Menu

Mei, Cuaca Sumbar Didominasi Panas, Warga Dilarang Buka Lahan dengan Membakar

  Dibaca : 86 kali
Mei, Cuaca Sumbar Didominasi Panas, Warga Dilarang Buka Lahan dengan Membakar
Ilustrasi. (Doc. Medical News Today)

SUDIRMAN, METRO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) BIM Padangpariaman mengatakan kondisi atmosfer pada Mei di Sumbar akan didominasi panas karena memasuki musim kering.

“Secara umum kondisi cuaca Sumbar pada bulan puasa cenderung cerah berawan sehingga terjadi peningkatan suhu udara. Namun, hujan tetap turun walaupun tidak sering,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun BIM Padang Pariaman, Yudha Nugraha saat dihubungi, Rabu (15/5).

Untuk suhu udara pada Mei 2019, kata Yudha, suhu minum 18 derajat celsius dan maksimum di Sumbar mencapai 32 hingga 33 derajat celcius pada siang hari. Kemudian kelembaban berkisar 60 sampai 98 persen dan angin secara umum dari barat kecepatan rata-rata 8 hingga 24 kilometer per jam.

“Bulan puasa jatuh pada Mei dan saat terjadinya musim kemarau atau kekeringan. Kita menyarankan lebih banyak mengonsumsi buah-buahan dan minum air putih saat sahur agar tidak gampang capek,” saran Yudha.

Sementara dari sisi lingkungan, Yudha mengingatkan kepada masyarakat supaya tidak membuka lahan dengan cara membakar. Karena, api dapat dengan mudah merambat dan sulit dikendalikan, apalagi yang berdekatan dengan pemukiman penduduk.

“Kita memprediksi bahwa April-Mei curah hujan masih sedikit. Akan tetapi, curah hujan akan meningkat pada Juni. Untuk itu, perlu diwaspadai kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Pasaman bagian utara, Sijunjung bagian timur, dan Dharmasraya,” kata Yudha.

Meskipun sudah memasuki musim kering, sebut Yudha, potensi hujan masih ada dengan intensitas ringan hingga sedang bisa disertai petir pada malam hari. Potensi hujan tersebut yakni di wilayah Kepulauan Mentawai (Sipora, Pagai), Agam (Lubuk Basung, IV Nagari, Tanjung Raya, Malalak, Palembayan).

“Selanjutnya, Padangpariaman (Batang Gasan, Aur Melintang, Sei Geringging, Sei Limau, V Koto Dalam, Padang Sago, V Koto Timur, VII Koto, Patamuan, Tandikat, Kayu Tanam, Sicincin ), dan daerah di sekitarnya,” ujar Yudha.

Lebih lanjut, Yudha juga mengimbau, masyarakat untuk mewaspadai dehidrasi ringan khususnya pada siang hari terutama di Kota Padang, Padangpariaman, Pariaman, Pesisir Selatan, Sawahlunto dan Kota Solok. “Diimbau kepada masyarakat untuk menjaga asupan cairan dalam tubuh selama bulan puasa. Karena kondisi cuaca yang kering dan panas ditambah lagi dengan kegiatan puasa dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan kesehatan,” pungkasnya. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional