Menu

Melalui Tandatangan 77 Petisi , Masyarakat Kenagarian Koto Ranah Laporkan Wali Nagari Terpilih, Zainul: Dua Periode Menjabat, Dana Ratusan Juta tak Jelas Kemana

  Dibaca : 526 kali
Melalui Tandatangan 77 Petisi , Masyarakat Kenagarian Koto Ranah Laporkan Wali Nagari Terpilih, Zainul: Dua Periode Menjabat, Dana Ratusan Juta tak Jelas Kemana
SURAT— Petisi yang ditantatangi 77 orang, yang terdiri dari tokoh masyarakat, ninik mamak dan pemuda Kenagarian Koto Ranah.

PESSEL, METRO–Menjelang pe­lantikan Wali Nagari terpilih ha­sil Pilwana se­rentak yang di­ren­canakan oleh Di­nas Pember­da­yaan Masyarakat Desa, Pengendalian Pen­duduk dan Keluarga Beren­cana (DPMDP2-KB) Pesisir Se­latan pada 8 Juli men­datang, masyarakat Kena­garian Koto Ranah, Keca­matan Bayang Utara mela­porkan atau me­ngadukan Wali Nagari Asrizal yang terpilih untuk ketiga kalinya ke Kejari dan Polres Pesisir Selatan.

Laporan dan penga­duan yang ditandatangani 77 masyarakat Nagari Koto Ranah yang dikirimkan pada Kamis (17/6) lalu, terkait penggunaan dana ratusan juta rupiah yang tidak sesuai peruntu­kan­nya selama Wali Nagari Koto Ranah, Asrizal men­jabat dua periode.

“Hal ini tidak bisa dibiar­kan terus-menerus. Kami menghimpun dan melapor­kan dana-dana yang tidak disalurkan kepada ma­sya­rakat, yang disele­weng­­kan dan yang tidak jelas peng­gunaannya selama dua periode beliau menjabat. Yaitu periode 2010-2015 dan periode 2015-2020”,  ucap Zainul  (67) mewakili  masyarakat Kenagarian Koto Ranah, Keamatan Bayang Utara kepada POS­METRO, rabu (23/6).

Dijelaskannya bahwa ada dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pede­saan (PUAP) tahun 2010 sebesar Rp 100 juta yang seharusnya diguna­kan un­tuk pengembangan usaha dibidang pertanian yang tidak ada realisasinya sam­pai sekarang. Ada juga Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017 sebesar Rp 250 Juta untuk pencoran jalan.

“Jalan di Dusun Teratak Kenagarian Koto Ranah dengan panjang 1 km, di­ker­jakan dengan asal asa­lan dan dikerjakan hanya 200 meter saja. Itupun ha­nya disirami dengan air semen tanpa dilakukan pencoran sesuai dengan standar,” ungkap Zainul.

Ditambahkan Zainul, kemudian, dana Badan Usaha Milik Nagari (Bum­nag) tahun 2018 sebesar Rp 50 juta yang seharusnya untuk menambah modal bagi masyarakat yang ku­rang mampu yang berjua­lan kecil-kecilan. Nyata­nya, dana BUMNAG terse­but tidak diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima. Termasuk dana Bumnag tahum 2019 dan 2020, yang mana masya­rakat tidak tau kemana dana tersebut dialokasikan.

“Yang anehnya, pada tahun 2020 ada laporan yang dibuat oleh ketua BUMNAG ke Polsek Keca­matan Bayang bahwa dana BUMNAG sebanyak Rp 30 juta setelah diambil dari BRI unit Pasar Baru Ba­yang, dicuri orang. Keja­diannya ketika hendak par­kir motor saat akan melak­sanakan shalat zuhur di masjid Pasar Baru. Adalagi rekayasa kolam ikan,” se­but Zainul.

Ditambahkannya, bah­wa ada temuan tahun 2021 ini tentang pengucuran dana untuk masyarakat lanjut usia dari Dinas S­osial. Menurut keterangan warga lansia yang telah mendapatkan bantuan ter­sebut, jumlah yang diteri­ma tidak sesuai dengan yang disampaikan dinas.

Sebagai ninik mamak, ia juga menyampaikan de­mi kebaikan bersama agar ke depannya masyarakat Kenagarian Koto Ranah mendapatkan hak-hak yang seharusnya didapatkan dan pembangunan nagari se­perti yang direncanakan.

“Wali Nagari jangan lagi membuat rekayasa dan Spj-Spj fiktif untuk me­nguntungkan diri sendiri dan keluarga,”  katanya.

Menurut Zainul, petisi 77 tandatangan yang telah disampaikan, mewakili se­jumlah tokoh masyarakat, ninik mamak dan pemuda Kenagarian Koto Ranah, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, berharap pernyataan lapo­ran atau pengaduan yang disampaikan kepada Kajari dan Kapolres Pesisir Sela­tan dapat diproses secara hukum karena meresahkan.

“Serta tembusan ke­pada Kapolda dan Kajati Sumbar selanjutkan ke­pada Bupati dan ketua DP­RD kabupaten Pesisir Sela­tan dan pihak-pihak terkait, agar dapat menindaklanjuti lapo­ran dan pengaduan yang sudah disampaikan masya­rakat Kenagarian Koto Ra­nah, Kecamatan Bayang Utara Kabupaten Pesisir Selatan,” pung­kas­nya. (jes)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional