Menu

Mati Hampir Dua Tahun, Konsumen Keluhkan Air PDAM Ka­bu­pa­ten Padangpariaman

  Dibaca : 194 kali
Mati Hampir Dua Tahun, Konsumen Keluhkan Air PDAM Ka­bu­pa­ten Padangpariaman
RPW (38), warga Koto Langang, Kenagarian Punggaaan Timur, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan diamankan Polsek Lengayang Polres Pessel, usai korban R (40) melapor ke Polsek Lengayang. 

PDG.PARIAMAN, METRO–Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Ka­bu­pa­ten Padangpariaman hing­ga tidak bisa mengalirkan air ke rumah rumah ma­syarakat. Akibatnya, hing­ga telah ratusan masya­rakat yang beralih ke su­mur bor, karena air alah kebutuhan hidup masya­rakat.  Akirman salah se­orang konsumen PDAM,  menyatakan, hingga air PD­AM tidak hidup hidup di rumahnya telah hampir dua tahun. Padahal, air PDAM kalau hidup selalu tepat waktu membayar tagihannya. Namun, se­karang air PDAM tidak hidup tentu apa yang akan dibayar.

“Kita berharap kepada Bupati Padangpariaman agar ada perubahan dalam persoalan air PDAM ini. Sebab, kita sangat membu­tuhkan air. Sekarang kita terpaksa mencari air untuk mandi ke tempat peman­dian umum dalam korong ini,” ujarnya.

Sekarang Bupati Pa­dang­pariaman Suhatri Bur, kemarin menghadiri acara pemaparan proposal pe­metaan jaringan pipa di­stri­busi oleh tim P3M Akar­tika Magelang di Kantor  Pusat Lubuk Alung PDAM Kabupaten Padang­paria­man.

Bupati Padang­paria­man mengatakan ber­bi­cara persoalan peme­taan jaringan pipa dsitri­busi tentu jelas yang akan diba­yarkan yakninya air, kemu­dian jika berhubungan de­ngan air sebagai karyawan PDAM hal yang paling diu­tamakan yakninya bagai­mana bisa mememenuhi kebutuhan konsumen, oleh sebab itu terkait pipa dis­tribusi tentu hal yang diu­tamakan yakninya jari­ngan pembagian air yang sampai ke konsumen dari bahan pengolahan.

“Jika peningkatan PD­AM Padangpariaman men­jadi persero tentu tinggi harapan kita bagaiamana konsumen betul mera­sa­kan manfaat serta me­rasa nyaman terhadap pe­me­nuhan kebutuhan kon­su­men dan konsumen ter­se­but mau bertanggung­ja­wab  dan membayarkan kewajibannya, tentu untuk memenuhi hal tersebut perlu beberapa hal yang harus dilakukan untuk pe­ningkatan pelayanan ter­sebut,” ungkapnya

Ia berharap  agar Ka­bupaten Padangpariaman bisa mendapatkan jaringan distribusi tersebut, karena hingga saat ini  PDAM be­lum bisa berdiri sendiri, meningat PDAM masih berstatus subsidi sehingga saat ini hanya bisa membe­rikan hak dari pegawai PDAM.

Ini merupakan sebuah tantangan bagaiamana PDAM kedepannya men­da­patkan hasil,dan juga berkontribusi terhadap pendapatan daerah, ten­tunya langkah-langkah yang harus diambil selain pengajuan proposal juga harus adanya pemetaan pipa jaringan distribusi yang patut diganti.

Lebih telisik katanya, bagian mana yang bocor dan debit airnya tidak se­suai lagi, jaringan masuk ke konsumen diatas ternyata airnya dibawah  ini meru­pakan permasalahan yang perlu dikaji untuk peru­bahan PDAM kedepannya menjadi lebih baik lagi.

Dengan adanya niat baik dan MBM yang telah diraih  dan  setiap tahunnya juga telah  mendapatkan  sambungan untuk ma­sya­ra­kat berpenghasilan ren­dah  diatas seribu hingga tiga ribu, sehingga bagai­mana bisa menyem­pur­nakan dan meraih serta memanfaatkan apa yang ada di P3M Akartika Mage­lang. “Kami berharap agar dapat mengikuti pema­paran proposal pemetaan jaringan pipa distribusi oleh tim P3M Akartika Ma­ge­lang ini dengan serius, sehingga nantinya dapat memberikan perubahan terhadap PDAM Pa­dang­pariaman kedepan­nya,” tandasnya.

Terpisah Direktur P­DA­M Padangpariaman A­mi­nud­din mengakui air mati total di Kenagarian Parit­malintang. Disana butuh perbaikan sumber air un­tuk kelancaran air agar sampai ke rumah rumah masyarakat.” Kita se­ka­rang lagi usahakan agar sumber air dapat kita pe­r­baiki,” tambah­nya.(efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional