Menu

Megawati Sebut Sumbar Sekarang Berbeda dengan Dahulu, Gubernur Justru Minta Dukungan dan Ingin Bertemu

  Dibaca : 86 kali
Megawati Sebut Sumbar Sekarang Berbeda dengan Dahulu, Gubernur Justru Minta Dukungan dan Ingin Bertemu
Mahyeldi Ansharullah Gubernur Sumbar

PADANG, METRO–Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah mendu­kung kritikan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang menye­but­kan saat ini kehidupan di Sum­bar berbeda dengan da­hulu. Di mana Mega, pang­gilan akrab Megawati menilai, saat ini tidak ada tokoh Sumbar yang terkenal seperti dulu.

“Insya Allah, kita mohon dukungan kepada Mega (Megawati) dan putrinya yang sekarang Ketua DPR RI, Puan (Puan Maharani) dan pihak lain di pusat, untuk bisa mencapai bagaimana yang seperti dulu lagi, meng­harapkan tokoh seperti yang beliau harapkan,” ung­kap Mahyeldi, Jumat (13/8).

Selain mendukung, bah­kan Mahyeldi mengatakan dirinya sependapat dengan Mega terkait kritikannya tersebut. “Kita dukung itu. Mohon dukungan Mega dan Puan, sehingga keber­ha­silan Sumbar yang dulu, kita hadir­kan sekarang,” ucap­nya.

Apa yang diungkapkan Megamenurutnya, sejalan dengan semangat Presiden RI, Joko Widodo untuk me­wu­judkan visi Indonesia tahun 2045. Yakni menja­dikan Indoensia masuk em­pat negara terbesar di du­nia.

Dengan visi Presiden RI tersebut, tentu Sumbar ha­rus berkontribusi. Kritikan yang disampaikan Mega tersebut sangat dibutuhkan. Karena itu selaku Gubernur Sumbar, dirinya juga ber­harap bantuan dari Mega dan Puan untuk mewujud­kannya.

“Untuk kontribusi itu butuh bantuan Mega. Kalau Mega dan Puan ada waktu untuk saya, saya akan ber­te­mu. Kita bicarakan bagai­mana langkah-langkah yang harus kita lakukan,” harapnya.

“Kita maksimalkan pe­ran tungku tigo sajarangan. Mega mau membantu, peja­bat pusat memberi ruang untuk kita, seluruh potensi kita kolaborasikan. Semua­nya butuh kolaborasi, ke­ber­samaan dan dukungan,” ucapnya lagi.

Mahyeldi bahkan me­nga­ku dirinya sudah me­minta waktu bertemu Puan, untuk membicarakan bebe­rapa hal. “Kita juga harus introspeksi diri untuk masa depan lebih baik lagi. Ma­sukan Puan dan Mega untuk memberi semangat kita. Kita akan tanya dan minta pendapat serta petunjuk. Saya ingin sekali bertemu Mega dan Puan,” harapnya.

Sebelumnya, melalui me­dia diberitakan, Mega­wati Soekarnoputri me­nyebut kehidupan di Su­matera Barat kini berbeda dengan dahulu. Dia juga bercerita kalau dia bersama putrinya Puan Maharani pernah dibully.

Hal itu disampaikan Mega­wati dalam peringatan HUT Ke-119 Proklamator RI Mohammad Hatta yang digelar oleh Badan Nasional Kebudayaan Pusat (BKNP) PDIP secara virtual, Kamis (12/8). Megawati awalnya menyebut kalau saat ini tidak ada tokoh Sumbar yang terkenal.

Dulu menurutnya, diri­nya tahu banyak sekali to­koh dari Sumbar. Kenapa sekarang tidak sepopuler dulu atau memang tidak ada produknya?

Megawati bercerita ka­lau dirinya dahulu merasa­kan naluri gotong-royong yang kental di Sumbar. Ser­ta banyaknya tokoh adat yang memiliki kepemim­pinan khas­­nya masing-ma­sing.

Namun, Megawati me­nilai saat ini Sumbar jadi berbeda. Dia lantas ber­ce­rita dirinya bersama Puan pernah dibully. Dirinya bah­kan sampai bingung kenapa dibully.

Megawati juga heran ke mana tokoh-tokoh yang berasal dari Sumbar. Tokoh yang disebut dalam tigo tungku sajarangan, yakni alim ulama, ninik mamak dan cadiak pandai (ulama, tokoh masyarakat, dan inte­lek­tual).

Padahal, Sumbar ketika setelah dari sebelum ke­mer­dekaan sampai setelah merdeka katakanlah, sam­pai selesai juga, ada tokoh dari Sumbar. Sebut saja Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Muhammad Yamin, Agus Salim, Rasuna Said, Buya Hamka, Moh Natsir, Abdul Muis, Rohana Kudus, dan masih banyak lagi. Belum lagi Imam Bonjol.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional