Menu

Mayat Setengah Telanjang Ditemukan Mengapung

  Dibaca : 167 kali
Mayat Setengah Telanjang Ditemukan Mengapung
EVAKUASI— Tim gabungan mengevakuasi jasad Abdul Razak (27) yang ditemukan tewas mengambang di bendungan setelah empat hari dinyatakan hilang.

AGAM,METRO
Empat hari tak pulang ke rumahnya hingga dinyatakan hilang, pemuda yang diduga mengalami depresi ditemukan tewas mengambang di bendungan Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Rabu (11/11) sekitar pukul 11.12 WIB.

Mayat yang ditemukan mengambang tersebut diketahui bernama Abdul Razak (27) warga Jorong Kubang Duo Koto Panjang, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang. Penemuan mayat itupun sempat membuat masyarakat setempat geger dan langsung berdatangan ke lokasi untuk melihat.

Saat ditemukan pertama kali oleh petani yang kebetulan melintas di bendungan, kondisi tubuh korban sudah membengkak dengan posisi telungkup tanpa mengenakan celana. Tak lama berselang, tim gabungan PMI dan Polisi tiba di lokasi mengevakuasi jasad korban ke rumah duka lalu dikebumikan.

Kapolsek Ampek Angkek Canduang, AKP Purwanta mengatakan, jasad korban yang dinyatakan hilang sejak empat hari lalu ditemukan mengambang di bendungan aliran sungai Jorong Cankiang. Kondisinya sudah meninggal dunia dan saat ditemukan mengambang mengenakan switer ungu setengah telanjang.

“Jasad korban ditemukan sekitar pukul 11.12 WIB. Kali pertama ditemukan oleh petani setempat yang hendak pulang dari sawah. Dari hasil identifikasi, korban merupakan merupakan orang hilang, warga Subarang Jorong Kubang Duo Koto Panjang, Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Candung. Ia dilaporkan pihak keluarga meninggalkan rumah pada Sabtu (7/11) lalu sekitar pukul 18.10 WIB,” kata AKP Purwanta.

Dijelaskan AKP Purwanta, terungkapnya identitas mayat itu dilihat dari cari-ciri korban dengan menghadirkan pihak keluarga ke lokasi penemuan mayat. Keluarga korban pun mengakui kalau mayat itu merupakan Abdul Razak dan sudah dicari-cari sejak beberapa hari belakangan karena tak pulang ke rumahnya.

“Berdasarkan keterangan pihak keluarga yakni adik korban, mayat itu memang benar adalah kakaknya yang hilang. Ini setelah dicocokkan dengan pakaian dan ciri-ciri mayat. Informasi pihak keluarga, korban pergi dari kediamannya dengan kondisi kejiwaan yang tengah terguncang. Korban disebut depresi lantaran ditinggal kedua orangtuanya yang meninggal,” ungkap AKP Purwanta..

AKP Purwanta menuturkan, kuat dugaan korban hanyut di sungai hingga terbawa arus sampai ke bendungan tersebut. Saat ini jasad korban sudah dievakuasi ke rumah duka untuk diselenggarakan pemakaman.

“Korban tinggal serumah berdua dengan adiknya bernama Khairul Fahmi. Dari hasil pemeriksaan fisik, tidak ada ditemukan tanda-tanda luka aniaya pada tubuh korban,” tutupnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam Syafrizal, sebelum dinyatakan hilang, korban sempat diantar oleh kakak iparnya setelah pulang dari sawah, Sabtu (7/11) lalu. Pada pukul 18.00 WIB, korban tampak duduk di halaman rumah. Dia menolak masuk ketika diajak sang adik.

“Setelah itu korban tak terlihat lagi. Akhirnya kejadian tersebut dilaporkan kepada pemerintah setempat dan ke BPBD Agam. Menurut keterangan dari pihak keluarga yang melaporkan orang hilang, korban memakai celana jeans, baju kaos coklat, dan sweater ungu. Dari keterangan tersebut, tim melakukan pencarian korban. Setelah empat hari hilang, korban ternyata ditemukan di bendungan Cangkiang, Nagari Batu Taba dalam keadaan meninggal dunia,” katanya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional