Menu

Melirik Bisnis Online di Masa Pandemi Covid-19

  Dibaca : 206 kali
Melirik Bisnis Online di Masa Pandemi Covid-19
Richy Dara Perdana

Oleh: Richy Dara Perdana
Saat pandemi Covid-19, ajakan kepada masyarakat agar banyak beraktivitas di rumah terus disemarakkan. Salah satu usaha agar tetap menghasilkan selama masa pandemi adalah melirik bisnis online agar mendapatkan peluang tambahan pendapatan.  Bisnis online merupakan kegiatan memperjualbelikan barang atau jasa dengan tujuan memperoleh laba melalui bantuan internet. Peran media online sebagai wahana bisnis merupakan hal vital dalam menjalankan bisnis ini.

Secara nasional sebanyak 7.994 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terdampak pandemi Covid-19. Skala yang mempunyai dampak paling besar adalah pelaku usaha harian, seperti pedagang kuliner harian, pedagang kaki lima, usaha terkait pariwisata dan jasa kreatif. Pelaku usaha dituntut agar dapat memutar otak supaya bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19, salah satunya dari berjualan dengan cara konvensional beralih ke menjual produknya secara daring atau online.

Bank Indonesia (BI) mengatakan tingkat daya beli masyarakat akan lemah sampai akhir 2020 penurunan daya beli masyarakat terjadi karena pendapatan yang menurun. PHK merupakan salah satu dampak pandemi yang menyebabkan kehilangan pendapatan. Penurunan pendapatan juga terjadi karena pengurangan gaji dan turunnya omset perusahaan selama pandemi. Data BPJS Ketenagakerjaan menyatakan 2, 14 juta pekerja terdampak dengan 1,3 juta pekerja dirumahkan, pekerja formal di PHK 383 ribu dan pekerja informal terdampak mencapai 630 ribu orang.

Menurut penuturan Zulia Anggraini, wirausaha online yang selama pandemi lebih fokus ke penjualan skincare, dengan alasan lebih banyak orang memperhatikan kesehatan kulit selama di rumah. Beliau menyatakan omzet bisnisnya meningkat 70 persen, selama masa pandemi, walaupun pelanggan harus membeli dengan sistem pre-order terlebih dahulu. Zulia memasarkan produknya melalui marketplace facebook dan instagram.

Beberapa tantangan yang dirasakan Zulia, seperti tetap harus menjaga protokol kesehatan ketika menerima dan mengantarkan barang yang dijualnya, beliau harus menyemprot dengan disinfektan terlebih dahulu untuk mencegah penularan Covid-19 tuturnya. Menurutnya promosi melalui media sosial harus gencar dilakukan, efek Work From Home (WFH) membuat banyak orang menghibur diri melalui media sosial, jadi peluang itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Produk yang ditawarkan saat pandemi harus menjadi hal pertama yang harus dipikirkan, memperhatikan selera pasar tentang produk-produk yang sedang booming juga dapat digunakan. Produk Alat Pelindung Diri (APD) yaitu masker kain, merupakan alat yang penting saat ini sebagai pemutus rantai penularan Covid-19, kain yang digunakan sebaiknya berdasarkan standar World Health Organization (WHO), agar dapat menjadi daya tarik konsumen karena kelebihannya.

Bisnis makanan siap santap diperkirakan laku keras dimasa pandemi, orang-orang lebih mengurangi makan di luar rumah, kelola makanan tersebut agar memenuhi asupan makanan bergizi, yang berfungsi sebagai salah satu faktor penting dalam mempertahankan imunitas tubuh. Bisnis makanan beku juga bisa dijadikan ide, masyarakat cenderung memilih memasak di rumah agar tetap sehat dan higienis.

Jasa les privat secara online juga bisa digandrungi bagi masyarakat yang punya pengetahuan tertentu sesuai bidangnya, sekolah-sekolah yang menjalani pembelajaran daring, para siswa terkadang butuh penjelasan lebih baik oleh guru les dan membaca pelajaran sendiri, dengan begini membuka les privat juga merupakan hal yang bisa menjadi pilihan selama pandemi.

Keunikan pada produk yang dijual salah satu hal yang harus di perhatikan, ada kelebihan produk yang kita jual dibandingkan produk lain tentu merupakan kelebihan yang akan membuat konsumen tertarik. Adanya kreasi dan inovasi dalam produk yang dijual, misalkan sebuah masker bisa naik nilai jualnya dengan menambahkan motif menarik seperti motif-motif tie dye yang sedang marak digunakan kalangan muda saat. Kreasi makanan siap saji seperti bisnis kue dengan menambahkan rasa baru dan kreasi dalam pengemasannya, contohnya saja dessert box yang sedang viral selama pandemi.

Kanal yang digunakan sebagai tempat berbisnis online juga merupakan hal esensial, media sosial yang banyak digunakan seperti instagram, facebook, tiktok bisa digunakan sebagai wahana online bisnis. Platform e-commerce yang sering digunakan di Indonesia seperti shopee, tokopedia, dan bukalapak bisa digunakan untuk menjadi tempat berjualan online karena sedang digandrungi dan dengan tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi, dengan menggunakan media dan platform online penjualan tidak hanya terbatas di daerah lokal atau sekitaran penjual saja, tetapi bisa dalam lingkup Indonesia.

Promosi juga harus dilakukan segencar mungkin, video atau foto produk yang menarik akan membuat konsumen melirik produk yang dijual, foto dan video dibuat sejelas dan sebaik mungkin disertai dengan deskripsi produk yang dijual, mulai dari ukuran, berat, warna dan sebagainya. Perhatian pada pengemasan produk juga penting, produk yang akan dikirim menggunakan ekspedisi mungkin akan memakan waktu berhari-hari, pengemasan yang aman dengan menggunakan bubble wrap juga merupakan pilihan yang menjadikan nilai tambah bagi penjual. Promosi dengan melibatkan influencer baik ditingkat lokal dan nasional juga bisa dilakukan, orang-orang bisa saja tertarik dengan produk yang di endorse idolanya dan tidak ragu untuk membeli. (*) (Penulis, mahasiswa Universitas Malikussaleh tengah Kuliah Kerja Nyata (KKN) di bawah bimbingan Romi Asmara SH MHum)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional