Menu

Mayat Tertelungkup di Belakang Basarnas Padang

  Dibaca : 955 kali
Mayat Tertelungkup di Belakang Basarnas Padang
Seorang warga di Pasaman yang tidak mematuhi protokol kesehatan disaksi push up.
mayat di belakang basarnas

Sesosok mayat ditemukan tertelungkup di belakang Kantor Basarnas Padang, Jalan Bypass, Kototangah, Padang, Rabu (16/09/2015).

PADANG, METRO–Sesosok mayat ditemukan warga dalam kondisi tertelungkup mengenakan kaos dalam atau singlet di dalam semak-semak, tepatnya di belakang Kantor Basarnas, Bypass, Kelurahan Batipuh Pajang, Kecamatan Kototangah. Saat ditemukan, tubuh korban kotor dan telinganya mengeluarkan darah segar.

Pria yang bernama Wily Pratama (26), warga Jalan Damai, Batipuh Panjang, Kototangah ini pertama kali ditemukan Gustina (50) warga yang sama dengan korban. Mayatnya ditemukan Rabu (16/9) sekitar pukul 17.00 WIB.

Dari pengakuan Gustina, korban ditemukan karena memang sengaja dicari setelah dia tidak pulang sejak Selasa (15/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Sejak pagi pihaknya memang sudah melakukan pencarian dengan keluarga korban secara berpencar.

”Saya terkejut melihat Wily terkapar di dalam samak. Saya langsung menghubungi orang tuanya,” ungkap Gustina.

Tidak berapa lama setelah penemuan itu, warga yang ada di sekitarnya sontak heboh dengan berita penemuan Wily sudah tak bernyawa. Dengan berbondong-bondong warga pun terus berdatangan untuk menyaksikan peristiwa itu.

Tidak hanya warga, anggota Basarnas yang mendapat informasi juga langsung turun meninjau lokasi dan memastikan kondisi korban apakah masih hidup atau tidak. Setelah memastikan korban tidak lagi bernyawa, petugas pun mengangkat mayatnya untuk dibawa ke rumah keluarganya.

Evi Yerti (50), ibu korban mengaku cukup terkejut dengan kondisi anaknya saat ditemukan. ”Kami sudah mencarinya sejak kemarin, dan inilah yang saya takutkan selama ini kalau dia pergi sendirian,” ungkap ibu korban, sambil meratapi tubuh anaknya yang sudah kaku.

Katanya, selama ini anaknya memang mengidap penyakit ayan. Bahkan, penyakit itu sudah dia derita sejak 007. Sampai saat terakhir, keluarganya masih terus membawanya berobat meski hanya rawat jalan.

Dia juga mengaku menerima jika memang kehendak tuhan mengambil anaknya yang masih berusia muda itu. Dia juga mengatakan, tidak akan melakukan autopsi dalam karena dia yakin anaknya meninggal karena penyakit yang dia derita.
Kapolsek Kototangah Kompol Jon Hendri mengatakan, hingga kemarin pihaknya masih menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara Padang.

”Meski ada yang mengatakan meninggal karena ayan, polisi tetap melakukan visum untuk memastikan secara medis,” pungkasnya. (cr9)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional