Menu

MDW dan MDA Siap Hadir di Desa dan Kelurahan di Kota Pariaman

  Dibaca : 74 kali
MDW dan MDA Siap Hadir di Desa dan Kelurahan di Kota Pariaman
SAMBUTAN— Wali Kota Pariaman H Genius Umar memberikan sambutan pada acara.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman H Genius Umar menyatakan siap menghadirikan Ma­drasah Diniyah Wustho (MDW) dan Madrasah Di­niyah Awaliyah (MDA) se­tiap desa dan keluarahan di  Kota Pariaman.x

“Saya pastikan MDW dan MDU akan hadir di tiap Desa/Kelurahan yang ada di Kota Pariaman,” kata Walikota Pariaman H Genius Umar, kemarin.

Katanya, selama ini yang aktif di Desa dan Kelurahan di Kota Paria­man baru Madrasah Di­niyah Awaliyah (MDA) sa­ja, untuk anak-anak SD belajar mengaji.  “Kedepan kita pastikan Madrasah Diniyah Wustho (MDW) untuk anak SMP dan Ma­drasah Diniyah ‘Ulya (M­DU) untuk anak SMA/SMK, harus ada juga di Desa dan Kelurahan di Kota Paria­man,” ujarnya, kemarin.

Dia akan menyerahkan untuk anggaran MDA/M­DW dan MDU ini di tingkat Desa, kemudian pembi­naanya di tingkat Keca­matan anggaranya, dan monitoring, anggaranya berada di tingkat Kota. Khusus untuk Read Al Qur­’an Center atau Tahfiz, minimal harus ada satu disetiap kecamatan.

Lebih lanjut, Genius Umar mengatakan nan­tinya untuk kordinator pe­ngawasan MDA/MDW dan MDU tersebut, adalah tu­gas dari Penyuluh Agama yang ada di desa dan kelu­rahan, sehingga fungsinya sebagai pendorong yang berhubungan dengan ke­agamaan di desa/kelu­ra­han, terlaksana dengan baik, ulasnya.

“Nantinya MDW dan MDU ini akan melekat di bangunan MDA yang telah ada di desa dan kelurahan, sehingga tinggal desa yang mengatur sesuai dengan kearifan desa/kelurahan masing-masing, berapa jam dan pengaturan hari pelaksanaan dari MDA/MDW dan MDU tersebut,” tukasnya.

Genius Umar juga me­ne­gaskan, bahwa pelak­sanaan MDA/MDW dan MDU ini bertujuan agar anak-anak, remaja dan pe­muda/i, usia sekolah dari SD sampai SMA yang ada di Kota Pariaman, tidak ada lagi yang tidak bisa mengaji.

“Ada anak SMP yang dari kecil belum bisa me­ngaji, begitu juga ada yang telah SMA/SMK yang tidak tahu baca Al qur’an, di MDW dan MDU ini nan­tinya mereka akan dia­jarkan oleh guru yang telah ditunjuk oleh desa atau bisa juga penyuluh aga­manya langsung, untuk membantu belajar me­ngaji, sehingga mereka dapat membaca Al qur’an nantinya,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan setelah pandai mengaji, nantinya akan ditingkatkan di Read Al Qur’an Center yang ada untuk mengha­falnya, dimana disini nan­tinya mereka akan dilatih dan diajarkan untuk men­jadi seorang tahfiz al qur­’an. “Pengembangan pen­didikan non formal MDA/MDW/MDW dan Read Al Qur’an Center ini meru­pakan dua program ung­gulan pada RPJMD Kota Pariaman 2018-2023, kare­na itu harus ada pos ang­garan untuk dua kegiatan ini yang nantinya akan kita masukan di APBD Pe­ru­bahan,” tandasnya me­ngakhiri. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional