhari-hari sehingga mata jutaan orang tertuju ke Sumbar, jumlah ekspose daerah meningkat. Keuntungan dari segi olahraga: membangkitkan gairah berolah raga di Sumbar dan mendorong berkembangnya industri wisata berbasis olahraga.

Keuntungan dari segi ekonomi: mendorong pertumbuhan ekonomi lintas sektor dan meningkatkan infrastruktur, khususnya infrastruktur penunjang penyelenggaraan PON (yang dibantu pemerintah pusat karena PON merupakan agenda pemerintah pusat yang diselenggarakan di provinsi), mendorong peningkatan sarana dan prasarana, seperti akomodasi, restoran, jasa yang bergerak dalam tur dan perjalanan, dan usaha kreatif masyarakat. Intinya, penyelenggaraan PON menambah pendapat asli daerah karena menggerakkan banyak sektor, seperti penginapan, transportasi, makanan, dan minuman.

Karena begitu banyaknya keuntungan yang didapatkan oleh tuan rumah PON, Sumbar akan rugi jika tidak menjadi tuan rumah PON 2028. Oleh sebab itu, saya bersama Bapak Indra Catri, sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar 2020, menjadikan hal itu sebagai salah satu program unggulan, yaitu mempersiapkan Sumbar sebagai tuan rumah PON 2028.

Program itu berada di bawah payung janji kerja kami, yakni menguatkan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan dasar dan kompetensi. Kami akan memperjuangkan Sumbar sebagai tuan rumah PON 2028 dan melengkapi semua persiapan untuk menyelenggarakan iven terbesar empat tahunan tingkat nasional itu. (*)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional