Close

Medio Juni, Polres Pariaman Ungkap 2 Kasus Besar

BB GANJA—Kapolres Pariaman AKBP Deny Rendra Laksmana didampingi Kasat Narkoba AKP Heritsyah dan Kasubbag Humas AKP Syafrudin diabadikan bersama barang bukti (BB).

PARIAMAN, METRO
Medio Juni ini, jajaran Polres Pariaman berhasil mengungkap dua kasus yang cukup menonjol. Di antaranya, penemuan ladang ganja di kawasan Lancang, Aua Malintang, Padangpariaman, sekitar pukul 11.30 WIB, Senin (15/6). Setelah itu berhasil membekuk pengedar sabu di Desa Pakasai, Kota Pariaman, Jumat (12/6) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kapolres Pariaman AKBP Deny Rendra Laksmana didampingi Kasat Narkoba Polres Pariaman AKP Heritsyah mengatakan, penemuan ladang ganja sebanyak 40 batang di kawasan Lancang, Aur Malintang, Padangpariaman.

Ia mengatakan, penemuan ladang ganja tersebut berawal dari informasi pihak Intel, lalu tim Satnarkoba mengembangkan ke lokasi. “Nah lokasi ini jauh dari jalan warga, sekitar 500 meter. Medan ke lokasi ladang ganja itu cukup sulit, di lereng bukit,” sebut AKBP Deny.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan informasi tim Satnarkoba, temuan sebanyak 40 batang ganja tersebut merupakan sebagian kecil dari keseluruhan BB. “Informasinya, ada sebanyak 400 bibit ganja yang akan ditanam oleh pelaku. Cuma yang berhasil kami amankan baru 40. Pelaku masih Daftar Pencarian Orang (DPO),” sebut Kapolres.

Ia menyampaikan, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap pelaku atau pemilik tanaman ganja itu. Saat ini anggota sudah meminta keterangan dari berbagai pihak keluarga pelaku dan saksi lainnya.

Kata AKBP Deny, tidak hanya ladang ganja yang berhasil diemukan Satnarkoba. Pasalnya, juga telah menangkap pengedar sabu di lokasi dan waktu berbeda. “Kami juga amankan pengedar sabu di kawasan pada Jumat (12/6) sekitar pukul 19.30 WIB di Desa Pakasai, Kota Pariaman. Pelaku inisial IRW (28), ditangkap bersama barang bukti berupa satu paket sabu-sabu siap edar,” ungkap Kapolres.

Ia menambahkan, saat pandemi Covid-19 melanda, pergerakan peredaran narkotika di kawasan Pariaman cukup banyak secara masif. Berkenaan dengan itu, pihaknya memperketat upaya pemberantasan narkotika mengingkat naiknya grafik penyebaran narkotika. “Saat pandemi ini, banyak yang terdampak sehingga tidak memiliki pekerjaan. Namun mereka memilih jalan haram dengan terlibat penyalahgunaan narkotika untuk meraih keuntungan,” ujarnya. (z)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top