Menu

Maulid Nabi Muhammad SAW Rutin Sepanjang Tahun

  Dibaca : 59 kali
Maulid Nabi Muhammad SAW Rutin Sepanjang Tahun
TAMPUNG—Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur tampung aspirasi masyarakat usai Maulid Nabi (efa nurza/posmetro)

PDG.PARIAMAN, METRO – Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menyatakan pelaksanaan maulid Nabi Muhammad SAW dalam daerahnya rutin dilaksanakan masyarakat sepanjang tahun. Pelaksanaan dilakukan masyarakat di masjid, surau dan rumah masyarakat serta tempat-tempat lain. Saat pelaksanaan maulid tersebut masyarakat melaksanakan zikir menyembut nama-nama allah SWT sepanjang malam.

“Kita Pemkab Padangpariaman sangat mendukung pelaksanaan maulud nabi yang dilaksanakan masyarakat daerahnya. Sehingga alunan ayat-ayat suci alquran dan nama allah SWT selalu bergema setiap masjid dan surau serta rumah masyarakat di Kabupaten Padangpariaman,” kata Wakil Bupati Padangpriaman saat menghadiri maulid Nabi Muhammad SAW dalam rangka 100 hari meninggalnya H Khaidir Dt Rajo Alam di Korong Lubuk Aro, Nagari Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padangpariaman, kemarin.

Katanya, kalau ada yang mengatakan bahwa maulid nabi Muhammad SAW  yang diadakan setiap tahun ini bid’ah, maka tidak perlu sampai guru-guru agama, ungku-ungku yang menjawabnya, cukup bupati dan wakil bupati saja yang akan menjelaskan.

Dijelaskannya, kegiatan Maulid Nabi bukan bid’ah, tetapi ini tanda umat islam bersyukur, sebagai umat Nabi Muhammad SAW.

“Tanda kita bersyukur kepada beliau yang telah mengembangkan agama Islam dan mengajarkan kepada kita agama yang hak dan benar serta bagaimana kita hidup di dunia ini dengan selamat,” ujarnya.

Oleh sebab itu, sambungnya, jika ada yang mengatakan itu bid’ah maka bisa dikatakan orang tersebut tidak mau bersyukur dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan Nabi Besar Muhammad SAW semasa hidupnya.

Katanya, tentang jamba yang sering dikritik sebagai hal yang mubajir. Menurut Suhatri Bur, jamba yang dibuat adalah sebagai wujud syukur dan ucapan terima kasih kepada junjungan yang telah berjasa mengubah akhlak umat manusia.

“Jamba ini juga sebagai media perekat silaturahim antarjemaah yang hadir. Pada hari biasa kita jarang berjumpa dan bercerita dengan saudara, saat Maulid lah silaturahim kembali dirajut dan ditingkatkan sehingga tali persaudaraan semakin kuat. Saat itu juga kita saling bertukar kabar menanyakan kesehatan,” katanya.

Menurutnya, Maulid dan jamba adalah budaya asli Padangpariaman yang harus terus dilanjutkan dan budayakan.

“Dengan budaya ini, kita dapat membudayakan meramaikan dan memakmurkan surau, masjid dan mushalla,” katanya.

Ada yang merasa dirinya modern sehingga budaya mendatangi mesjid dianggap budaya kuno dan tidak modern. Tetapi kita tidak mempermasalahkan hal tersebut. Kalau memang pahamnya tidak merayakan silakan saja kita tidak mempersoalkan.

“Begitu juga dengan yang memiliki paham bahwa Maulid harus dirayakan maka tidak boleh juga orang lain melarang atau mempermasalahkan,” tandasnya mengakhiri.(efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional