Menu

Medsos dan Ekonomi, Penyebab Kasus Cerai

  Dibaca : 115 kali
Medsos dan Ekonomi, Penyebab Kasus Cerai
TERIMA BANTUAN— Pengurus Masjid Al Muzakarah di Nagari Palaluar, Kecamatan Koto VII terima bantuan karpet shalat dan Al Quran yang diserahkan oleh Tim Safari Ramadhan. eky prima endo/posmetro )

SIJUNJUNG, METRO – Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Sijunjung, H.A. Hafizh Martius, mengingatkan agar hendaknya jangan ada masyarakat yang berurusan atau berperkara di pengadilan agama. Hendaknya setiap persoalan rumah tangga bisa diselesaikan di lingkungan keluarga saja dan tidak perlu sampai ke ranah pengadilan agama.

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Masjid Al Muzakarah di Nagari Palaluar, Kecamatan Koto VII dalam rangka lanjutan Safari Ramadhan tim VIII Pemkab Sijunjung. Selain mendapatkan siraman rohani, masyarakat Nagari Palaluar juga diberikan penyuluhan tentang pembinaan keluarga. Karena dilihat dari jumlah kasus perceraian yang mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“Janganlah sampai masyarakat kita berurusan atau berperkara dengan pengadilan agama. Kalau bisa persoalan rumah tangga dapat diselesaikan dilingkungan keluarga saja, hingga tidak terjadinya perceraian,” tutur Ketua Tim VIII, H.A Hafizh Martius.

Ia menjelaskan, rumah tangga hendaknya dipertahankan dan dipelihara. Meskipun pihaknya selalu berupaya terlebih dahulu untuk melakukan mediasi antara kedua belah pihak untuk berdamai kembali namun, perceraian tetap saja terjadi. “Karena awal mula kehancuran masyarakat itu berawal dari rusaknya rumah tangga. Jika rumah tangga rusak, akan berdampak kepada anak-anak, keluarga dan lingkungan,” jelasnya.

Rusaknya rumah tangga saat ini, sambungnya, banyak dipicu oleh teknologi seperti medsos dan handphone. “Ini kerap kali menjadi faktor gugatan perceraian. Karena dengan hal tersebut memicu terjadinya perselingkuhan, maupun menimbulkan kecemburuan dalam rumah tangga,” sebutnya.

Selanjutnya terang Hafizh yaitu faktor ekonomi. Gugatan perceraian seringkali diajukan oleh pihak perempuan karena faktor ekonomi tersebut. Biasanya faktor banyak diajukan oleh pihak perempuan, yang disebabkan karena faktor ekonomi yang tidak memadai.

“Dalam hal ini, kita akan lihat dulu, apakah si suami memang tidak bekerja sama sekali dan tidak ada usaha untuk mencari nafkah. Atau suaminya bekerja dan menghasilkan namun kurang memadai untuk kebutuhan keluarga. Kita akan berikan pemahaman terlebih dahulu,” terangnya.

Ia mengungkapkan, salah satu cara untuk menjaga keutuhan rumah tangga dengan cara memperkuat komunikasi antara suami istri. Kemudian bangun nuansa agama dalam rumah tangga, bijak dalam bermedia sosial dan menggunakan teknologi.

“Apapun persoalannya kalau komunikasi antar suami istri itu bagus tidak akan sampai terjadi perceraian. Tanamkan nilai agama, bijak dalam menggunakan media sosial serta berusaha untuk menafkahi keluarga dengan baik,” tambahnya.

Kunjungan tim VIII safari Ramadhan pemkab Sijunjung itu juga diikuti oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Ronaldi, Syafarudin selaku mubaligh dan Adry dari protokoler. Kedatangan tim dari Kabupaten didampingi langsung oleh Kapolsek Koto VII, Iptu Yulizaherman dan Wali Nagari Palaluar, Himsar.

Bantuan berupa karpet shalat dan Alquran juga diserahkan untuk Masjid Al Muzakarah sebagai buah tangan dari Pemkab Sijunjung dalam kunjungan Tim Safari Ramadhan 1440 H. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional