Menu

Mayat di Selokan Sawah Bikin Geger, Tak Ada Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Misterius

  Dibaca : 101 kali
Mayat di Selokan Sawah Bikin Geger, Tak Ada Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Misterius
PEMERIKSAAN— Dokter Puskesmas Bawan didampingi Polisi melakukan pemeriksaan terhadap jasad remaja putus sekolah yang ditemukan di aliran air sawah. (peri rahman/posmetro)

AGAM, METRO – Warga Kampung Dagang, Jorong Malabur, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari digegerkan dengan ditemukannya sesosok mayat di saluran air (selokan) pinggir sawah, di Kampung Dagang Jorong Malabur, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Senin (11/11) sekitar pukul 07.20 WIB.

Sayang hingga kemarin, belum diketahui secara pasti penyebab kematian remaja yang diketahui bernama Azi Efendi (15) tersebut. Sebab pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.

Informasinya, Azi Efendi merupakan seorang remaja putus sekolah. Pihak keluarga menyebutkan bahwa dia hilang sejak Minggu (10 /11) malam. Pihak keluarga yang sudah ikhlas menerima kejadian tersebut, selanjutnya mengkebumikan korban di pandam keluarga.

Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan melalui Paur Humas Aiptu Septa Beny Putra mengatakan mayat korban ditemukan pertama kali oleh salah seorang warga bernama Jusnita, yang kebetulan melintas di lokasi menuju ke sawah miliknya.

Ketika melewati aliran air itu tiba-tiba matanya tertuju kepada sosok tubuh manusia yang terkapar di dalam saluran air.

“Awalnya saksi melihat seperti orang sedang tidur. Saksi pun berusaha memanggil-manggil dari jarak beberapa meter dengan niat membangunkan. Tetapi tidak juga ada jawaban. Saksi kemudian mendekat, dan ternyata orang yang dipanggil sudah tidak bernyawa,” kata Aiptu Sapta.

Sontak, Jusnita yang ketakutan langsung berlari ke permukiman untuk memberitahukan kepada masyarakat sekitar. Mendapat informasi itu, waga berbondong-bondong ke lokasi untuk memastikannya dan kemudian melaporkan kejadian itu kepihak Kepolisian.

Berita penemuan mayat itu membuat ratusan warga berbondong-bondong ke lokasi untuk menyaksikannya. Tak lama berselang, pihak Kepolisian datang ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan olah TKP. Setelah itu, jasad korban dibawa ke rumahnya untuk dilakukan visum luar oleh dokter Puskesmas.

“Dari hasil hasil pemeriksaan dokter tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Namun menurut keterangan pihak keluarga, ( Korban ) telah hilang satu hari sebelum ditemukan meninggal,” ungkap Aiptu Beny.

Aiptu Beny menjelaskan, demi kepentingan penyelidikan dan memastikan penyebab kematian korban tentunya harus dilakukan autopsi. Tetapi, atas pemintaan pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jasad korban.

“Keluarga membuat penyataan menolak autopsi. Korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. Untuk penyelidikan tetap dilaksanakan Polsek Ampek Nagari memastikan penyebab kematian korban,” pungkasnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional